Pelaku Penganiayaan Ojol di Jakbar Ternyata Bukan Paspampres Tapi Anggota Denma Mabes TNI
- Instagram @hasanrisqi
Jakarta, tvOnenews.com - Asisten Intelijen Komandan Paspampres (Asintel Danpaspampres) Kolonel Inf Mulyo Junaidi angkat bicara soal anggotanya yang diduga jadi pelaku penganiayaan pengemudi ojek online (ojol) berinisial HRS (26) di Jalan Haji Berit, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (5/2/2026) dini hari.
Kolonel Inf Mulyo menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan dan yang terlibat dalam penganiayaan itu bukan anggota Paspampres.
“Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres. Tapi dia anggota Mabes TNI, Denma,” kata Mulyo, kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Sementara itu, Mulyo menerangkan, dalam hal ini dirinya juga telah melakukan klarifikasi terhadap terduga pelaku, Anggota Denma Mabes TNI, Kapten Cpm Antoni.
“Saya sudah langsung crosscheck, rupanya yang bersangkutan bertugas di Denma. Sudah kami klarifikasi, Kapten Cpm Antoni Anggota Denma Mabes,” jelas Mulyo.
Sebelumnya, seorang pengemudi ojek online (Ojol) berinisial HRS (26) diduga menjadi korban penganiayaan oleh anggota Paspampres di Jalan Haji Berit, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (5/2/2026) dini hari.
Peristiwa ini diunggah dalam akun media sosial Instagram @hasanrisqi. Terlihat wajah korban berlumuran darah usai pelipisnya terluka.
Tampak korban telah membuat laporan polisi dan telah teregister dengan nomor LP/B/080/II/2026/POLSEK KEMBANGAN/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA. Tertulis pelaku dalam lidik.
Sementara itu, berdasarkan kronologi yang tertulis, awalnya korban mendapatkan orderan ojek online atas nama Nur, daei Jalan Mawar Srengseng dengan tujuan Haji Lebar.
“Sesampainya di lokasi tujuan, ternyata penumpang penumpang salah titik tujuan. Lalu saya mengkonfirmasi kepada penumpang arah tujuan sebenernya. Penumpang pun juga tidak tahu jalan menuju ke lokasi tujuannya karena dia hanya di suruh ke rumah pelaku,” tulis keterangan korban dalam laman Instagram, dikutip Senin (9/2/2026).
Kemudian penumpang menunjukkan share lokasi dari pelaku kepada korban. Namun share lokasi dari pelaku tidak dapat dibuka di HP penumpang. Tetapi dalam sharelock tersebut tertulis jalan di dekat titik tujuannya yaitu Jalan Kecapi.
“Sesampainya di jalan kecapi, saya meminta penumpang Nur ini untuk menghubungi pelaku untuk memastikan lokasi sebenarnya. Ketika ditelepon, HP penumpang Nur ini diberikan ke saya untuk bertanya langsung kepada pelaku,” terangnya.
Load more