GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ahok Ungkap Lapangan Golf Jadi Lokasi Favorit Negosiasi Minyak: Murah, Sehat, dan Efektif

Ahok menyebut lapangan golf sebagai tempat negosiasi minyak paling murah dan sehat saat bersaksi di pengadilan kasus Pertamina. Simak penjelasannya di sini.
Selasa, 27 Januari 2026 - 14:52 WIB
Tak Jadi Hari Ini, Ahok hingga Jonan Bakal Jadi Saksi Pekan Depan di Sidang Kasus Korupsi Pertamina
Sumber :
  • tvOnenews - Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengungkapkan fakta menarik terkait praktik negosiasi bisnis migas di level internasional. Dalam persidangan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026), Ahok menyebut lapangan golf sebagai tempat negosiasi minyak paling murah, sehat, dan efektif.

Menurut Ahok, dibandingkan lokasi lain seperti restoran mewah atau klub malam, lapangan golf justru menjadi pilihan paling rasional untuk membangun komunikasi dengan para pengusaha minyak dunia. Selain lebih hemat biaya, aktivitas tersebut juga dinilai lebih sehat karena melibatkan olahraga dan aktivitas di luar ruangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat dan paling murah. Jemur, jalan, murah, dan bayarin anggota main itu sangat murah,” ujar Ahok saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim.

Ahok menjelaskan, kebiasaan tersebut ia temui sejak awal menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina. Ia menyadari bahwa banyak pengusaha minyak asal Amerika Serikat, termasuk dari perusahaan raksasa seperti Exxon dan Chevron, memiliki kegemaran bermain golf. Situasi itu kemudian dimanfaatkan sebagai ruang informal untuk membangun komunikasi bisnis yang lebih cair.

“Karena misalnya saya nego dengan Exxon, saya mau minta bagian saham, itu ada negosiasi di lapangan golf. Nah, itu biasa,” tuturnya.

Ahok bahkan mengaku sempat belajar bermain golf secara serius demi menyesuaikan diri dengan budaya pergaulan bisnis di sektor energi global. Ia mengikuti sekolah golf agar dapat berinteraksi lebih leluasa dengan para mitra strategis Pertamina, tanpa harus terjebak dalam jamuan mahal yang menurutnya tidak efisien dan berpotensi bermasalah.

“Kalau di klub malam itu mahal dan tidak sehat. Golf lebih masuk akal,” kata Ahok menegaskan.

Pernyataan Ahok tersebut muncul dalam sidang pemeriksaan saksi terkait perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina periode 2018–2023. Dalam perkara ini, jaksa mendakwa sembilan orang terdakwa dari berbagai entitas di lingkungan Pertamina dan perusahaan swasta yang bergerak di sektor pelayaran serta perdagangan energi.

Adapun sembilan terdakwa tersebut antara lain pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza, Vice President Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Agus Purwono, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Yoki Firnandi, Komisaris PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi Gading Ramadhan Juedo, serta Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara Dimas Werhaspati.

Selain itu, terdapat pula Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Maya Kusuma, Vice President Trading Produk Edward Corne, serta Direktur Feedstock and Product Optimization PT KPI Sani Dinar Saifudin.

Jaksa menilai para terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara dalam jumlah sangat besar. Total kerugian negara dalam perkara ini ditaksir mencapai Rp285,18 triliun.

Kerugian tersebut terdiri atas:

  • Kerugian keuangan negara sebesar 2,73 miliar dolar AS dan Rp25,44 triliun

  • Kerugian perekonomian negara senilai Rp171,99 triliun

  • Keuntungan ilegal sebesar 2,62 miliar dolar AS

Secara rinci, kerugian keuangan negara mencakup 5,74 miliar dolar AS dari pengadaan impor BBM dan Rp2,54 triliun dari penjualan solar nonsubsidi sepanjang 2021–2023. Sementara itu, kerugian perekonomian negara berasal dari kemahalan harga pengadaan BBM yang berdampak luas terhadap beban ekonomi nasional.

Dalam kesaksiannya, Ahok menegaskan bahwa praktik negosiasi di lapangan golf bukanlah sesuatu yang aneh dalam dunia bisnis migas global. Menurutnya, pendekatan informal seperti ini justru sering menjadi pintu masuk komunikasi strategis sebelum pembahasan formal di meja rapat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, Ahok juga menekankan bahwa seluruh proses pengambilan keputusan di Pertamina tetap harus mengikuti mekanisme resmi dan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menyebut aktivitas informal hanya sebatas membangun komunikasi awal, bukan sebagai sarana transaksi ilegal.

Kesaksian Ahok tersebut menjadi salah satu sorotan dalam persidangan kasus besar Pertamina, mengingat besarnya kerugian negara yang diduga timbul serta posisi strategis sektor energi dalam perekonomian nasional. Sidang perkara ini dijadwalkan masih akan berlanjut dengan pemeriksaan saksi-saksi lainnya dalam waktu dekat. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Anthony Leong Apresiasi Presiden Prabowo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Jaga Stabilitas Politik Jadi Fondasi Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Anthony Leong Apresiasi Presiden Prabowo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Jaga Stabilitas Politik Jadi Fondasi Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anthony Leong, menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak akan dapat dicapai tanpa fondasi stabilitas politik yang kuat.
Pengakuan Jujur Maarten Paes kepada Media Belanda soal Keputusan Dinaturalisasi demi Bela Timnas Indonesia

Pengakuan Jujur Maarten Paes kepada Media Belanda soal Keputusan Dinaturalisasi demi Bela Timnas Indonesia

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, membuat pengakuan soal keputusannya dinaturalisasi. Sang penjaga gawang memutuskan untuk menanggalkan kewarganegaraan Belanda-nya.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Megawati Hangestri Sudah Tanda Tangan Kontrak dengan Hyundai Hillstate, Volimania Tinggal Tunggu Pengumuman Resmi

Megawati Hangestri Sudah Tanda Tangan Kontrak dengan Hyundai Hillstate, Volimania Tinggal Tunggu Pengumuman Resmi

Hyundai Hillstate dikabarkan telah menyelesaikan kesepakatan kontrak dengan Megawati Hangestri untuk bermain di Liga Voli Korea 2026-2027.
Hunian Rp50–89 Miliar Botanic Villa NavaPark Terjual Habis dalam 5 Bulan, Bukti Minat Kuat Pasar Super High-End Terhadap Hunian Premium di BSD City

Hunian Rp50–89 Miliar Botanic Villa NavaPark Terjual Habis dalam 5 Bulan, Bukti Minat Kuat Pasar Super High-End Terhadap Hunian Premium di BSD City

Minat dan kebutuhan akan produk hunian mewah saat ini masih menjadi primadona masyarakat super high-end karena menawarkan beragam fasilitas yang lengkap, mewah, dan terletak di kawasan eksklusif dan strategis.
Hari Jadi ke-733, Bupati Mojokerto Dorong Pembangunan Lebih Merata dan Berdampak bagi Masyarakat

Hari Jadi ke-733, Bupati Mojokerto Dorong Pembangunan Lebih Merata dan Berdampak bagi Masyarakat

Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 jadi momentum bagi Pemkab Mojokerto untuk memperkuat arah pembangunan yang lebih merata, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. 

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral