Wamen HAM Berkomentar Terkait Insiden Anak SD Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis di NTT
- istimewa
“Pemerintah sedang bekerja keras mengentaskan anak-anak dari belenggu kemiskinan, dan pada saat yang sama juga harus memastikan tidak boleh terjadi lagi peristiwa-peristiwa seperti yang dialami anak kita YBH,” tegasnya.
Ia menilai, tragedi YBH harus menjadi titik balik bagi negara untuk lebih serius mengawasi kondisi warga miskin ekstrem agar tidak ada lagi anak yang kehilangan haknya.
“Ini penting agar pengorbanan anak kita YBH tidak sia-sia,” katanya.
Terkait penanganan kasus tersebut, Mugiyanto memastikan Kementerian HAM telah turun langsung ke lokasi melalui Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT.
“KemenHAM melalui Kanwil Kementerian HAM NTT telah turun lapangan, mengunjungi dan membersamai keluarga yang sedang berduka,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kementerian HAM akan bekerja sama dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memetakan persoalan warga miskin ekstrem agar tragedi serupa tidak terulang.
“Hidup layak dengan rumah layak huni, anak-anak bisa sekolah, bila sakit bisa berobat, dan mendapatkan pekerjaan adalah HAM,” tandasnya. (rpi/aag)
Load more