GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketua OJK Masih Kosong, DPR Ngaku Belum Ada Arahan: Mekanisme Masih Internal OJK

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyatakan hingga kini pihaknya belum menerima arahan apa pun dari pimpinan DPR terkait kekosongan jabatan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selasa, 3 Februari 2026 - 17:12 WIB
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyatakan hingga kini pihaknya belum menerima arahan apa pun dari pimpinan DPR terkait kekosongan jabatan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komisi XI, kata dia, juga belum mendapatkan informasi resmi soal surat penugasan maupun mekanisme lanjutan dari DPR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“(Komisi XI sudah menjadwalkan?) Ya kita belum mendapatkan arahan apa pun dari pimpinan DPR,” ujar Misbakhun saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2026).

Misbakhun juga memastikan DPR belum menerima surat apa pun terkait penunjukan pimpinan OJK.

“Belum ada surat sama sekali dan kita belum terinformasi apa pun soal itu,” ucapnya.

Karena belum ada arahan resmi, Misbakhun mengatakan mekanisme yang berjalan saat ini masih menggunakan mekanisme internal OJK. Penetapan pimpinan sementara dilakukan melalui rapat Dewan Komisioner OJK.

“Jadi mekanisme yang ada baru menggunakan mekanisme internal OJK. Di rapat Dewan Komisioner OJK sudah menetapkan Bu Kiki, Pak Hasan Fawzi sebagai ketua dan bidang pasar modal, sudah itu,” jelasnya.

Di tengah isu kekosongan pimpinan OJK, Misbakhun menilai kondisi pasar saham Indonesia mulai menunjukkan perbaikan. Ia menyebut pergerakan indeks kembali menguat.

“Ya alhamdulillah sudah menghijau kembali dan sudah recovery dan mulai ada rebound. Ini menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan masyarakat investor mulai membaik atas bursa saham kita,” katanya.

Menurut Misbakhun, pemulihan pasar saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya respons cepat OJK dalam merespons dinamika pasar dan isu yang berkembang.

“Ya banyak faktor. OJK yang cepat memberikan sinyal, kemudian memberikan beberapa isu-isu demutualisasi, kemudian isu mengenai floating share kan sudah ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, isu-isu yang sebelumnya disorot lembaga internasional juga telah direspons oleh otoritas terkait.

“Apa yang menjadi isu di MSCI itu kan ditindaklanjuti oleh otoritas bersama masyarakat untuk melakukan upaya membangun investor kepada bursa kita,” katanya.

Terkait penunjukan Ketua OJK definitif dan proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Misbakhun menegaskan hal itu merupakan kewenangan pemerintah, khususnya Presiden.

“Kalau itu nanti wilayah pemerintah karena itu adalah kewenangan pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden untuk mengusulkan kepada siapa yang akan ditunjuk, diusulkan kepada DPR untuk dilakukan fit and proper test,” jelasnya.

Ia meyakini pemerintah sudah memiliki kerangka pemikiran untuk mengisi kekosongan jabatan yang saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

“Dan saya yakin dengan situasi saat ini semuanya sudah dalam kerangka pemikiran pemerintah untuk dilakukan upaya-upaya bagaimana mengisi kekosongan saat ini yang masih dijabat oleh Plt,” ujarnya.

Saat ditanya apakah sudah ada nama yang diserahkan ke DPR, Misbakhun menegaskan belum ada.

“(Sudah ada setoran nama?) Itu sepenuhnya milik pemerintah. Jadi kami di DPR Komisi XI menunggu kapan pemerintah melakukan, dan itu sepenuhnya wilayah pemerintah, kami tidak ikut,” pungkasnya.

Sebelumnya, empat pejabat OJK mengundurkan diri pada Jumat (30/1).
Keempatnya adalah Mahendra Siregar (ketua Dewan Komisioner OJK), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua DK OJK), Inarno Djajadi (kepala eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK).

Termasuk I.B. Aditya Jayaantara (deputi komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK).
Sehari kemudian, Sabtu (31/1/2026), rapat Dewan Komisioner OJK menetapkan Friderica Widyasari sebagai anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK.

Terkait hal ini, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai dinamika pergantian kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berlangsung secara terukur, konstitusional, dan tidak mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan maupun pasar modal nasional.

Misbakhun mengatakan pengunduran diri jajaran pimpinan OJK merupakan keputusan profesional yang patut dihormati, sekaligus mencerminkan komitmen kuat terhadap etika jabatan dan tata kelola institusi yang sehat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Keputusan tersebut perlu dipahami sebagai bentuk tanggung jawab profesional. Ini menunjukkan bahwa standar integritas dalam lembaga keuangan negara terus diperkuat,” ujar Misbakhun, Minggu (1/2/2026).

(rpi/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profitabilitas BRI Makin Solid di Triwulan I 2026, Transformasi BRIvolution Reignite Berbuah Manis

Profitabilitas BRI Makin Solid di Triwulan I 2026, Transformasi BRIvolution Reignite Berbuah Manis

BRI mencatatkan Return on Assets (ROA) naik menjadi 2,8%, sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1% pada Triwulan I 2025 menjadi 18,4% pada Triwulan I 2026.
Adu Prestasi Megawati Hangestri vs Jordan Wilson, Hyundai Hillstate Punya Formula Juara?

Adu Prestasi Megawati Hangestri vs Jordan Wilson, Hyundai Hillstate Punya Formula Juara?

Jika berbicara soal pengalaman dan statistik, nama Megawati Hangestri Pertiwi jelas lebih unggul dari Jordan Wilson. Bukan tanpa alasan, Hyundai Hillstate berani menyatukan dua karakter 
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Uang Pengganti Capai Rp5,6 Triliun

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Uang Pengganti Capai Rp5,6 Triliun

Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Kemendikbudristek. Jaksa juga menuntut uang pengganti Rp5,6 triliun.
Kian Tertinggal dari Para Rival, Lewis Hamilton Curiga Ferrari Melewatkan Hal Penting di F1 2026

Kian Tertinggal dari Para Rival, Lewis Hamilton Curiga Ferrari Melewatkan Hal Penting di F1 2026

Lewis Hamilton menilai Ferrari mungkin melewatkan detail penting yang kini dimaksimalkan para rival pada F1 2026.
Resmi Jadi Wakil di Asia, AFC Malah Beri Sanksi Berat untuk Persib Bandung di Ajang Liga Champions Asia Imbas Pitch Invasion

Resmi Jadi Wakil di Asia, AFC Malah Beri Sanksi Berat untuk Persib Bandung di Ajang Liga Champions Asia Imbas Pitch Invasion

Akibat ulah Bobotoh, Persib pun terpaksa memulai kompetisi musim depan dengan kerugian besar. AFC resmi menghukum Persib Bandung dalam putusan sidang Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu (13/5/2026). 
Dedi Mulyadi Minta Dinkes Jabar Tingkatkan Kewaspadaan Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Sebut Respons Cepat Jadi Kunci Utama

Dedi Mulyadi Minta Dinkes Jabar Tingkatkan Kewaspadaan Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Sebut Respons Cepat Jadi Kunci Utama

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan Dinkes Jabar untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit akibat Hantavirus. 

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral