GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polda Metro Jaya Bantah Tudingan Peras Rp5 M ke Eks Pegawai Kementan yang Jadi Tersangka Korupsi

Polda Metro Jaya membantah tegas tudingan adanya praktik pemerasan dalam penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan pejabat Kementerian Pertanian.
Rabu, 28 Januari 2026 - 16:58 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com – Polda Metro Jaya membantah tegas tudingan adanya praktik pemerasan dalam penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan pejabat Kementerian Pertanian.

Kepolisian menegaskan, penetapan tersangka hingga nilai kerugian negara murni berdasarkan hasil audit resmi, bukan permintaan penyidik. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menjelaskan kasus tersebut bermula dari laporan resmi Kementerian Pertanian yang disertai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada pengaduan dari satu kementerian atau lembaga kepada Polda Metro Jaya, mengirimkan hasil audit BPKP DKI dengan nominal kerugian terkait Surat Perjalanan Dinas, sebesar 9 miliar rupiah,” katanya, Rabu, 28 Januari 2026.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti penyidik dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, hingga audit lanjutan. Dari proses pendalaman itu, ditemukan nilai kerugian negara yang lebih spesifik.

“Pada saat melakukan pendalaman, pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan barang bukti, audit dilaksanakan, ditemukan kerugian sebesar 5,94 miliar rupiah,” ucapnya.

Budi menyampaikan, penyidik telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini, masing-masing berinisial IM dan DSD. Perkara tersebut terjadi dalam kurun waktu yang cukup panjang dan hingga kini masih terus dikembangkan.

“Saat ini sudah ada dua orang tersangka, yaitu saudari IM dan saudara DSD. Kejadian ini mulai berawal dari temuan tersebut 2020 sampai dengan 2024. Jadi proses ini masih berjalan saat sekarang,” ujar dia.

Ia menambahkan, penetapan tersangka juga telah disertai dengan penetapan penyitaan yang dikeluarkan oleh pengadilan.

“Kedua orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk penetapan penyita pengadilan sudah keluar,” ucapnya.

Terkait pernyataan tersangka IM yang sempat viral melalui sebuah podcast dan menuding adanya permintaan uang Rp5 miliar oleh penyidik, Budi menegaskan tudingan tersebut telah ditelusuri oleh internal kepolisian. Hasil pendalaman Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya memastikan tidak ditemukan adanya pelanggaran.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada podcast Forum Keadilan, artinya di sini menyampaikan bahwa Polri itu tidak anti kritik. Tapi Bidpropam Polda Metro Jaya sudah melakukan pendalaman, tidak ditemukan indikasi ada yang permintaan 5 miliar kepada tersangka,” lanjutnya 

Menurut Budi, angka Rp5,94 miliar yang dipersoalkan tersangka merupakan hasil audit resmi, bukan permintaan dari penyidik sebagaimana yang ditudingkan.

“Jadi persepsi yang salah yang dibangun oleh tersangka, 5,94 miliar itu adalah hasil audit terakhir, asal temuan dari yang digelapkan oleh tersangka,” kata Budi.

Ia menegaskan, meski diwarnai berbagai tudingan, proses hukum akan tetap berjalan sesuai ketentuan.

“Jadi penyidik, proses penyidikan masih tetap terus berjalan,” sambungnya.

Sebelumnya, tersangka Indah Megahwati dalam sebuah podcast yang disiarkan melalui kanal YouTube Forum Keadilan membantah terlibat tindak pidana korupsi. Ia mengaku sempat dimintai uang Rp5 miliar oleh penyidik dan diancam asetnya akan disita jika tidak memenuhi permintaan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Kementerian Pertanian menegaskan perkara yang menjerat Indah Megahwati bukanlah rekayasa. Berdasarkan audit investigatif Inspektorat Jenderal Kementan, ditemukan dugaan proyek fiktif senilai Rp27 miliar, dengan realisasi dana yang telah diterima mencapai Rp10 miliar. Kasus tersebut kini ditangani Polda Metro Jaya dan masih terus dikembangkan.

Foe Peace Simbolon

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PSSI Akhirnya Angkat Bicara Soal Dugaan Pemukulan Terhadap Beckham Putra di Laga Persija Vs Persib

PSSI Akhirnya Angkat Bicara Soal Dugaan Pemukulan Terhadap Beckham Putra di Laga Persija Vs Persib

Exco PSSI Arya Sinulingga buka suara soal Beckham Putra diduga dipukul dan derby panas Persija Jakarta vs Persib Bandung yang penuh drama dan seru ditonton.
Jadi Ajang Unjuk Gigi Wonderkid Diaspora Timnas Indonesia, PSSI Beberkan Persiapan Piala AFF U-19 2026 yang Bergulir Juni Nanti

Jadi Ajang Unjuk Gigi Wonderkid Diaspora Timnas Indonesia, PSSI Beberkan Persiapan Piala AFF U-19 2026 yang Bergulir Juni Nanti

PSSI mulai mematangkan persiapan menjelang bergulirnya Piala AFF U-19 2026. Turnamen tersebut dipastikan menjadi panggung bagi talenta muda Timnas Indonesia.
Awas Penipuan, KAI Services Imbau Pencari Kerja untuk Berhati-hati

Awas Penipuan, KAI Services Imbau Pencari Kerja untuk Berhati-hati

KAI Services mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap bentuk penipuan yang mengatasnamakan KAI Services dengan berbagai modus lowongan pekerjaan.
Berani 'Asbun' di Depan Sherly Tjoanda, Kepsek Ini Kena Semprot Gubernur Malut: Kalau Bapak Asal Bunyi

Berani 'Asbun' di Depan Sherly Tjoanda, Kepsek Ini Kena Semprot Gubernur Malut: Kalau Bapak Asal Bunyi

Sikap tegas Sherly Tjoanda kembali mencuri perhatian publik saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Morotai. Sang Kepsek kena tegur usai berani asbun.
Video Rekaman CCTV-nya Viral, Pelaku Curanmor Beraksi Pakai Senjata Api di Duren Sawit

Video Rekaman CCTV-nya Viral, Pelaku Curanmor Beraksi Pakai Senjata Api di Duren Sawit

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan dua orang pria melakukan aksi pencurian sepeda motor menggunakan senjata api di wilayah Duren Sawit.
Timnas Futsal Indonesia Melejit, Erick Thohir Sampai Bilang PSSI Harus Belajar dari FFI

Timnas Futsal Indonesia Melejit, Erick Thohir Sampai Bilang PSSI Harus Belajar dari FFI

Erick Thohir mengakui PSSI perlu belajar dari FFI usai Timnas Futsal Indonesia melesat di ranking FIFA dan bidik tuan rumah Piala Dunia 2028.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Khamzat Chimaev gagal mempertahankan gelar sabuk di UFC 328 setelah dikalahkan Sean Strickland, hasil yang sekaligus membuktikan peringatan Khabib Nurmagomedov.
Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung juga mendapatkan julukan baru dari volimania Indonesia usai resmi mendatangkan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027.
Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana untuk mengganti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dengan sistem jalan berbayar pada setiap ruas jalan milik provinsi.
AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung

AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyampaikan kabar buruk kepada Timnas Indonesia U-17. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tersebut akan bermain menghadapi Jepang di lanjutan Piala Asia U-17 2026.
Selengkapnya

Viral