News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Sorot Menguatnya Elitisme Politik dalam Pilkada lewat DPRD: Lahirkan Pemimpin Tanpa Legitimasi

Pemilihan kepala daerah melalui DPRD atau tidak langsung dipilih rakyat berisiko melahirkan pemimpin yang tidak memiliki legitimasi kuat di mata publik.
Kamis, 15 Januari 2026 - 05:47 WIB
Ilustrasi: Warga memeriksa surat suara sebelum melakukan pencoblosan
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Pemilihan kepala daerah melalui DPRD atau tidak langsung dipilih rakyat berisiko melahirkan pemimpin yang tidak memiliki legitimasi kuat di mata publik. Persoalan utama bukan terletak pada kemampuan masyarakat untuk memilih, melainkan pada kualitas kandidat yang disodorkan elite politik. Demikian pendapat Pengamat Politik Citra Institute Efriza terkait wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD atau tidak langsung yang kini sedang digadang gadang pemerintah. 

Pilkada tidak langsung juga berpotensi menjauhkan masyarakat dari proses demokrasi. Ia menekankan bahwa sistem tersebut membuka ruang ketidakadilan dalam tata kelola pilkada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pilkada tidak langsung itu ketika pemimpinnya terpilih tidak bisa memberi manfaat untuk masyarakat. Bukan salah masyarakat tidak bisa memilih, tetapi yang dicalonkan itu tidak sesuai dengan keinginan masyarakat," kata Efriza dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

"Pemilihan tidak langsung itu seperti ditarik kembali ke Orde Baru. Ada ketidakadilan nantinya ketika pilkada tidak langsung ini terlaksana ada kesemrawutan dalam pengurusan pilkada," ungkapnya.

Ia juga menyoroti potensi menguatnya praktik elitisme dan politik transaksional dalam sistem pemilihan tidak langsung sebab akses kekuasaan akan semakin sempit dan hanya berputar di lingkaran elite politik tertentu.

Menurutnya, pilkada tidak langsung justru berpotensi meningkatkan biaya politik secara tersembunyi. Kondisi demikian tentu berbahaya karena dapat memperlemah prinsip demokrasi substantif.

"Jangan-jangan semuanya itu elitisme, pertanyaan berapa banyak transaksionalnya itu. Kecenderungan akan lebih mahal justru lebih besar karena hanya elit-elit politik saja yang memiliki akses," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan salah satu syarat pelaksanaan pilkada lewat mekanisme DPRD adalah terlebih dahulu mengubah Undang-Undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016.

"Nah, tapi kalau dilakukan dengan pemilihan oleh DPRD maka Undang-Undang Pilkada yang harus diubah," kata Tito menyikapi usulan wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung melalui DPRD di Kota Padang, Selasa (13/1).

Tito menegaskan hal tersebut dapat merujuk kepada Undang-Undang Dasar (UUD) Negara RI Tahun 1945. Hal itu juga selaras dengan butir keempat Pancasila yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.(ant)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Franco Morbidelli Bocorkan Upgrade Motor Ducati VR46, Incar Target Lebih Konsisten di MotoGP 2026

Franco Morbidelli Bocorkan Upgrade Motor Ducati VR46, Incar Target Lebih Konsisten di MotoGP 2026

Franco Morbidelli membocorkan adanya sejumlah peningkatan pada kuda besi Ducati VR46 saat sesi launching tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team jelang MotoGP 2026.
Praktisi Hukum Sebut Denada Berpeluang Kena Pasal ini Apabila Terbukti lakukan Penelantaran Anak: Hukumannya Lumayan

Praktisi Hukum Sebut Denada Berpeluang Kena Pasal ini Apabila Terbukti lakukan Penelantaran Anak: Hukumannya Lumayan

Heboh dugaan penelantaran anak yang menyeret nama penyanyi Indonesia, Denada. Ia digugat ke pengadilan negeri Banyuwangi oleh pria bernama Ressa.
Truk Tabrak Kendaraan Parkir di Jalur Pantura Semarang, Satu Tewas, Evakuasi SAR Berlangsung Dramatis

Truk Tabrak Kendaraan Parkir di Jalur Pantura Semarang, Satu Tewas, Evakuasi SAR Berlangsung Dramatis

Kecelakaan terjadi di jalur utama Pantura Semarang-Kendal, tepatnya di Jalan Randu Garut KM 13.5, Kecamatan Tugu, Jawa Tengah pada Kamis (15/01/2026) pagi.
Lagi-Lagi Meroket! Harga Emas Antam Hari Ini 15 Januari 2026 Sentuh Rp2.675.000 Juta per Gram

Lagi-Lagi Meroket! Harga Emas Antam Hari Ini 15 Januari 2026 Sentuh Rp2.675.000 Juta per Gram

Harga emas Antam hari ini 15 Januari 2026 menyentuh angka Rp2.675.000 juta per gram.
Keterlaluan! Ada Daerah Habiskan Rp 1 Miliar Sehari untuk Makan dan Minum, Rapat Sekali Dibuat 10 Kali

Keterlaluan! Ada Daerah Habiskan Rp 1 Miliar Sehari untuk Makan dan Minum, Rapat Sekali Dibuat 10 Kali

Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Dalam Negeri, anggaran makan dan minum di satu daerah bahkan disebut bisa mencapai Rp1 miliar hanya dalam satu hari.
Hari ini, Ratusan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Demo Buruh di Gedung DPR

Hari ini, Ratusan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Demo Buruh di Gedung DPR

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E P Hutagalung menuturkan, dalam pengamanan aksi ini, ratusan personel akan dilibatkan.

Trending

Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Di tengah panasnya isu transfer Federico Barba dari Persib Bandung ke klub liga Italia, sang istri tiba-tiba buat unggahan yang justru bikin Bobotoh geram.
Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Isra Miraj, Meneladani Ketaatan Rasulullah SAW saat Perintah Shalat Diturunkan

Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Isra Miraj, Meneladani Ketaatan Rasulullah SAW saat Perintah Shalat Diturunkan

Berikut tema teks khutbah Jumat singkat terbaru untuk shalat Jumat, dengan judul "Isra Miraj, Meneladani Ketaatan Rasulullah SAW saat Perintah Shalat Diturunkan".
3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

Persib Bandung harus mulai memikirkan langkah strategis untuk mengantisipasi kepergian Federico Barba. Salah satu opsi yang bisa diambil adalah merekrut pemain kelas dunia di sektor pertahanan.
Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Diduga Hipotermia, Barang-Barang Berceceran di Sekitar Lokasi Penemuan Mulai dari Sepatu hingga Dompet

Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Diduga Hipotermia, Barang-Barang Berceceran di Sekitar Lokasi Penemuan Mulai dari Sepatu hingga Dompet

Syafiq Ali pendaki Gunung Slamet yang hilang sejak Senin (29/12/2025) lalu ditemukan tewas pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 10.22 WIB. Dia diduga mengalami hipotermia. 
Bobotoh Kena PHP Penyerang Kroasia, Rumor Transfer Marko Dugandzic ke Persib Bandung Kini Berubah Arah

Bobotoh Kena PHP Penyerang Kroasia, Rumor Transfer Marko Dugandzic ke Persib Bandung Kini Berubah Arah

Menjelang dibukanya bursa transfer, Persib kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini, sorotan tertuju pada sosok penyerang asal Kroasia, Marko Dugandzic.
Reaksi Fans Usai Chelsea Dipermalukan Arsenal: Gara-gara VAR!

Reaksi Fans Usai Chelsea Dipermalukan Arsenal: Gara-gara VAR!

Reaksi fans usai Chelsea kalah 2–3 dari Arsenal ramai menyoroti VAR. Gol The Gunners dipertanyakan.
Upaya Pencarian Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet: Lewat Tim SAR dan Relawan, Sholawatan di Basecamp hingga Anak Indigo Ikut Bantu

Upaya Pencarian Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet: Lewat Tim SAR dan Relawan, Sholawatan di Basecamp hingga Anak Indigo Ikut Bantu

Upaya pencarian Syafiq Ali pendaki Gunung Slamet yang dinyatakan hilang sejak Senin (29/12/2025) lalu ternyata dilakukan dengan berbagai macam cara. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT