Jamin Iklim Investasi, Airlangga Ungkap Pesan Prabowo untuk Investor: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat!
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pesan Presiden Prabowo Subianto untuk seluruh investor global maupun dalam negeri.
Hal itu disampaikan usai menggelar rapat antara sejumlah menteri, CEO Danantara, serta pimpinan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada malam ini.
Menko Airlangga mengatakan seluruh investor tidak perlu khawatir terhadap kondisi pasar modal Indonesia saat ini. Dia menegaskan Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat.
“Pesan Bapak Presiden untuk pasar modal, pesan beliau saya kutip, kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh,” kata Airlangga di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Dia menekankan pemerintah memiliki komitmen untuk menjaga iklim investasi tetap transparan serta sesuai dengan standar internasional.
“Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia,” tegasnya.
Sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan peringatan keras terkait transparansi pada pasar modal Indonesia.
MSCI berdalih ada persoalan free float, likuiditas riil, dan transparansi pada sejumlah emiten besar pada bursa saham Indonesia.
Peringatan MSCI ini membuat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot hingga 6,94 persen pada 26-31 Januari 2026. Kemudian pada Sabtu (31/1/2026), IHSG ditutup pada posisi 8.329,60.
Gejolak ini lalu membuat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (Dirut BEI) Iman Rahman mundur dari jabatannya.
Kemudian, disusul mundurnya Mahendra Siregar dari jabatan Ketua Dewan Komisioner OJK.
Lalu, Inarno Djajadi dari jabatan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK).
Serta, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara yang ikut mundur dari jabatannya. (saa/rpi)
Load more