Prabowo Incar Transfer Keunggulan Akademik Inggris, Russell Group Diposisikan Jadi Mitra Strategis SDM Indonesia
- BPMI Istana Negara
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden RI, Prabowo Subianto, menjadikan sektor pendidikan tinggi Inggris sebagai salah satu poros baru kemitraan strategis Indonesia–Inggris.
Hal itu disampaikan usai berdialog dengan pimpinan universitas-universitas elite yang tergabung dalam Russell Group, di London, Selasa (20/1/2026).
Russell Group menaungi 24 universitas riset paling prestisius di Inggris, termasuk University of Oxford, University of Cambridge, dan Imperial College London. Kerja sama dengan kelompok tersebut dipandang membuka ruang transfer keunggulan akademik, riset, dan pengembangan sumber daya manusia berkelas dunia.
“Pertemuan dengan para pemimpin Russell Group saya rasa sangat produktif,” ujar Prabowo saat bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).
Kunjungan Prabowo ke London berlangsung di tengah intensifikasi kemitraan strategis kedua negara yang belakangan banyak menyasar sektor ekonomi, teknologi pertahanan, dan maritim.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Prabowo juga berdiskusi dengan pelaku bisnis dan perusahaan pertahanan Inggris, termasuk Babcock.
“Kami sangat puas dengan pertemuan tersebut. Saya rasa kerja sama ini sangat penting bagi pengembangan ekonomi maritim kami,” tuturnya.
PM Starmer menyambut positif fokus Prabowo pada peningkatan kualitas pendidikan Indonesia dan menyatakan kesiapan Inggris memperluas kolaborasi.
“Anda sangat kami sambut, dan saya menantikan diskusi lebih lanjut antara kita,” kata Starmer.
Peningkatan kolaborasi pendidikan dinilai dapat melengkapi tiga pilar besar kemitraan strategis Indonesia–Inggris, yaitu pertumbuhan ekonomi, pertahanan, dan inovasi. Selain memperkuat hubungan bilateral, kerja sama pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM nasional. (agr/ree)
Load more