Rotasi Cerdas Cristian Chivu: Istirahatkan Pahlawan Derby d'Italia, Henrikh Mkhitaryan Turun Gunung di Liga Champions
- Inter.it
Jakarta, tvOnenews.com - Inter Milan bersiap melanjutkan petualangan mereka di Liga Champions dengan menghadapi Bodo/Glimt pada leg pertama babak playoff fase gugur. Laga yang akan digelar di Aspmyra Stadium itu menjadi ujian penting bagi pasukan Cristian Chivu untuk menjaga momentum positif.
Kabar terbaru menyebutkan Henrikh Mkhitaryan berpeluang kembali masuk ke dalam starting XI. Gelandang senior asal Armenia itu sebelumnya hanya duduk di bangku cadangan saat Inter menundukkan Juventus.
Menurut laporan Corriere dello Sport, peluang Mkhitaryan tampil sejak menit awal cukup terbuka. Pengalamannya dinilai masih sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan lini tengah.
Di usia 37 tahun, Mkhitaryan memang bukan lagi pemain muda dengan mobilitas tanpa henti. Namun kecerdasan membaca permainan dan ketenangannya dalam mengatur tempo menjadi nilai lebih yang sulit tergantikan.
Inter datang ke Norwegia dengan kepercayaan diri tinggi usai menang dramatis 3-2 atas Juventus di Derby d’Italia. Kemenangan tersebut tidak hanya penting secara moral, tetapi juga menjaga posisi mereka di papan atas Serie A.
Meski begitu, jadwal padat mulai memaksa Chivu memutar otak dalam meracik komposisi terbaik. Rotasi menjadi opsi realistis agar kebugaran pemain tetap terjaga di tengah tekanan kompetisi domestik dan Eropa.
Piotr Zielinski yang mencetak gol penentu kemenangan atas Juventus berpotensi memulai laga dari bangku cadangan. Sang gelandang disebut membutuhkan waktu istirahat setelah tampil intens dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu baru saja kembali dari cedera dan langsung tampil di laga besar. Keduanya bahkan menerima kartu kuning yang membuat mereka harus absen di pertandingan Serie A berikutnya.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Chivu untuk tetap memainkan Barella dan Calhanoglu di Liga Champions. Dengan demikian, Mkhitaryan diproyeksikan melengkapi trio lini tengah sejak awal pertandingan.
Bodo/Glimt bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Klub asal Norwegia itu kerap membuat kejutan di kompetisi Eropa dengan permainan cepat dan disiplin tinggi.
Inter membutuhkan keseimbangan antara agresivitas dan kontrol permainan. Dalam konteks inilah pengalaman Mkhitaryan bisa menjadi pembeda di laga tandang yang diprediksi berlangsung dalam suhu dingin dan atmosfer menekan.
Load more