Insanul Fahmi Kecewa Anaknya Sering Ditinggal Wardatina Mawa Kerja: Serahin aja Sama Aku
- Kolase tvOnenews.com / Insatgram Insanul Fahmi / YouTube MAIA ALELDUL TV
tvOnenews.com - Konflik rumah tangga Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa belum juga menemukan titik damai.
Setelah beberapa waktu lalu pengusaha tersebut mengaku sulit bertemu dengan buah hatinya, kini Insan kembali buka suara soal kondisi sang anak yang membuatnya sedih dan prihatin.
Dalam wawancara di kanal YouTube Intens Investigasi, Insanul Fahmi mengungkap bahwa komunikasi dengan anaknya masih sangat terbatas.
Namun ia bersyukur kini sudah sedikit diberi kesempatan untuk berinteraksi melalui video call.
“Senang sih. Alhamdulillah senang. Karena kemarin aku sempat bilang kalau enggak dikasih akses aku lapor ke Komnas Anak. Cuma kan buat apa takut dramanya makin panjang. Jadi kemarin ya dikasih akses buat komunikasi,” ujar Insanul.
Meski begitu, kesempatan untuk berkomunikasi dengan sang anak ternyata membawa kabar yang cukup menyedihkan.
Insan menceritakan bahwa dari obrolan ringan, ia mengetahui bahwa anaknya sering ditinggal sendirian saat Wardatina Mawa bekerja hingga larut malam.

- Instagram @wardatinamawa
“Tapi sih yang sedih, pas aku tanya sering sama Umma atau enggak, dia bilang sering ditinggal juga sampai tengah malam. Kadang-kadang baru pulang tengah malam gitu. Padahal dia pengin juga kan sama orang tuanya," ungkap Insan dengan nada kecewa.
Insan mengaku masih berusaha menjaga komunikasi baik dengan Mawa, meski kini hubungan keduanya renggang.
Ia berharap Mawa bisa lebih menenangkan diri dan memprioritaskan kepentingan sang anak.
Lebih lanjut, Insanul Fahmi juga menyoroti pentingnya peran seorang ibu dalam mendidik dan membentuk karakter anak sejak dini.
Ia menilai, di tengah kesibukan karier sekalipun, seorang ibu seharusnya tetap menempatkan anak sebagai prioritas utama.
“Dia bilang kalau Umma lagi kerja, lagi di luar, lagi sama teman-teman, nongkrong. Maksud aku, janganlah. Yang paling utama itu kan anak dulu. Karena ibu itu madrasah pertama bagi anak. Jadi prioritasnya harusnya anak,” tegasnya.
Meski kecewa, Insan masih berusaha sabar dan memilih jalur komunikasi yang baik.
Ia mengaku sudah beberapa kali mencoba menghubungi Mawa untuk membicarakan kondisi anak mereka. Sayangnya, pesan-pesan tersebut belum mendapat respons yang diharapkan.
Load more