News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

IHSG Ambruk dan Trading Halt, Ekonom: Pasar Menilai Institusi Lebih Keras Daripada Angka Indeks

Gejolak pasar modal yang berujung trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 8 persen dinilai sebagai sinyal krisis kepercayaan yang jauh lebih dalam dibanding sekadar fluktuasi indeks.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:20 WIB
Ilustrasi IHSG.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Gejolak pasar modal yang berujung trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 8 persen dinilai sebagai sinyal krisis kepercayaan yang jauh lebih dalam dibanding sekadar fluktuasi indeks.

Pasar, kata pengamat, kini menilai kekuatan institusi dan tata kelola lebih keras daripada kinerja angka jangka pendek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Syafruddin Karimi, menegaskan guncangan tersebut bersifat sistemik, dipicu meningkatnya kekhawatiran investor global terhadap kualitas investability pasar modal Indonesia, terutama setelah sorotan MSCI terkait transparansi kepemilikan saham dan free float dengan tenggat perbaikan hingga Mei 2026.

“Kondisi pasar modal yang terguncang mengajarkan satu pelajaran utama, pasar menilai institusi lebih keras daripada menilai angka indeks,” ujar Syafruddin saat dihubungi tvOnenews.com, Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, trading halt yang terjadi bukan reaksi emosional sesaat, melainkan konsekuensi dari mekanisme pasar berbasis indeks global. Ketika risiko reklasifikasi meningkat, arus dana bergerak serempak mengikuti aturan benchmark, bukan intuisi harian investor.

“Trading halt setelah IHSG jatuh lebih dari 8 persen menandai guncangan sistemik yang lahir dari krisis kepercayaan, terutama setelah MSCI menyorot risiko investability terkait transparansi kepemilikan dan free float serta memberi tenggat perbaikan sampai Mei 2026,” jelasnya.

Syafruddin menilai, dalam situasi tersebut, aksi jual meluas tak terelakkan karena investor institusional global tunduk pada metodologi indeks.

“Pasar bergerak lewat arus dana berbasis kategori indeks; saat risiko reklasifikasi naik, aksi jual menyebar luas karena investor mengikuti aturan benchmark, bukan intuisi harian,” ucapnya.

Ia menegaskan, respons kebijakan tidak bisa berhenti pada simbol atau pergantian figur. Pasar menunggu langkah bersih-bersih yang nyata, terutama pada isu-isu yang disorot MSCI.

“Pasar memang cenderung menanti sinyal ‘bersih-bersih’, tetapi pasar tidak puas dengan simbol. Investor global menagih bukti pada area yang disorot MSCI yaitu transparansi struktur kepemilikan, konsistensi penilaian free float, dan pengawasan atas praktik yang merusak pembentukan harga,” katanya.

Syafruddin juga menyinggung wacana kebijakan struktural, seperti kenaikan syarat free float menjadi 15 persen serta perluasan ruang investasi dana pensiun dan asuransi hingga 20 persen portofolio. Menurutnya, kebijakan tersebut hanya akan dihargai pasar jika dibarengi tata kelola dan penegakan yang kuat.

“Jika pemerintah menaikkan syarat free float ke 15% dan memperluas ruang investasi dana pensiun serta asuransi ke 20 persen portofolio, pasar akan menghargainya hanya bila kebijakan itu berjalan bersama pengungkapan kepemilikan yang kuat dan penegakan yang tegas,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengalaman lintas negara menunjukkan peningkatan free float berkorelasi dengan perbaikan likuiditas, namun hasilnya sangat bergantung pada kualitas tata kelola.

“Bukti lintas negara menunjukkan free float yang lebih tinggi berkorelasi dengan likuiditas yang lebih baik, jadi reform ini masuk akal, tetapi hasilnya bergantung pada kualitas tata kelola,” ujarnya.

Rangkaian gejolak pasar ini terjadi bersamaan dengan pengunduran diri Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek (DKTK).

Di hari yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga menyatakan mundur dari jabatannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Syafruddin menekankan, di tengah turbulensi ini, kepercayaan menjadi modal paling mahal di pasar keuangan.

“Karena itu, negara perlu memprioritaskan reform transparansi, penegakan, dan kualitas data, karena kepercayaan menjadi modal paling mahal dalam pasar keuangan,” pungkasnya.(agr/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Malaysia Resmi Umumkan Jadwal FIFA Matchday November 2026, Timnas Indonesia masih Abu 

Malaysia Resmi Umumkan Jadwal FIFA Matchday November 2026, Timnas Indonesia masih Abu 

Malaysia mengumumkan jadwal laga uji coba internasional FIFA Matchday edisi November 2026 melalui laman resmi mereka pada Selasa (3/11/2026). 
Herri Pras Minta Adi Paryanto Bertobat, Tak Terima Video Dipotong hingga Dibuat Parodi

Herri Pras Minta Adi Paryanto Bertobat, Tak Terima Video Dipotong hingga Dibuat Parodi

Herri Pras meminta Adi Paryanto bertobat karena menudingnya melakukan framing dengan memotong video hingga membuat parodi pakaian yang menyerupai atribut silatnya.
Michael Carrick Terpojok, Pelatih AS Roma Ogah Terbuai dengan Keterpurukan Manchester United

Michael Carrick Terpojok, Pelatih AS Roma Ogah Terbuai dengan Keterpurukan Manchester United

Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menolak terbuai dengan situasi yang dialami oleh Manchester United. Michael Carrick berada dalam posisi terpojok jelang duel.
Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir buka suara soal penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Dia menerangkan salah satu bentuk evaluasi yang telah dilakukan, yaitu Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena telah dinonaktifkan.
Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Polri masih terus melakukan evaluasi buntut peristiwa penggeledahan yang terjadi di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Polri meminta kepada Kapolres jajaran agar peristiwa tersebut kedepannya dijadikan sebagai pembelajaran.
Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Drama Korea The Remarried Empress tayang lebih awal hari ini, 3 November 2026, simak sinopsis dan jadwal lengkapnya.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral