Pramono Ungkap Sebanyak 270 Ribu Warga Jakarta Terdampak Usai PBI BPJS Dinonaktifkan
- tvOnenews/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sebanyak 270.000 warga Jakarta terdampak penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Dia menjelaskan hal itu terjadi karena adanya Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang menonaktifkan sekitar 11.085.000 peserta.
“Seperti kita ketahui bersama dengan keputusan Menteri Sosial per 1 Februari 2026, kalau di Jakarta dihitung berapa yang kemudian perlu direaktivasi atau sudah atau belum, kurang lebih 270.000 peserta yang terdampak,” kata Pramono di Puskesmas Serdang, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Kendati demikian, Pramono mengatakan telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta mengenai penonaktifan PBI BPJS.
Dia memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap memberikan pelayanan yang sama bagi warga yang BPJS-nya dinonaktifkan.
“Tidak ada berkurang termasuk untuk penyakit-penyakit yang berat yang diderita oleh masyarakat,” ujarnya.
“Dan juga kalau harus rawat inap, cuci darah, operasi katarak, layanan rutin lainnya sehingga kita akan tetap lakukan,” lanjut Pramono.
Di sisi lain, Pramono menambahkan pihaknya saat ini masih menunggu pemutakhiran data dari Kemenko PMK dan Kementerian Sosial terkait data terbaru peserta PBI BPJS.
“Tetapi yang jelas Jakarta dalam hal ini tetap memberikan pelayanan yang tidak berkurang bagi masyarakat yang apa harus direaktivasi kembali,” ungkapnya. (saa)
Load more