Prabowo Peringatkan Jajaran Pemerintahan agar Tidak Lupakan Sejarah: Bangsa Pernah Dijajah, Pemimpin Tak Boleh Lugu dan Lengah
- Abdul Gani Siregar-tvOne
“Puluhan ribu wanita, orang tua, anak-anak tidak berdosa dibantai dan banyak negara yang diam. Di mana hak asasi manusia? Di mana demokrasi yang mereka ajarkan?,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang dibayar mahal dengan darah, keringat, dan air mata rakyat di seluruh pelosok negeri.
“Perjuangan bangsa yang puncaknya ada dalam Proklamasi 17 Agustus 1945 dan dalam penyerahan kedaulatan kepada kita yang kita rebut dengan darah, dengan keringat, dan dengan air mata,” ucapnya.
Karena itu, Prabowo menekankan bahwa kekuasaan yang kini dipegang para pemimpin harus dimaknai sebagai amanah untuk mengabdi kepada rakyat, bukan sekadar slogan.
“Negara ini yang sekarang saudara-saudara, yang sekarang ada dalam kendali kita, dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itulah kita tidak boleh lupa bahwa adanya kita adalah untuk berbakti, mengabdi kepada rakyat kita,” tegas Prabowo.
Ia juga mengingatkan luka sejarah akibat praktik kolonialisme yang bersifat rasialis, yang pernah merendahkan martabat bangsa Indonesia.
“Yang pertama saudara-saudara bahwa karena sejarah kita, karena kita pernah dijajah, karena kita pernah mengalami pemerintahan penjajah yang imperialis dan rasialis, rasialis, bahwa kita, rakyat kita, pribumi kita pernah dianggap lebih rendah dari anjing,” kata Prabowo. (agr/nsi)
Load more