News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Polda Metro Jaya Terbitkan SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, Ini Penjelasan Polisi

Polda Metro Jaya resmi menghentikan penyidikan terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden Jokowi. Penghentian perkara dilakukan melalui mekanisme keadilan restoratif.
Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:38 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/12/2025).
Sumber :
  • ANTARA/Ilham Kausar.

Jakarta, tvOnenews.comPolda Metro Jaya resmi menghentikan penyidikan terhadap Eggi Sudjana (ES) dan Damai Hari Lubis (DHL) dalam kasus ijazah palsu Jokowi.

Penghentian perkara tersebut dilakukan setelah penyidik menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kedua tersangka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan penerbitan SP3 tersebut. Ia menjelaskan, penghentian penyidikan dilakukan atas dasar keadilan restoratif.

“Benar, penyidik telah menerbitkan SP3 terhadap dua tersangka, yaitu saudara ES dan DHL. Penghentian penyidikan dilakukan demi hukum berdasarkan keadilan restoratif,” kata Budi, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Budi mengungkapkan, keputusan tersebut diambil setelah dilakukan gelar perkara khusus pada 14 Januari 2026. Gelar perkara itu digelar menyusul adanya permohonan dari para pelapor maupun pihak tersangka.

Menurutnya, penyidik juga mempertimbangkan terpenuhinya seluruh syarat keadilan restoratif sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku.

Meski demikian, Budi menegaskan penghentian penyidikan hanya berlaku bagi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Proses hukum terhadap tersangka lainnya dalam kasus ini tetap berjalan.

“Untuk tersangka yang tidak dihentikan perkaranya, penyidikan tetap dilanjutkan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi, ahli, serta melengkapi berkas perkara guna kepastian hukum,” ucapnya.

Dalam perkara ijazah palsu Jokowi, Polda Metro Jaya sebelumnya menetapkan total delapan tersangka yang terbagi dalam dua klaster.

Klaster pertama terdiri dari Eggi Sudjana (ES), Kurnia Tri Royani (KTR), Muhammad Rizal Fadillah (MRF), Rustam Effendi (RE), dan Damai Hari Lubis (DHL). Mereka ditetapkan sebagai tersangka pada 7 November 2025.

Para tersangka di klaster ini dijerat dengan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP, Pasal 160 KUHP, Pasal 27a juncto Pasal 45 ayat (4), serta Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45a ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara itu, klaster kedua terdiri dari Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Ketiganya telah diperiksa sebagai tersangka pada 13 November 2025.

Untuk klaster kedua, penyidik menerapkan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP, Pasal 32 ayat (1) juncto Pasal 48 ayat (1), Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat (1), serta Pasal 27a juncto Pasal 45 ayat (4) dan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45a ayat (2) UU ITE.

Budi menyampaikan, berkas perkara untuk tersangka klaster kedua, yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan, dan Tifauzia Tyassuma, telah dikirimkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada 13 Januari 2026.

Sebelum penghentian penyidikan dilakukan, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis diketahui mengajukan permohonan restorative justice (RJ) kepada penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (14/1).

Permohonan tersebut diajukan usai keduanya bersilaturahmi ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah. Dalam pertemuan tersebut, Eggi dan Damai didampingi kuasa hukum mereka, Elida Netti.

Pertemuan itu sempat menuai beragam respons publik. Sebagian pihak menilai kedatangan Eggi dan Damai ke rumah Jokowi sebagai upaya untuk lolos dari jerat pidana, sementara pihak lain menilai pertemuan tersebut sebagai bentuk peringatan atau klarifikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jokowi sendiri enggan menanggapi lebih jauh soal pertemuan tersebut, termasuk apakah dalam pertemuan itu terdapat permintaan maaf.

“Menurut saya ada atau tidak, itu tidak perlu diperdebatkan,” kata Jokowi. (nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gianni Infantino Dilaporkan Minta Pengawalan Setara Paus Selama Kongres FIFA di Vancouver, Pihak Kepolisian Beri Respons Menohok

Gianni Infantino Dilaporkan Minta Pengawalan Setara Paus Selama Kongres FIFA di Vancouver, Pihak Kepolisian Beri Respons Menohok

Polisi Vancouver menolak permintaan pengawalan khusus untuk Gianni Infantino saat Kongres FIFA, memicu polemik baru dan sorotan tajam jelang Piala Dunia 2026.
Susi Pudjiastuti Jadi Komut Hasil RUPST Bank BJB, Ini Ungkapan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Susi Pudjiastuti Jadi Komut Hasil RUPST Bank BJB, Ini Ungkapan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut memberi komentar terkait hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB yang menetapkan eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sri Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama (Komut).
KIE Jakarta Summit Tekankan Riset Interdisipliner sebagai Kunci Kebijakan Nasional, Kolaborasi RI–Australia Diperkuat

KIE Jakarta Summit Tekankan Riset Interdisipliner sebagai Kunci Kebijakan Nasional, Kolaborasi RI–Australia Diperkuat

KIE Jakarta Summit dorong riset interdisipliner dan kolaborasi RI-Australia untuk percepat kebijakan pembangunan nasional berbasis bukti.
Diburu Juventus, Robert Lewandowski dan Bernardo Silva Tunggu Kepastian Bianconeri Tembus Liga Champions?

Diburu Juventus, Robert Lewandowski dan Bernardo Silva Tunggu Kepastian Bianconeri Tembus Liga Champions?

Juventus masih berupaya untuk meyakinkan Robert Lewandowski dan Bernardo Silva untuk bergabung. Namun, keberhasilan mereka untuk menembus empat besar di Liga Italia akan memainkan peranan penting.
Piala Thomas dan Uber 2026: Terhenti di Fase Grup, PBSI Beberkan Evaluasi Hasil Tim Thomas Indonesia

Piala Thomas dan Uber 2026: Terhenti di Fase Grup, PBSI Beberkan Evaluasi Hasil Tim Thomas Indonesia

Hasil pahit harus didapat Tim Thomas Indonesia pada gelaran Piala Thomas dan Uber 2026 yang berlangsung di Denmark.
Calon Pelatih Real Madrid Mengerucut Kedua Nama, Florentino Perez Condong dengan Juru Taktik Berkarakter Kuat

Calon Pelatih Real Madrid Mengerucut Kedua Nama, Florentino Perez Condong dengan Juru Taktik Berkarakter Kuat

Jose Mourinho disebut jadi kandidat terkuat pelatih Real Madrid usai Klopp sulit diyakinkan. Florentino Perez mulai condong memilih sosok berkarakter kuat.

Trending

Mendiktisaintek Pastikan Tidak Ada Rencana Penutupan Program Studi: Bukan Ditutup, tapi Diperbarui

Mendiktisaintek Pastikan Tidak Ada Rencana Penutupan Program Studi: Bukan Ditutup, tapi Diperbarui

Pernyataan itu disampaikan Brian merespons isu penutupan sejumlah program studi yang dinilai tak sejalan dengan perkembangan industri.
Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Menilik jadwal Megawati Hangestri setelah tampil di Proliga 2026. Atlet yang akrab disapa Megatron itu akan kembali turun gunung untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia.
Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Presiden FIFA Gianni Infantino Tiba-tiba Bertemu dengan Erick Thohir, Bahas Playoff Darurat Piala Dunia 2026 untuk Timnas Indonesia?

Presiden FIFA Gianni Infantino Tiba-tiba Bertemu dengan Erick Thohir, Bahas Playoff Darurat Piala Dunia 2026 untuk Timnas Indonesia?

Pertemuan Gianni Infantino dan Erick Thohir di tengah isu playoff darurat Piala Dunia 2026 memunculkan sinyal baru, FIFA bahas masa depan Timnas Indonesia.
Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim putra dan putri bulu tangkis Indonesia meraih hasil berbeda di ajang bergengsi ini.
Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Suporter Timnas Indonesia menerima kabar buruk menjelang pagelaran Piala Asia U-17 2026. Sebab, tim U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto kembali meraih hasil minor.
Selengkapnya

Viral