Menteri Wihaji Sentil Kepedulian Tetangga Usai Tragedi Siswa SD Bunuh Diri di NTT: Kita Sudah 80 Tahun Merdeka
- tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Tragedi memilukan yang menimpa seorang siswa kelas 4 SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu reaksi keras dari pemerintah pusat.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar.
Wihaji menegaskan bahwa di usia kemerdekaan Indonesia yang sudah matang, tidak seharusnya ada anak yang merasa sendirian dalam menghadapi beban hidup hingga mengambil keputusan fatal.
"Jangan sampai begitu terulang kembali, kita ini sudah 80 tahun merdeka. Kita perhatikan dengan baik tetangga-tetangga kita," ujar Wihaji saat ditemui usai melakukan konsolidasi bersama kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Cilegon, Banten, Kamis (5/2).
Menteri Wihaji secara khusus meminta kader TPK untuk menjadi "mata dan telinga" di masyarakat.
Ia berharap TPK tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki empati untuk mendeteksi dini keluarga yang sedang mengalami krisis, baik secara ekonomi maupun mental.
"Oleh karena itu saya berpesan kepada TPK, tolong kalau ada sesuatu yang begini-begini ini perhatikan, bisa dilaporkan kepada pihak terkait, memang kita tidak bisa kontrol satu persatu, tetapi ini mengetuk hati kita. Ini bagian dari kewajiban kita yang saya sebut dengan ketahanan keluarga," tegasnya.
Menurut Wihaji, peristiwa di Ngada menjadi alarm pentingnya kesehatan mental, yang merupakan bagian dari delapan fungsi keluarga.
Delapan fungsi tersebut meliputi fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, hingga pembinaan lingkungan.
"Apapun sebabnya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, yang kedua, tentu ini bagian dari kewajiban kita semua, khususnya dari Kemendukbangga yang berurusan dengan keluarga, penting tentang kesehatan mental karena itu ke depan tentang delapan fungsi keluarga, nanti akan saya genjot terus untuk memberikan edukasi tentang delapan fungsi keluarga," lanjut Wihaji.
Kasus ini mencuat dan viral setelah terungkapnya alasan di balik tindakan nekat sang siswa.
Korban siswa ini diduga depresi karena kondisi ekonomi keluarga yang membuatnya kesulitan memiliki perlengkapan sekolah dasar seperti buku dan pensil.
Load more