GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Golkar Tegaskan Dukung Sistem Multipartai Sederhana, Multipartai Ekstrem Dianggap Berisiko

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan partainya mendukung sistem multipartai sederhana.
Minggu, 1 Februari 2026 - 16:31 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Muhammad Sarmuji
Sumber :
  • Syifa Aulia/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan partainya mendukung sistem multipartai sederhana.

Dia menjelaskan dalam konteks presidensialisme, Indonesia membutuhkan sistem multipartai sederhana agar pemerintahannya bisa berjalan efektif, stabil, dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sistem politik yang berkesesuaian dengan sistem pemerintahan presidensial adalah sistem multipartai sederhana,” kata Sarmuji, Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, sistem kepartaian perlu disederhanakan untuk menghindari adanya persoalan fragmentasi politik dalam sistem presidensial. 

Jika hal itu terjadi, Sarmuji mengatakan akan berdampak terhadap lemahnya efektivitas pemerintahan dan pengambilan kebijakan strategis.

“Pemerintah akan terus tersandera tarik-menarik kepentingan politik, dan rakyat yang akhirnya menanggung biaya dari ketidakefektifan itu,” jelas Sarmuji.

Untuk itu, Sarmuji menilai parliamentary threshold (ambang batas parlemen) menjadi salah satu cara untuk menyederhanakan sistem kepartaian.

“Penolakan terhadap parliamentary threshold pada dasarnya adalah penolakan terhadap sistem multipartai sederhana,” tegasnya.

“Mereka yang menolak parliamentary threshold sesungguhnya menginginkan sistem multipartai ekstrem, yang tidak berkesesuaian dengan sistem presidensial dan berpotensi melemahkan efektivitas pemerintahan,” lanjut Sarmuji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menegaskan Golkar berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan sistem politik nasional yang rasional, konstitusional, dan memperkuat tata kelola pemerintahan.

“Sistem multipartai ekstrem bukan hanya tidak relevan dengan presidensialisme, tetapi juga berisiko melumpuhkan kemampuan negara dalam mengambil keputusan strategis,” tandasnya. (saa/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sahroni Ingatkan KPK: Yaqut Jangan Sampai Kabur Usai Jadi Tahanan Rumah

Sahroni Ingatkan KPK: Yaqut Jangan Sampai Kabur Usai Jadi Tahanan Rumah

Ahmad Sahroni ingatkan KPK agar Yaqut tidak kabur usai jadi tahanan rumah, soroti pengawasan dan transparansi keputusan penahanan.
Tanpa Ide Unik Vidi Aldiano, Sang Ayah Ceritakan Momen Lebaran 2026 dan Kondisi Terkini Sheila Dara

Tanpa Ide Unik Vidi Aldiano, Sang Ayah Ceritakan Momen Lebaran 2026 dan Kondisi Terkini Sheila Dara

Ayah Vidi Aldiano ceritakan Lebaran 2026 tanpa sosok sang anak, singgung kondisi Sheila Dara yang masih berduka.
Profil Jorginho: Bintang Italia yang Terseret Sorotan Usai Insiden Tak Nyaman Keluarganya di Festival Musik

Profil Jorginho: Bintang Italia yang Terseret Sorotan Usai Insiden Tak Nyaman Keluarganya di Festival Musik

Profil Jorginho lengkap dan insiden keluarganya dengan Chappell Roan di Lollapalooza São Paulo, sorotan interaksi fans dan artis di ruang publik.
KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah, MAKI Minta Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Itu Ditahan Kembali: Bisa Rusak Sistem

KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah, MAKI Minta Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Itu Ditahan Kembali: Bisa Rusak Sistem

MAKI menyoroti keputusan KPK yang diketahui telah melakukan pengalihan penahanan tersangka kasus korupsi kuota haji, Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah.
Insiden di Festival Musik Berujung Sorotan, Keluarga Pesepakbola Asal Brasil Jorginho Alami Momen Tak Nyaman

Insiden di Festival Musik Berujung Sorotan, Keluarga Pesepakbola Asal Brasil Jorginho Alami Momen Tak Nyaman

Insiden keluarga Jorginho dengan Chappell Roan di Lollapalooza São Paulo memicu sorotan soal batas interaksi fans dan artis di ruang publik.
Wanita di Samarinda Jadi Korban Mutilasi Tujuh Bagian, Pelaku Gunakan Mandau untuk Hilangkan Jejak Kejahatan

Wanita di Samarinda Jadi Korban Mutilasi Tujuh Bagian, Pelaku Gunakan Mandau untuk Hilangkan Jejak Kejahatan

Dua pelaku kasus mutilasi di Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya diamankan. Polresta Samarinda menangkap dua pelaku mutilasi hanya dalam kurun waktu kurang dari 12 jam.

Trending

Media Vietnam Tercengang Usai John Herdman Umumkan Skuad 'Mahal' Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Media Vietnam Tercengang Usai John Herdman Umumkan Skuad 'Mahal' Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Skuad mahal Timnas Indonesia pilihan John Herdman jelang FIFA Series 2026 yang mencapai ratusan miliar rupiah sampai membuat media Vietnam ikut tercengang.
Jay Idzes Resmi Dihukum Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Mantan Wasit Liga Italia Sampai Buka Suara

Jay Idzes Resmi Dihukum Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Mantan Wasit Liga Italia Sampai Buka Suara

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, resmi dihukum sebelum tampil di FIFA Series 2026. Hal ini menyebabkan mantan wasit Liga Italia buka suara.
Netizen Berbondong-bondong Komentari Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series 2026

Netizen Berbondong-bondong Komentari Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series 2026

Keputusan John Herdman memilih skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 menuai pro dan kontra. Netizen soroti soal Mauro Zijlstra hingga Ezra Walian.
Bung Harpa Mulai Curiga kok John Herdman Pilih Cahya Supriadi, Bukan Teja Paku Alam dan Ernando Ari di Timnas Indonesia

Bung Harpa Mulai Curiga kok John Herdman Pilih Cahya Supriadi, Bukan Teja Paku Alam dan Ernando Ari di Timnas Indonesia

Bung Harpa mencoba memprediksi cara berpikir John Herdman yang lebih memilih Cahya Supriadi dan bukan Teja Paku Alam ataupun Ernando Ari di Timnas Indonesia.
Bikin Marah Dedi Mulyadi, Pegawai Pramusaji Kantor Dinas Gubernur Ini Diminta Keluar dari Pekerjaannya

Bikin Marah Dedi Mulyadi, Pegawai Pramusaji Kantor Dinas Gubernur Ini Diminta Keluar dari Pekerjaannya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM tak segan meminta pegawainya keluar dari pekerjaannya di momen Lebaran 2026 di kantor dinas Gedung Pakuan Bandung.
Kabar Gembira untuk Timnas Indonesia, Nilai Pasar Justin Hubner Melejit hingga 200 Persen

Kabar Gembira untuk Timnas Indonesia, Nilai Pasar Justin Hubner Melejit hingga 200 Persen

Nilai pasar Justin Hubner melonjak 200 persen hingga Rp13,9 miliar usai tampil impresif bersama Fortuna Sittard.
5 Pemain Timnas Indonesia Ini Minim Menit Bermain di Klub, Tapi Tetap Dipanggil John Herdman

5 Pemain Timnas Indonesia Ini Minim Menit Bermain di Klub, Tapi Tetap Dipanggil John Herdman

Lima pemain Timnas Indonesia tetap dipanggil ke FIFA Series 2026 meski minim menit bermain di klub. Keputusan John Herdman pun jadi sorotan publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT