Kisah Nyata WNI Eks Pekerja Scam di Laos, Tidur Sekamar dengan Anjing, Sulit Menenggak Air Putih hingga Rela Bayar Ratusan Juta Rupiah Demi Nyawa
- Antara/Aprillio Akbar
Jakarta, tvOnenews.com - Nanda tak menyangka akhirnya dia bisa menikmati Teh Botol dan nasi uduk di bawah terik matahari di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Pria berusia 30 tahunan itu lantas berjanji ke dirinya sendiri untuk tidak melakukan hal aneh dan akan melanjutkan hidup sebaik-baiknya.
Tahun 2022 merupakan tahun yang berat untuk Nanda. Dia harus membiayai biaya pengobatan nenek dan omnya yang tak murah.
Kerjaan tak punya, cari kerja susah meskipun sudah mengantongi ijazah S1, lamar sana sini hanya dijanjikan “nanti dihubungi lagi ya” hingga pinjaman online pun dipilihnya sebagai jalan pintas untuk mengisi dompetnya yang semakin hari semakin menipis. Ditambah lagi, Covid-19 masih merebak.
“Ngelamar guru ngaji ditolak sampai jadi office boy juga ditolak. Semua gue lamar. Jadi tukang delivery Pizza Hut pun gue lamar,” katanya kepada tvOnenews.com, Minggu (25/1/2026).
Kesulitan Nanda di tahun itu mencapai klimaksnya saat putus dengan tunangannya. Tunangannya selingkuh. Hubungan dengan keluarganya pun merenggang.
Dia tak tahu lagi harus ke mana dan berbuat apa. Rasanya ingin menghilang saja dari Indonesia.
“Temen gue bilang, ‘Lu katanya mau menghilang? Nih, ada lowongan jauh’. Ya gue ambil. Gue enggak peduli kerjanya apa yang penting gue berangkat keluar Indonesia. Bodo amat enggak mikirin orang mau bawa gue ke mana karena dulu bener-bener diambang batas ya udah pengen mati ajalah,” ungkapnya.
Di samping sikapnya saat itu yang sudah tak peduli lagi, Nanda menilai persyaratan yang dibutuhkan untuk kerja di luar Indonesia sangat mudah. Syaratnya hanya perlu bisa komputer. Bisa bahasa Inggris hanya nilai tambah.
Baginya, dua persyaratan itu sudah dikantonginya. Interview pun dijalaninya dengan mudah hingga langsung diterima bekerja.
Sekitar bulan Maret 2022, Nanda akhirnya berangkat setelah dokumen, paspor hingga tiket pesawat dikantonginya. Akhirnya dia berangkat dari Jakarta menuju Vientiane, Laos.
“Sampai sana gue dijemput. Kalau setelannya preman ya gue pasti enggak mau ikut. Gue pilih beli tiket pulang lagi lah. Cuma waktu itu yang jemput gue semacam officer gitu. Dia escort gue ke van. Mobil tentara,” ujarnya.
Load more