Jadikan Indonesia Basis Penting dalam Ekosistem Baterai Global, Dirut CBL Indonesia Beberkan Strateginya saat RDP dengan DPR
- istimewa
Dalam hal ini, Wu menambahkan, CATL membawa teknologi mutakhir ke Indonesia, termasuk sistem daur ulang baterai berteknologi tinggi melalui anak usahanya, Brunp Recycling.
Teknologi ini mampu mencapai tingkat pemulihan material hingga 99,6%, sehingga memperkuat penerapan ekonomi sirkular dan meminimalkan dampak lingkungan dari industri baterai.
“Bagi kami, baterai bekas bukan limbah, melainkan sumber daya baru. Teknologi daur ulang menjadi kunci untuk memastikan industri baterai tumbuh secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” bebernya.
Sebagai produsen baterai nomor satu dunia, CATL menguasai sekitar 38% pangsa pasar global dengan kapasitas produksi ratusan gigawatt hour, didukung jaringan riset dan pengembangan (R&D) serta basis produksi di Asia, Eropa, dan Amerika.
Investasi di Indonesia dinilai strategis untuk memperkuat rantai pasok global kendaraan listrik sekaligus mendorong transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia nasional.
Di sisi lain, Grup MIND ID melalui ANTAM dan IBC menargetkan pembangunan ekosistem baterai nasional yang terintegrasi, berbasis sumber daya mineral dalam negeri, serta sejalan dengan target Indonesia menjadi pusat industri baterai dan kendaraan listrik di kawasan.
Kolaborasi antara MIND ID, ANTAM, IBC, dan CATL ini diharapkan tidak hanya mempercepat industrialisasi baterai nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam transisi energi global berbasis prinsip keberlanjutan. (aag)
Load more