Kisah Nyata WNI Eks Pekerja Scam di Laos, Tidur Sekamar dengan Anjing, Sulit Menenggak Air Putih hingga Rela Bayar Ratusan Juta Rupiah Demi Nyawa
- Antara/Aprillio Akbar
“Kayak di warnet gitu. Isinya scammer semua. Intinya gue masuk sindikat love scamming,” katanya.
Nanda mengatakan tugasnya hanya untuk membuat korbannya percaya hingga mau menginvestasikan uang ratusan hingga ribuan dolar AS.
“Gain trust mereka. Ibaratnya ini investasi buat kita berdua (korban love scamming). Lu simpan 100 dolar AS nanti dapat another 100 dolar AS. Awal-awal memang benar,” katanya.
Tak hanya love scamming, phishing pun dilakukan di “kantor” tersebut dengan target orang bule.
Menurut Nanda, cara kerja di sini hampir sama seperti di Film No More Bets (2023). Namun, baginya, faktanya lebih mengerikan dari yang diceritakan di film itu.
“Alhamdulillah gue enggak disiksa. Tapi tiap hari lihat orang disiksa. Ada orang baru dari Myanmar ketiduran langsung disetrum pakai setruman gajah. Depan gedung gue itu ada tembok. Cewek-cowok berjejer hadap tembok terus kepalanya dijedotin satu-satu. Yang pingsan didiemin. Orang udah enggak ada harganya,” ungkapnya.
Nanda mulai mengenali lingkungan di sana setelah beberapa hari bekerja. Saat dia bilang dibawa ke sebuah apartemen, memang benar tempat tersebut adalah apartemen pada umumnya.
Apartemen itu memiliki beberapa tower. Dia mengira-ngira saat itu tempat kerjanya berada di lantai 30, sedangkan kamarnya berada di lantai 18.
Menurut Nanda, kamarnya sangat tidak manusiawi. Dia ditempatkan di kamar sempit bersama delapan orang lainnya dan tidur di bunk bed.
Yang paling diingat Nanda adalah dia tidur satu kamar dengan anjing juga. Anjing golden retriever itu merupakan peliharaan bosnya.
“Bayangin tempat tidur bertingkat, lu kebangun bawahnya ada anjing. Anjingnya bos. Peliharaan bos ya gimana maunya dia di situ. Ber*k di kolong kasur. Gue beresin lagi. Di atas kasur orang lagi gitu (berhubungan badan). Di kasur kanan-kiri cowok sama cowok lagi gitu. Neraka banget,” terangnya.
Kamar mandinya juga tidak bisa Nanda lupakan hingga sekarang.
“Kamar mandi ada. Yang rame-rame ada, yang satu bilik ada. Kadang gue juga mandi sama anjing,” sambungnya.
Load more