Memasuki Hari Kelima, Pencarian Pemuda yang Tenggelam di Kali Cengkareng Drain Masih Nihil
- Blake Cheek from unsplash.com
Jakarta, tvOnenews.com - Upaya pencarian terhadap Ilham Kaulid (22), pemuda yang dilaporkan hilang di aliran Kali Cengkareng Drain, Jakarta Barat, telah memasuki hari kelima pada Minggu (1/2).
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus berupaya menyisir sungai namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Komandan Peleton BPBD DKI Koordinator Wilayah Jakarta Barat, Maulana Syahroni mengungkapkan bahwa area pencarian kini telah diperluas guna memaksimalkan penyisiran.
Tim telah bergerak hingga radius dua kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
"Namun, hingga saat ini korban masih belum ditemukan," kata Maulana saat dikonfirmasi di Jakarta.
Tingginya debit air akibat masuknya musim penghujan menjadi hambatan utama bagi tim SAR di lapangan.
Derasnya arus sungai membuat proses penyelaman dan penyisiran menjadi jauh lebih sulit dan berisiko. Maulana juga mengingatkan adanya batas waktu operasional pencarian sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kami merujuk pada UU Nomor 29 Tahun 2014, di mana operasi SAR dilakukan maksimal selama tujuh hari,” ujarnya.
Peristiwa pilu ini bermula pada Rabu (28/1) lalu, saat Ilham diduga sengaja menceburkan diri ke dalam kali.
Kejadian tersebut sempat terekam dalam video amatir milik warga. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat masih sempat melambaikan tangan ke arah warga untuk meminta bantuan saat tubuhnya mulai terseret arus ke tengah kali, sebelum akhirnya menghilang ditelan air.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Suwarno, menceritakan momen dramatis saat dirinya berusaha membantu namun terhalang keadaan. Ia menyebutkan korban awalnya melompat dari jembatan.
“Awalnya loncat dari jembatan. Setelah lewat jembatan, tahu-tahu dia sudah pegangan tiang di tengah. Saya mau nolong pakai getek, tapi belum sempat, dia sudah lepas. Sudah di tengah, masa saya mau nyebur,” ujar Suwarno.
Meski diketahui tidak mahir berenang, Ilham sempat terlihat berjuang keras melawan derasnya arus sungai demi menyelamatkan nyawanya.
“Dia berusaha menyelamatkan diri sebisanya. Tangannya saja,” tambah Suwarno menceritakan perjuangan terakhir korban.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut sebenarnya ingin segera memberikan pertolongan, namun kondisi arus yang sangat ekstrem membuat mereka tak berani mengambil risiko untuk turun ke air.
Load more