Ratusan Siswa Keracunan MBG di Kudus, Kepala BGN Sampaikan Permohonan Maaf
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa keracunan yang dialami ratusan siswa di SMA 2 Kudus usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ya pertama saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional meminta maaf kepada para penerima manfaat yang mengalami kejadian kurang menyenangkan," kata Dadan kepada wartawan, Selasa, 3 Februari 2026.
Dadan mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi terkait peristiwa keracunan yang dialami ratusan siswa tersebut.
"Kami sudah melakukan investigasi, analisis untuk beberapa SPPG yang mengalami kejadian," tutur dia.
Dadan menjelaskan pihaknya akan memberikan kartu kuning kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalahi prosedur tingkat berat.
Selanjutnya, dia akan mengevaluasi dan menghentikan sementara proses produksi MBG dari SPPG dengan kartu kuning tersebut.
"Tapi kemudian kami juga dari kejadian-kejadian yang ada mulai mengevaluasi menu yang harus diberikan. Jadi beberapa menu mungkin harus kita hindarkan supaya kejadian tidak terulang kembali. Dan saya kira kami akan membuat edaran supaya program makan bergizi bisa berjalan lebih aman," pungkas Dadan.
Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa SMA 2 Kudus, Jawa Tengah yang sebelumnya mengalami gejala perut mual dan muntah serta kepala pusing setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjalani rawat inap setelah dilakukan observasi oleh tim medis.
"Data sebelumnya tercatat ada 34 siswa yang harus menjalani rawat inap di enam rumah sakit di Kabupaten Kudus," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mustiko Wibowo di Kudus, Jumat, 30 Januari 2026.
Keenam rumah sakit tersebut adalah RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam, dan RS Aisyiyah.
Ia memperkirakan sudah ada yang pulang setelah mendapatkan perawatan, sehingga data tersebut harus dimutakhirkan untuk jumlah pastinya.
Sebanyak 34 siswa yang harus menjalani rawat inap, kata dia, merupakan siswa yang sebelumnya dirawat di sejumlah rumah sakit. Setelah dilakukan observasi, mereka diminta untuk rawat inap.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus Ahmad Syaifuddin membenarkan bahwa di rumah sakit itu terdapat lima siswa SMA 2 Kudus yang menjalani rawat inap.
Load more