GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Rabu, 4 Februari 2026 - 00:07 WIB
Ilustrasi bunuh diri
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar seorang anak SD berinisial YBS (10) bunuh diri viral di media sosial. Korban ditemukan tewas gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026) siang hari.

TRIGGER WARNING BUNUH DIRI: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

YBS merupakan siswa kelas IV di salah satu SD di Kabupaten Ngada, NTT. Ia tinggal bersama sang nenek berusia 80 tahun.

Polisi membenarkan anak SD tersebut ditemukan tewas gantung diri dengan seutas tali di dahan pohon cengkeh di pondok tempat tinggalnya bersama sang nenek. Polisi juga menemukan sepucuk surat wasiat yang berisi ungkapan kekecewaan korban pada sosok ibunya di tempat kejadian perkara (TKP).

YBS menuliskan kekecewaan kepada ibunya menggunakan bahasa daerah Bajawa. Hal itu terungkap dalam baris kedua dalam surat tersebut yang menyebut sang ibu pelit.

Isi Surat Tulisan Anak SD yang Bunuh Diri Diduga Akibat Kecewa kepada Ibunya

Isi surat wasiat ditulis anak SD yang bunuh diri di Ngada, NTT
Isi surat wasiat ditulis anak SD yang bunuh diri di Ngada, NTT
Sumber :
  • Istimewa

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama)

Dalam surat tersebut, menggambarkan dugaan penyebab YBS bunuh diri karena kecewa pada ibunya. Ia juga menyematkan sebuah gambar seseorang sedang menangis.

Selain itu, dugaan penyebab kuat siswa kelas IV SD itu lainnya akibat putus asa. Terutama kondisi dialami yang tidak kunjung mendapat uang untuk membeli buku dan pena dari ibunya, MGT (47).

Padahal, korban hanya meminta dibelikan buku dan pena dengan harga kurang dari Rp10 ribu. MGT tidak memenuhi permintaan tersebut karena sempat menjawab, "mereka tak punya uang."

Untuk faktor ekonomi keluarganya, orang tua korban tidak mudah mendapatkan dengan nominal uang tersebut. Bahkan mencari Rp10 ribu sangat sulit karena masuk kategori golongan miskin.

MGT sendiri menjalani pekerjaan sehari-harinya sebagai petani. Selain itu, ibu korban juga merupakan seorang janda menjadi buruh serabutan.

MGT memiliki lima anak. Otomatis, ia harus menafkahi semua buah hatinya. Karena masuk golongan masyarakat miskin, sang ibu menitipkan YBS bersama neneknya berusia 80 tahun di sebuah pondok.

Nahasnya, pondok yang menjadi kediamannya sebagai saksi bisu tempat terakhir korban memutuskan hidupnya. Hingga pada akhirnya, korban gantung diri di sebuah dahan pohon cengkeh, Kamis, 29 Januari 2026.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort menyampaikan, polisi membenarkan sepucuk surat tersebut ditulis oleh YBS sebelum memutuskan gantung diri.

Kata Benediktus, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam momen itu, pihak Kepolisian menemukan sepucuk surat yang ditulis oleh korban.

Benediktus mengatakan, polisi masih melakukan proses penyelidikan. Sejumlah saksi juga telah diperiksa, antara lain Gregorius Kodo (35), Kornelis Dopo (59), dan Rofina Bera (34).

Selain itu, polisi telah mengamankan barang bukti, salah satunya surat tulisan tangan dari korban. Meski begitu, polisi terus melakukan pendalaman secara hati-hati karena mempertimbangkan kondisi keluarga hingga lingkungan sosial korban.

Anak SD Bunuh Diri di NTT Tuai Sorotan Keras dari DPR

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati turut berduka cita atas tragedi dialami YBS. Menurutnya, kasus dugaan anak SD gantung diri menjadi tragedi kemanusiaan yang memilukan.

My Esti mengatakan, tragedi anak SD bunuh diri akibat tidak dibelikan buku dan pena menjadi tamparan keras untuk semuanya, khususnya pada pemerintah.

"Seorang anak SD kehilangan nyawanya bukan karena perang atau bencana alam, melainkan karena ketidakmampuan membeli alat tulis. Ini sungguh tidak dapat diterima dalam negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan hak atas pendidikan," ucap My Esti dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

My Esti mengulas Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 Ayat (1) yang berbunyi, "Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan".

Pasal ini didukung secara tegas melalui Pasal 31 Ayat (2), yang berbunyi "Setiap warga negara yang mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya".

Mensos Prihatin atas Tragedi Anak SD Bunuh Diri di NTT

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf
Sumber :
  • tvOnenews/Syifa Aulia

Selain anggota DPR, Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul turut menyoroti tragedi tersebut. Ia ikut berduka cita dan prihatin mendengar siswa SD berusia 10 tahun mengakhiri hidupnya karena perkara sepele.

"Ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama. Tentu saja, bersama pemerintah daerah," kata Gus Ipul di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, Gus Ipul berharap para keluarga kurang mampu atau membutuhkan didampingi secara kuat oleh pemerintah pusat. Tujuannya agar tragedi tersebut tidak terulang lagi ke depannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita mengharapkan tidak ada yang tidak terdata. Ini hal yang sangat penting bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin agar dapat menjangkau semua keluarga memerlukan adanya perlindungan, rehabilitasi, serta pemberdayaan," paparnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Rotasi Cerdas Cristian Chivu: Istirahatkan Pahlawan Derby d'Italia, Henrikh Mkhitaryan Turun Gunung di Liga Champions

Rotasi Cerdas Cristian Chivu: Istirahatkan Pahlawan Derby d'Italia, Henrikh Mkhitaryan Turun Gunung di Liga Champions

Inter Milan bersiap melanjutkan petualangan mereka di Liga Champions dengan menghadapi Bodo/Glimt pada leg pertama babak playoff fase gugur.
Pengumuman! Harga Emas Pegadaian UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun Hari Ini

Pengumuman! Harga Emas Pegadaian UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun Hari Ini

Berikut rincian harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian pada Selasa 17 Februari 2026
Imlek 2026, BMKG: Hujan Guyur di Hampir Seluruh Wilayah

Imlek 2026, BMKG: Hujan Guyur di Hampir Seluruh Wilayah

BMKG memperingatkan terdapat potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada hari ini, tepat saat sejumlah masyarakat merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Bursa Transfer Persib Bandung: Kejutan Jelang Musim Panas, Anak Pelatih Timnas Belanda Masuk Radar Maung Bandung

Bursa Transfer Persib Bandung: Kejutan Jelang Musim Panas, Anak Pelatih Timnas Belanda Masuk Radar Maung Bandung

Berbagai laporan dari Belanda mengabarkan bahwa Persib Bandung mengincar Ronald Koeman Jr pada bursa transfer musim panas setelah kontraknya habis bersama Telstar.
Betrand Peto Tak Bisa Sembunyikan Rindu, Imlek Pertama Keluarga Sarwendah Tanpa Yeye

Betrand Peto Tak Bisa Sembunyikan Rindu, Imlek Pertama Keluarga Sarwendah Tanpa Yeye

​​​​​​​Betrand Peto tak bisa menyembunyikan rindu di Imlek pertama keluarga Sarwendah tanpa Yeye. Perayaan tahun ini terasa berbeda dan penuh rindu bagi Onyo.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan zodiak, 18 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Simak prediksi cinta, karier, dan keuangan selengkapnya.
Ramalan Keuangan 18 Februari 2026 untuk Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan Keuangan 18 Februari 2026 untuk Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan keuangan shio 18 Februari 2026 untuk Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular. Cek prediksi finansial, peluang rezeki, tips mengatur keuangan.
Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Comeback Sensasional! Francesco Totti Selangkah Lagi Kembali ke AS Roma

Comeback Sensasional! Francesco Totti Selangkah Lagi Kembali ke AS Roma

Legenda AS Roma, Francesco Totti, mengonfirmasi bahwa dirinya tengah menjalin pembicaraan untuk kembali ke klub sebagai direktur.
De Rossi Meledak! Aturan VAR Disebut ‘Paling Bodoh’ Usai Kalulu Diusir saat Duel Juventus Vs Inter Milan

De Rossi Meledak! Aturan VAR Disebut ‘Paling Bodoh’ Usai Kalulu Diusir saat Duel Juventus Vs Inter Milan

Pelatih kepala Genoa, Daniele De Rossi, melontarkan kritik keras terhadap keputusan kontroversial yang berujung kartu merah untuk bek Juventus, Pierre Kalulu, dalam Derby d’Italia melawan Inter Milan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT