GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Petinggi OJK–BEI Mundur Beruntun, Ekonom Unand Ingatkan Risiko Kekosongan Kendali IHSG

Gelombang pengunduran diri di puncak lembaga pengawas dan penyelenggara pasar modal dinilai berpotensi memperkeruh pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:31 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kiri) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan) menyampaikan keterangan pers, Jumat (30/1).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang pengunduran diri di puncak lembaga pengawas dan penyelenggara pasar modal dinilai berpotensi memperkeruh pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) apabila pasar menangkapnya sebagai sinyal melemahnya kendali institusional dan ketidakpastian arah kebijakan.

Pengamat Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Syafruddin Karimi, menilai momentum tersebut terjadi di saat yang sensitif, ketika investor global semakin mencermati isu investability Indonesia menjelang evaluasi MSCI pada Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mundurnya petinggi OJK dan BEI bisa memperkeruh IHSG jika pasar membaca peristiwa itu sebagai kekosongan kendali dan ketidakpastian kebijakan, terutama ketika investor global sudah sensitif terhadap isu investability dan tenggat evaluasi MSCI pada Mei 2026,” ujar Syafruddin saat dihubungi tvOnenews.com, Sabtu (31/1/2026).

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman
Sumber :
  • Muhammad Heriyanto-Antara

Ia menjelaskan, dalam kondisi institusional yang tampak goyah, pasar cenderung menaikkan premi risiko. Investor membutuhkan kepastian aturan, konsistensi penegakan, serta stabilitas kelembagaan sebagai fondasi utama pasar modal.

“Pasar biasanya menaikkan premi risiko saat sinyal institusional tampak goyah, karena investor menuntut kepastian aturan, penegakan, dan stabilitas kelembagaan sebagai pondasi pasar modal,” katanya.

Namun di sisi lain, Syafruddin menilai pengunduran diri massal tersebut juga dapat dimaknai sebagai peluang untuk melakukan reset kebijakan, jika segera diikuti langkah reformasi yang konkret dan terukur.

Menurutnya, dampak negatif dapat ditekan bila otoritas bergerak cepat menghadirkan perubahan yang bisa diuji oleh pasar.

“Pada saat yang sama, pengunduran diri massal juga bisa menjadi angin segar jika otoritas segera mengubahnya menjadi reset yang menghasilkan paket reform yang terukur,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah agenda yang dinilai krusial, mulai dari perbaikan transparansi kepemilikan saham, konsistensi data free float, penertiban perilaku pasar yang merusak mekanisme pembentukan harga, hingga implementasi kebijakan kenaikan free float minimum yang terbukti berkorelasi dengan perbaikan likuiditas.

Syafruddin menegaskan, secara teori sinyal, langkah yang mahal secara reputasi seperti pengunduran diri pejabat puncak hanya akan efektif jika diikuti bukti nyata yang dapat diverifikasi pasar.

“Tindakan yang mahal secara reputasi dapat memperkuat kredibilitas komitmen reform ketika publik melihat perubahan aturan berjalan cepat dan konsisten,” ucapnya.

Karena itu, ia menilai dampak pengunduran diri para petinggi tidak bersifat otomatis, baik positif maupun negatif. 

Penilaian pasar akan sangat ditentukan oleh kecepatan eksekusi reformasi dan disiplin komunikasi regulator dalam beberapa pekan ke depan.

“Jadi, dampaknya tidak otomatis negatif atau positif; dampaknya ditentukan oleh kecepatan eksekusi reform dan disiplin komunikasi regulator dalam beberapa pekan ke depan, karena pasar menilai tindakan nyata lebih tinggi daripada pergantian figur,” pungkas Syafruddin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, Ketua OJK Mahendra Siregar resmi mengundurkan diri bersama dua pejabat strategis yang membidangi pengawasan pasar modal, yakni Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK).

Di hari yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga menyatakan mundur dari jabatannya, menyusul gejolak pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir. (agr/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

LPSK Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Korban Mulai Ajukan Perlindungan

LPSK Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Korban Mulai Ajukan Perlindungan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melakukan pengawalan terhadap kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Praktik Bidan di Sleman Diduga Tampung Bayi di Luar Nikah, Pemilik Kontrakan Kira Masih Dititip Orang Tua Biologis

Praktik Bidan di Sleman Diduga Tampung Bayi di Luar Nikah, Pemilik Kontrakan Kira Masih Dititip Orang Tua Biologis

Sebuah tempat praktik bidan di wilayah Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta menjadi sorotan setelah diduga juga melayani tempat penampungan bayi. 
Gubernur Jabar, KDM: Kalau Pengen Berkeadilan, Pajak Kendaraan Bermotor Dihapus

Gubernur Jabar, KDM: Kalau Pengen Berkeadilan, Pajak Kendaraan Bermotor Dihapus

Gubernur Jabar, KDM menilai sistem pajak kendaraan bermotor saat ini memiliki ketimpangan. Sebab, kendaraan yang jarang digunakan tetap harus membayar pajak tahunan dalam
Atap Madrasah Tsanawiyah Sambungmacan Sragen Roboh, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Atap Madrasah Tsanawiyah Sambungmacan Sragen Roboh, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Atap Madrasah Tsanawiyah (MTs) 4 Muhammadiyah Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah roboh, pada Selasa (12/5/2026).
Seorang Pria di Kebumen Ditangkap Polisi Usai Menganiaya Istri dan Mertua Hingga Tewas

Seorang Pria di Kebumen Ditangkap Polisi Usai Menganiaya Istri dan Mertua Hingga Tewas

Seorang pria di Kebumen, Jawa Tengah, berinisial SP diamankan pihak kepolisian Satreskrim Polres Kebumen, usai menganiaya istrinya sendiri beserta mertuanya hingga tewas. 
Viral Dugaan Intimidasi Ojol dan Wisatawan Asal Cina di Probolinggo, Polisi Lakukan Penyelidikan

Viral Dugaan Intimidasi Ojol dan Wisatawan Asal Cina di Probolinggo, Polisi Lakukan Penyelidikan

Polisi saat ini masih mendalami identitas pria yang diduga melakukan intimidasi termasuk kemungkinan berasal dari ojek pangkalan atau transportasi umum tujuan Bromo.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Khamzat Chimaev gagal mempertahankan gelar sabuk di UFC 328 setelah dikalahkan Sean Strickland, hasil yang sekaligus membuktikan peringatan Khabib Nurmagomedov.
Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung juga mendapatkan julukan baru dari volimania Indonesia usai resmi mendatangkan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Hyundai Hillstate Cetak Rekor Usai Rekrut Megawati Hangestri, Nyaris Lampaui Prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea

Hyundai Hillstate Cetak Rekor Usai Rekrut Megawati Hangestri, Nyaris Lampaui Prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea

Hyundai Hillstate berhasil mencetak rekor mentereng usai merekrut Megawati Hangestri. Bahkan pencapaian ini membuat mereka nyaris melampui prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana untuk mengganti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dengan sistem jalan berbayar pada setiap ruas jalan milik provinsi.
Selengkapnya

Viral