Ekonomi Jakarta Melesat 5,21 Persen, Pemprov DKI Ajak Warga Serbu Promo Imlek di Mal-Mal
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mengajak warga untuk memanfaatkan berbagai promo menarik dan kemeriahan acara yang digelar di pusat perbelanjaan.Â
Sinergi antara pemerintah dan pengelola mal dinilai menjadi kunci utama di balik tangguhnya ekonomi ibu kota.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan bahwa denyut nadi aktivitas di mal-mal Jakarta merupakan faktor kunci yang mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut tetap berada di jalur positif.
"Pak Gubernur menyampaikan kenapa pertumbuhan ekonomi Jakarta meningkatnya cukup luar biasa? Ternyata ada beberapa program yang dikolaborasikan dengan seluruh pelaku ekonomi yang ada di Jakarta," tutur Uus saat membuka Jakarta Lunar New Year Festival 2026, Minggu (8/2/2026).
Kesuksesan ini terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang 2025 yang menyentuh 5,21 persen, sebuah pencapaian yang berada di atas rata-rata nasional. Uus menyebut prestasi ini merupakan buah manis dari kerja keras seluruh pihak.
"Nah ternyata apa yang terjadi ini, itu tidak lepas dari ikhtiar dari berbagai macam stakeholder yang ada. Sudah barang tentu Pemprov DKI mengajak pada seluruh pelaku ekonomi untuk sama-sama bagaimana ikut meningkatkan ekonomi di Jakarta," imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua APPBI DKI Jakarta, Mualim Wijoyo, melihat perayaan Imlek 2026 sebagai peluang emas untuk memacu kembali sektor ritel dan pariwisata.
Berbagai agenda menarik telah disiapkan di pusat-pusat perbelanjaan untuk menarik minat pengunjung.
"Kami ingin menghadirkan suasana perayaan yang meriah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan dan transaksi di mal," kata Mualim.
Tahun ini, suasana Imlek terasa semakin spesial karena jadwalnya berdekatan dengan menyambut bulan suci Ramadhan. Kondisi ini diprediksi akan menciptakan efek domino yang positif bagi para pelaku usaha ritel.
"Imlek adalah momen yang selalu dinantikan dan momen sehari setelah Imlek sudah memasuki bulan Ramadhan pastinya memiliki dampak positif bagi industri ritel," jelas Mualim.
Untuk menyemarakkan suasana, sebanyak 98 mal di bawah naungan APPBI menggelar beragam atraksi mulai dari pertunjukan Barongsai dan Liong, dekorasi khas yang estetik, hingga berbagai aktivitas interaktif.Â
Tak tanggung-tanggung, APPBI memasang target transaksi yang cukup ambisius pada momen ini, yakni mencapai Rp10 triliun.
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Berkaca pada momen Natal dan Tahun Baru sebelumnya, Jakarta berhasil mencatatkan transaksi hingga Rp15,25 triliun dari gabungan sektor perhotelan, mal, dan UMKM.Â
Mualim juga menyoroti adanya perubahan perilaku konsumen yang kini jauh lebih konsumtif.
"Sekarang kan ekonomi Jakarta sudah membaik ya. Yang dulu ada istilah 'rojali', rombongan jarang beli, sekarang 'rojali', rombongan jadi beli. Kali ini kita target transaksinya tembus Rp10 triliun. Tapi kan target, bisa saja melampaui," ungkapnya.
Mualim meyakini bahwa daya tarik visual dan berbagai gelaran acara di mal memiliki pengaruh besar dalam memicu keinginan masyarakat untuk berbelanja, terlebih dengan adanya iming-iming potongan harga.
"Biasanya di akhir tahun atau hari-hari besar nasional kan biasanya mal-mal itu sudah secara otomatis memberikan disko-diskon," ujar Mualim. (ant/dpi)
Â
Load more