Didi Mahardhika Soekarno Ungkap Alasan Setia ke Prabowo: Gerindra Cocok dengan Darah Ideologi Saya
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Cucu Proklamator RI Bung Karno, Didi Mahardhika Soekarno, menegaskan komitmen politiknya untuk tetap berada di barisan Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai kader Partai Gerindra, langkah politik Didi ini tergolong unik karena berbeda arah dengan mayoritas anggota keluarga besar Soekarno lainnya.
Dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, Didi mengungkapkan bahwa keputusannya berlabuh di Partai Gerindra bukanlah sebuah spontanitas, melainkan bentuk ketaatan pada dua amanah besar.
Amanah tersebut datang dari mendiang ibundanya, Rachmawati Soekarnoputri, serta kedekatan personalnya dengan Prabowo Subianto yang sudah dianggapnya sebagai bagian dari keluarga.
"Pesan ibunda jelas, tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Alhamdulillah amanah itu saya jalankan sejak dulu," ujar pria yang akrab disapa Mahardhika tersebut, dikutip Selasa (10/2).
Bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, Didi menyampaikan harapan agar partai berlambang kepala garuda tersebut terus konsisten menjaga persatuan nasional.
Ia meyakini bahwa Gerindra adalah wadah politik yang paling mampu mengimplementasikan ajaran kakeknya tanpa harus menciptakan perpecahan.
"Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun," tuturnya.
Lebih dari sekadar urusan partai, hubungan Didi dengan sang Presiden ternyata sangat mendalam secara personal.
Ia memandang sosok Prabowo bukan sekadar ketua umum partai atau kepala negara, melainkan mentor sekaligus orang tua.
"Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri. Itu yang saya pegang," tegasnya.
Didi Mahardhika juga memberikan kritik terhadap gaya politik lama yang masih sering membenturkan tokoh-tokoh sejarah, seperti narasi antara pendukung Soekarno dan Soeharto.
Menurutnya, pengkotak-kotakan semacam itu hanya akan menghambat kemajuan Indonesia sebagai bangsa besar.
"Menurut saya, dikotomi itu sudah tidak relevan. Mengotakan rakyat Indonesia ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini," pungkasnya.
Meski mewarisi darah politik sang kakek, Didi memilih jalan untuk membawa nilai-nilai Soekarno ke dalam bingkai rekonsiliasi dan persatuan nasional yang diusung oleh pemerintahan saat ini.
Load more