News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Uang Rp850 Juta Mengalir di Lapangan Golf, Ini Detik-detik OTT KPK di Depok

KPK bongkar kronologi OTT KPK Depok dengan transaksi Rp850 juta di Emeralda Golf. Sejumlah pejabat PN Depok dan pihak swasta ditetapkan tersangka.
Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:04 WIB
Berita Foto: KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Sengketa Lahan di PN Depok
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap secara rinci kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi di Kota Depok, Jawa Barat, pada 5 Februari 2026. Transaksi mencurigakan yang berujung OTT KPK terhadap sejumlah pihak itu berlangsung di kawasan Emeralda Golf, Tapos, Depok, dengan nilai uang mencapai Rp850 juta.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, pengusutan kasus ini bermula dari informasi awal yang diterima KPK pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Informasi tersebut mengindikasikan akan terjadi penyerahan uang terkait pengurusan perkara sengketa lahan di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Depok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tim sudah bersiap sejak dini hari, tetapi sampai pagi hari belum terjadi penyerahan uang,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/2) malam.

Pemantauan intensif baru menunjukkan perkembangan signifikan pada siang hari. Sekitar pukul 13.39 WIB, tim KPK memantau seorang pegawai PT Karabha Digdaya (KD) berinisial ALF mengambil uang tunai sebesar Rp850 juta dari salah satu bank di wilayah Cibinong, Jawa Barat. Pada saat yang sama, pergerakan Direktur Utama PT Karabha Digdaya, Trisnadi Yulrisman (TRI), juga mulai terpantau.

Tak lama berselang, sekitar pukul 14.36 WIB, dua kendaraan yang terkait dengan Karabha Digdaya mulai bergerak. Mobil pertama berisi pegawai berinisial AND bersama uang Rp850 juta. Mobil kedua membawa pegawai berinisial GUN dan Head Corporate Legal PT Karabha Digdaya, Berliana Tri Kusuma (BER).

Sementara itu, dari arah Pengadilan Negeri Depok, tim KPK juga memantau satu kendaraan yang ditumpangi Juru Sita PN Depok, Yohansyah Maruanaya (YOH). Ketiga mobil tersebut kemudian terpantau berada di satu titik yang sama, yakni di kawasan Emeralda Golf, Tapos, Depok.

“Jadi, ada tiga mobil yang kemudian dipantau oleh tim, dan ketiganya berada di lokasi yang sama,” kata Budi.

Sekitar pukul 19.00 WIB, transaksi penyerahan uang akhirnya terjadi. Pihak Karabha Digdaya menyerahkan uang tunai Rp850 juta kepada pihak PN Depok yang diwakili Yohansyah. Tak lama setelah transaksi berlangsung, tim KPK langsung bergerak untuk melakukan penindakan.

Namun, proses penangkapan sempat diwarnai kejar-kejaran. Budi menjelaskan, kendaraan yang ditumpangi Yohansyah sempat luput dari pantauan karena kondisi yang sudah gelap. Meski demikian, tim KPK berhasil mengejar dan mengamankan Yohansyah beberapa menit kemudian di sekitar kawasan Emeralda Golf.

Saat penangkapan, KPK menyita satu tas ransel berwarna hitam yang diduga berisi uang tunai sekitar Rp850 juta, yang diyakini berkaitan langsung dengan transaksi suap tersebut.

Tidak berhenti di situ, tim KPK kemudian bergerak ke PN Depok untuk mengamankan Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan (BBG). Pada pukul 19.18 WIB, tim juga mengamankan tiga pihak dari Karabha Digdaya, yakni AND, GUN, dan BER, di kantor PT KD.

Operasi berlanjut hingga malam hari. Pada pukul 20.19 WIB, KPK menangkap Direktur Utama PT Karabha Digdaya, Trisnadi Yulrisman, di Living Plaza Cinere, Depok. Terakhir, tim mengamankan Ketua PN Depok, I Wayan Eka Mariarta (EKA), di rumah dinasnya.

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan bahwa OTT ini terkait dugaan korupsi dalam pengurusan perkara sengketa lahan di lingkungan PN Depok. Dalam operasi tersebut, total tujuh orang diamankan, terdiri atas unsur pengadilan dan pihak swasta dari Karabha Digdaya yang merupakan anak usaha Kementerian Keuangan.

Dari tujuh orang yang diamankan, KPK kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah:

  • Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta (EKA)

  • Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan (BBG)

  • Juru Sita PN Depok Yohansyah Maruanaya (YOH)

  • Direktur Utama PT Karabha Digdaya Trisnadi Yulrisman (TRI)

  • Head Corporate Legal PT Karabha Digdaya Berliana Tri Kusuma (BER)

KPK menduga kelima tersangka terlibat dalam praktik penerimaan atau pemberian janji terkait pengurusan perkara sengketa lahan di lingkungan PN Depok. Penyelidikan masih terus berlanjut untuk menelusuri aliran dana serta peran pihak lain yang diduga terlibat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Komisi Yudisial (KY) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah KPK. Wakil Ketua KY Desmihardi menegaskan lembaganya akan menindaklanjuti temuan tersebut sesuai kewenangan yang dimiliki, terutama dalam aspek pengawasan etik hakim.

Kasus OTT di Depok ini kembali menyoroti kerentanan praktik peradilan terhadap intervensi dan suap, sekaligus menjadi peringatan keras bagi aparat penegak hukum agar menjaga integritas serta kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di Indonesia. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Tampil pada leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Konferensi Eropa, skor akhir 2-2 ini membawa Ajax tetap melaju ke putaran akhir sebelum kompetisi setelah menang agregat 3-5 dari Shelborne FC. 
Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.

Trending

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengelola wimas atlet, Pademangan, Jakarta Barat terkaiit kasus suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.
John Herdman Full Senyam! Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Akhirnya Diterima Kembali Berlatih di FC Twente

John Herdman Full Senyam! Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Akhirnya Diterima Kembali Berlatih di FC Twente

Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, resmi kembali menjalani latihan bersama FC Twente usai berbulan-bulan mangkir dari tim
Bisnis Tumbang Imbas Berkonflik dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Tak Menampik Kini Banting Setir Jualan Sayur

Bisnis Tumbang Imbas Berkonflik dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Tak Menampik Kini Banting Setir Jualan Sayur

Pengusaha muda asal Medan, Insanul Fahmi, mengungkap perubahan besar dalam perjalanan hidup dan bisnisnya setelah konflik rumah tangganya dengan Wardatina Mawa.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Selengkapnya

Viral