Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini
- dok.ilustrasi freepik
Jakarta, tvOnenews.com- Puasa ramadhan 2026 di Indonesia terbagi dua. Ada NU yang tinggal satu hari lagi, dan Muhammadiyah yang memulai perhari ini (18/2) sudah menjalani puasa.
Menjalani puasa saat Ramadhan sudah menjadi kewajiban setiap umat muslim. Namun, ada hal-hal yang perlu dibatasi, salah satunya kemesraan antara suami dan istri.
Pasangan suami dan istri dalam Islam diperbolehkan, bahkan dianjurkan untuk selalu bisa menjaga keharmonisan. Adanya peluk dan cium ini yang disoroti Buya Yahya.
Bagaimana hukum bermesraan saat puasa ramadhan?
Sehubungan hal ini, Buya Yahya pernah menjelaskan seputar hukum cium istri saat puasa ramadhan. Sebab bisa tanpa disadari malah membatalkan puasa.

- dok.ilustrasi freepik
Terkait kemesraan suami dan istri, sebagaimana disinggung dalam hadits, diriwayatkan dari Urwah Bin Zubair RA, ia meriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA, ia berkata:
قلما كان يوم - أو قالت قل يوم - إلا كان رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يدخل على نسائه فيدنو من كل امرأة منهن فى مجلسه فيقبل ويمس من غير مسيس ولا مباشرة » قالت « ثم يبيت عند التى هو يومها
Artinya, “Hampir setiap hari Rasulullah SAW mengunjungi semua istrinya, lantas mendekatinya satu per satu di tempatnya (rumah). Kemudian Rasulullah SAW mencium dan membelainya tanpa bersetubuh atau berpelukan.” Aisyah berkata, “Lantas beliau menginap di (rumah) istri yang mendapat gilirannya.” (HR Daruquthni [nomor 3781]). Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad (nomor 24809), Imam Al-Hakim (nomor 2710), Abu Dawud (nomor 1823) dan At-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir (nomor 19577).(dikutip dari laman NU online).
Kendatinya, Buya Yahya menegaskan dalam Islam diperbolehkan mesra dengan pasangan (suami dan istri) saat puasa ramadhan.
Dengan catatan, tidak membangkitkan syahwat atau hawa nafsu. Apalagi mengeluarkan air mani, ini menjadikan puasa ramadhan batal.
"Salah satu hal yang membatalkan puasa adalah bersenggama, biarpun tanpa keluar mani," kata Buya Yahya, dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Rabu (18/2).
Load more