Safsus Menag: Diplomasi Agama Jadi Kunci Perkuat Posisi Indonesia sebagai Global Player
- Ist
Jakarta, tvOnenews.com - Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar menilai diplomasi agama menjadi sarana strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pergaulan internasional.
Dengan status sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan demokrasi terbesar ketiga secara global, Indonesia dinilai memiliki modal sosial dan moral yang kuat untuk berperan aktif di tingkat dunia.
Gugun menyampaikan bahwa umat Islam tidak semestinya hanya menjadi pengamat dalam dinamika global.
Ia menekankan pentingnya keberanian untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam merespons tantangan internasional, sekaligus mengoptimalkan nilai-nilai keagamaan sebagai kekuatan diplomasi.
“Islam dan Demokrasi Pancasila tidak bertentangan. Keduanya justru saling menguatkan dan menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk tampil sebagai global player,” ujar Gugun, Sabtu (7/2/2026).
Ia juga menyoroti peran kepemimpinan nasional yang dinilai aktif memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Presiden RI Prabowo Subianto disebut konsisten terlibat dalam berbagai forum internasional sebagai bagian dari upaya memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.
Lebih lanjut, Gugun menegaskan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi landasan utama diplomasi Indonesia.
Prinsip tersebut, menurutnya, sejalan dengan amanat konstitusi untuk melindungi seluruh bangsa dan wilayah Indonesia, menjaga kepentingan nasional, serta berkontribusi dalam menciptakan ketertiban dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Gugun menyampaikan apresiasi atas terbangunnya dialog dan kerja sama dengan berbagai mitra internasional, termasuk Duta Besar Chile untuk Indonesia, H.E. Mario Ignacio Artaza Loyolais.
Ia berharap kerja sama lintas negara tersebut dapat mendorong interaksi yang konstruktif serta berkontribusi pada terciptanya masa depan bersama yang berkelanjutan. (rpi)
Load more