News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anggotanya Intimidasi Penjual Es Gabus, Polda Metro Jaya Minta Maaf

Polda Metro Jaya meminta maaf atas kejadian viralnya penjual es gabus yang mendapatkan dituduh menjual makanan mengandung spons oleh dua aparat TNI dan polisi.
Rabu, 28 Januari 2026 - 14:36 WIB
Penjual Es Gabus Dituding Pakai Bahan Spons, Aparat TNI-Polri Jadi Sorotan
Sumber :
  • Tangkapan layar - instagram.com/yue_cooking

Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya meminta maaf atas viralnya penjual es gabus yang mendapatkan dituduh menjual makanan mengandung spons oleh dua aparat yakni Babinsa Serda Heri Purnomo dan Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi.

"Kami dari Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf apabila dalam upaya tindakan yang dilakukan oleh personel kami menimbulkan persepsi yang kurang baik ataupun kurang tepat. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (28/1/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun menyadari meski diniatkan untuk edukasi, cara yang dilakukan anggotanya bisa menimbulkan makna yang berbeda oleh publik.

Budi mengatakan, Polri tidak pernah berniat untuk mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, apalagi para pengusaha kecil.

Dirinya menegaskan, Polri berkomitmen untuk mendukung warganya berkegiatan dengan nyaman dan aman.

“Kepolisian tidak pernah mematikan atau menghambat usaha UMKM masyarakat. Namun apa pun itu, kami memahami secara psikologis adanya kekecewaan publik,” katanya menambahkan.

Adapun soal penjual es gabus yang dinilai mendapatkan intimidasi dari polisi, ia mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi.

Saat ini Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) telah mendalami kasus ini untuk memastikan jika ada pelanggaran di dalamnya.

"Kami terbuka terhadap evaluasi dan akan menindaklanjuti secara profesional,” kata dia lagi.

Diberitakan sebelumnya, media sosial dibuat geger karena ada seorang pria paruh baya menjual es gabus sedang diinterogasi oleh anggota polisi dan TNI.

Kedua aparat itu menuding bahwa dagangan sang pria mengandung bahan berbahaya yaitu spons.

Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya pun melakukan tes. Ternyata tidak ditemukan adanya zat berbahaya yang dituduhkan.

Polisi juga memastikan bahwa es yang dijual aman serta layak untuk dikonsumsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan adanya informasi yang valid tersebut, anggota TNI selaku Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Dalam klarifikasinya, Aiptu Ikhwan Mulyadi menyatakan rasa penyesalan atas sikap kelirunya. 

"Asslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," kata dia dalam keterangannya di Aula Mako Polsek Kemayoran, Senin malam 26 Januari 2026. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Ono Surono di Kasus Suap Ijon Proyek

KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Ono Surono di Kasus Suap Ijon Proyek

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami aliran dana ke Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono di kasus suap ijon proyek di wilayah Kabupaten Bekasi...
Prabowo Bentuk “Mesin Tempur” Energi Nasional, Bahlil Pimpin DEN dengan Deretan Menteri Kunci

Prabowo Bentuk “Mesin Tempur” Energi Nasional, Bahlil Pimpin DEN dengan Deretan Menteri Kunci

Presiden Prabowo menata ulang komando kebijakan energi nasional dengan melantik Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN).
Wamendagri dan Kadin Dorong Daerah Jadi Motor Industri Halal, Targetkan RI Kuasai Pasar Global

Wamendagri dan Kadin Dorong Daerah Jadi Motor Industri Halal, Targetkan RI Kuasai Pasar Global

Wamendagri menyebut bahwa prospek industri halal Indonesia sangat cerah, dengan catatan penguatan ekosistem dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Istana Sebut Presiden Prabowo Masih Pertimbangkan Pengganti Wamenkeu

Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Istana Sebut Presiden Prabowo Masih Pertimbangkan Pengganti Wamenkeu

Usai Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur BI, Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut Presiden RI Prabowo Subianto masih mempertimbangkan pengganti Wamenkeu.
BSKDN Gandeng SKALA untuk Perkuat Pengukuran Dampak Kebijakan Pascaimplementasi, Dorong Evidence-Based Policy

BSKDN Gandeng SKALA untuk Perkuat Pengukuran Dampak Kebijakan Pascaimplementasi, Dorong Evidence-Based Policy

Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menekankan bahwa penguatan pengukuran dampak kebijakan menjadi fondasi utama penerapan kebijakan berbasis bukti.
KPK Terus Dalami Dugaan Aliran Dana ke Kluster DPRD Kabupaten Bekasi di Kasus Suap Ijon Proyek

KPK Terus Dalami Dugaan Aliran Dana ke Kluster DPRD Kabupaten Bekasi di Kasus Suap Ijon Proyek

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan adanya aliran ke anggota DPRD Bekasi Jejen Sayuti dari Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK).

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Era John Herdman di Timnas Indonesia membuka peluang besar naturalisasi pemain Eropa. Enam nama potensial disorot jelang FIFA Series 2026 dan proyek Piala Dunia 2030.
Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Peristiwa itu bermula ketika Suerajat didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah adanya laporan warga.
Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Disandingkan dengan Pratama Arhan karena bisa ciptakan lemparan jauh jadi sebuah peluang, bisakah gelandang Serie A berdarah Jakarta ini bela Timnas Indonesia?
Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda banyak yang keheranan ketika melihat kabar Ajax Amsterdam bakal merekrut Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia kabarnya akan ditebus seharga 1 juta euro.
Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Ajax Amsterdam dikabarkan selangkah lagi mendatangkan Maarten Paes, kiper FC Dallas sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia. Begini reaksi publik Belanda.
Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara soal pedagang es gabus yang diamankan aparat gabungan Polri dan TNI usai diduga terbuat dari bahan berbahaya yakni spons.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT