News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo Dorong Program 3 Juta Rumah Dikebut, Hashim: Jangan Sampai Keadilan Sosial Cuma Jadi Slogan

Pemerintah berupaya mempercepat pembangunan perumahan rakyat sebagai bagian dari upaya mengatasi ketimpangan sosial di Indonesia.
Senin, 16 Maret 2026 - 20:37 WIB
Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo
Sumber :
  • dok. Bakom Pemerintah

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah berupaya mempercepat pembangunan perumahan rakyat sebagai bagian dari upaya mengatasi ketimpangan sosial di Indonesia.

Program ini dinilai penting agar akses terhadap hunian layak tidak hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat menengah ke atas, tetapi juga menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan percepatan pembangunan hunian rakyat merupakan komitmen langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan prinsip keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pancasila, khususnya sila kelima.

Pernyataan itu disampaikan Hashim saat acara groundbreaking program 3 juta rumah di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).

Dalam sambutannya, Hashim menyoroti adanya persepsi di masyarakat bahwa program perumahan selama ini lebih banyak dinikmati kelompok tertentu.

“Ada kesan bahwa yang dapat perumahan ini kelas menengah ke atas. Padahal sesungguhnya yang membutuhkan bukan hanya kelas menengah ke atas, tetapi juga yang di bawah kelas menengah,” ujarnya.

Menurutnya, percepatan pembangunan perumahan menjadi langkah konkret pemerintah untuk memastikan akses hunian yang lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, pembentukan Satgas Perumahan oleh Presiden dilakukan untuk mempercepat realisasi pembangunan tersebut.

“Maka Satgas Perumahan dibentuk dua tahun lalu agar supaya mempercepat proses ini untuk memenuhi sila kelima kita. Agar supaya Pancasila bukan hanya slogan-slogan kosong saja,” tegasnya.

Hashim menilai selama ini implementasi sila kelima yang menekankan keadilan sosial kerap belum terasa secara nyata bagi masyarakat luas. Ia menyebut pembangunan nasional sering kali lebih menonjolkan aspek lain dari Pancasila dibandingkan upaya pemerataan kesejahteraan.

“Seolah-olah sila kelima ini diabaikan,” ungkapnya.

Melalui percepatan pembangunan perumahan yang mulai dijalankan saat ini, pemerintah berharap masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sekarang, dengan program yang kita saksikan hari ini, kita wujudkan hari ini. Kita mulai hari ini menuju sila kelima, supaya rakyat kita betul-betul merasakan manfaat nyata daripada kehadiran Pancasila sebagai ideologi negara,” ucapnya.

Selain berdampak pada pemerataan akses hunian, Hashim menilai sektor perumahan juga memiliki efek pengganda terhadap perekonomian nasional. Pembangunan rumah akan menggerakkan berbagai sektor industri, mulai dari bahan bangunan seperti semen, besi, dan kayu, hingga industri pendukung seperti mebel dan kabel listrik.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Polemik 15 Kontainer Muatan Ilmenit, KSP Dudung Abdurachman Lakukan Pertemuan

Respons Polemik 15 Kontainer Muatan Ilmenit, KSP Dudung Abdurachman Lakukan Pertemuan

Pembongkaran 15 kontainer muatan tambang ilmenit milik PT Putera Mineral Mandiri (PMM) oleh Satgas PKH terus menuai polemik.
Faktor Ekonomi Jadi Pemicu? Ini Daftar Provinsi dengan Kriminalitas Tertinggi di Indonesia 2026, Narkoba Masih Mengancam

Faktor Ekonomi Jadi Pemicu? Ini Daftar Provinsi dengan Kriminalitas Tertinggi di Indonesia 2026, Narkoba Masih Mengancam

Kriminalitas di Indonesia masih tinggi pada 2026. Benarkah faktor ekonomi menjadi motif utama kejahatan? Simak daftar provinsi dengan tingkat kriminalitas tertinggi, tren narkoba
Perseteruan Erin dan Mantan ART Belum Usai, Polisi Segera Tentukan Arah Kasus

Perseteruan Erin dan Mantan ART Belum Usai, Polisi Segera Tentukan Arah Kasus

Kasus dugaan pencemaran nama baik yang menyeret nama Rien Wartia Trigina atau Erin dengan mantan asisten rumah tangganya, Herawati, masih terus bergulir.
Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan

Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan

Judi online masih sulit diberantas di Indonesia meski jutaan situs telah diblokir. Simak penyebab utama, modus terbaru, data terbaru, dan solusi yang dinilai lebih efektif.
Tren PTM Tingkat Kronis Meningkat, IFI Minta Kebijakan Rujukan Fisioterapi Dirombak

Tren PTM Tingkat Kronis Meningkat, IFI Minta Kebijakan Rujukan Fisioterapi Dirombak

Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) menyebut adanya peningkatan tren penyakit tidak menular (PTM) dengan kategori kronis bagi masyarakat.
Emil Audero Jadi Rebutan di Serie A? Sang Agen Akhirnya Buka Suara Soal Klub Baru Kiper Timnas Indonesia

Emil Audero Jadi Rebutan di Serie A? Sang Agen Akhirnya Buka Suara Soal Klub Baru Kiper Timnas Indonesia

Masa depan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi tanda tanya besar menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Sang agen akhirnya buka suara soal klub baru.

Trending

Rizky Billar Murka Difitnah Selingkuh Hingga Punya Anak dari Asila Maisa, 6 Akun Medsos Langsung Dipolisikan!

Rizky Billar Murka Difitnah Selingkuh Hingga Punya Anak dari Asila Maisa, 6 Akun Medsos Langsung Dipolisikan!

Rumor perselingkuhan yang menyeret nama Rizky Billar dan putri presenter Ramzi, Asila Maisa, kini berujung ke ranah hukum.
10 Pemain dengan Rating Tertinggi di Piala Dunia 2026, Lionel Messi Memimpin, Kiper 40 Tahun Ini Nyaris Menyalipnya

10 Pemain dengan Rating Tertinggi di Piala Dunia 2026, Lionel Messi Memimpin, Kiper 40 Tahun Ini Nyaris Menyalipnya

Piala Dunia 2026 langsung menghadirkan banyak penampilan luar biasa pada laga-laga perdana fase grup. Berikut 10 pemain dengan rating tertinggi versi Sofascore.
Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan

Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan

Judi online masih sulit diberantas di Indonesia meski jutaan situs telah diblokir. Simak penyebab utama, modus terbaru, data terbaru, dan solusi yang dinilai lebih efektif.
Richard Lee Dijerat Pasal Berlapis, Sidang Perdana Ungkap Sejumlah Dugaan Pelanggaran Produk Kecantikan

Richard Lee Dijerat Pasal Berlapis, Sidang Perdana Ungkap Sejumlah Dugaan Pelanggaran Produk Kecantikan

Sidang perdana dokter sekaligus influencer kecantikan Richard Lee beragendakan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang.
Minyak Dunia Anjlok, DPR RI Sebut Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Tetap Sama

Minyak Dunia Anjlok, DPR RI Sebut Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Tetap Sama

Ketua Badan Anggaran (Banggar), DPR RI Said Abdullah buka suara terkait anjloknya harga minyak dunia menyusul kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Korban Dugaan Penipuan Bakal Bersurat ke Presiden, Ini Duduk Perkaranya

Korban Dugaan Penipuan Bakal Bersurat ke Presiden, Ini Duduk Perkaranya

Dugaan kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah di kawasan Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang yang menyeret nama Bupati Tanggamus, Mohammad Saleh Asnawi terus berlanjut.
Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia

Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia

Seakan hampir berjodoh, ternyata Red String Theory juga terjadi pada Timnas Indonesia dan Piala Dunia. Dari mulai Belanda sebagai timnas pusat hingga nasib buruk menimpa lawan Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia. 
Selengkapnya

Viral