News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prosesi Sanksi Adat Bagi Pandji Selesai, Ini Ritual Lengkap dan Maknanya dalam Kebudayaan Toraja

Ritual adat Toraja bernama Ma’Buak Burun Mangkali Oto usai dijalani komika Pandji Pragiwaksono sebagai bagian prosesi sanksi adat
Kamis, 12 Februari 2026 - 05:50 WIB
Tangkapan Layar - Pandji Pragiwaksono (kiri) mendengarkan Ketua Tongkonan Kada Sam Barumbun (kanan)
Sumber :
  • ANTARA

Makassar, Tvonenews.com-Ritual adat Toraja bernama Ma’Buak Burun Mangkali Oto usai dijalani komika Pandji Pragiwaksono sebagai bagian prosesi sanksi adat yang berlangsung selama dua hari 10-11 Februari 2026 di Tongkonan Layuk Kaero, Sanggalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu.

Sebelumnya ritual yang difasilitasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)  diberikan sebagai ruang pemulihan atas perbuatan yang dianggap menyinggung acara adat melalui canda komedinya tentang Rambu Solo (upacara proses pemakaman) pada 2013 namun viral pada 2025 itu turut dihadiri 32 perwakilan masyarakat adat setempat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apresiasi terhadap panji datang di Toraja ini untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama dua hari bersama 32 perwakilan adat. Penyelesaian masalah ini namanya Ma'sosorang Rengnge'. Dan atas ketidaktahuaanya memberikan statement dan itu dikonsumsi oleh orang banyak." kata Sekretaris Tongkonan Kada Daud Pangurangan.

Ia menjelaskan, pemulihan hari ini disaksikan dan diterima masyarakat adat. Selain itu, kata Daud, proses hukum ada di Toraja berbeda dengan hukum positif biasanya. Hukum di Toraja berbicara tentang pemulihan. 

"Kalau pun ada yang dilakukan untuk Pandji, misalnya ada alat yang dipakai seperti ayam lima ekor dan satu babi, itu adalah cara untuk pemulihan, bukan dipandang sebagai denda, bukan. Tetapi, dipulihkan dan itu berlaku untuk seluruh masyarakat Toraja," paparnya menekankan. 

Secara khusus untuk Panji, kejadian ini agar menjadi pelajaran bersama, serta diluruskan presepsi-presepsi liar sehingga apa yang dipijak di bumi ini menghasilkan berkat dari Ilahi dan semua menjadi selamat di bumi ini.

Ketua PHD AMAN Toraya Romba Marannu Sambolinggi menyampaikan, Pandji telah menjalani sidang adat namun tidak semata-mata diarahkan kepadanya. Sebab, bila melihat  video viral tersebut hanya potongan-potongan dan tidak seluruhnya, lalu memunculkan polemik.

"Dalam stand up comedy, kita (masyarakat Toraya) di up lagi di media. Maka kemudian terlalu banyak hal yang tidak semestinya. Dan dari kita juga turut melakukan kesalahan (terprovokasi) karena itu. Proses ini buka hanya Pandji melakukan permohonan maaf, tapi kita masyarakat Toraya turut menyampaikan maaf, karena kasus-kasus kemarin (sikap menyinggung pribadi)," tuturnya.

Sidang adat tersebut, lanjut Romba, bertujuan membuka ruang komunikasi yang setara agar semua pihak bisa saling memahami. Komunitas Toraya ingin memastikan suara kolektif dalam proses pemulihan, dan itu bukan sekedar keputusan sepihak yang dapat memperpanjang permasalahan. 

Sebagai hakim adat yang memimpin persidangan, ia menilai persoalan ini berakar pada ketidaktahuan Pandji terhadap makna mendalam Rambu Solo. Selain dirinya, para hakim adat lainnya hadir yaitu  Saba’ Sombolinggi, Eric Crystal Ranteallo, Yusuf Sura’ Tandirerung, Maksi Balalembang, Lewaran Rantela’bi, dan Nura Massora Salusu. 

Ketua Tongkonan Kada Sam Barumbun mengapresiasi Lembaga AMAN memfasilitasi kehadiran Panji yang rela datang jauh dari Amerika, Jakarta sampai ke Toraja untuk menyampaikan maaf atas ketidaktahuannya tentang adat. Sebab, menurut dia, prosesi adat kematian di Toraja adalah mahal, karena di situlah mengembalikan yang diberikan Tuhan sampai diciptakannya.

"Ini sebuah penghormatan luar biasa. Ini gambaran seorang satria. Jadi banyak yang meragukan ini, tetapi hari ini leluhur kami menuntun Mas Pandji boleh ada di sini. Terima kasih. Dan mudah- mudahan semuanya menjadi baik," katanya.

Penasihat hukum Pandji, Haris Azhar yang mendampinginya di Toraja menilai mekanisme hukum adat yang dijalani selama proses sidang sangat otentik oleh perwakilan 32 wilayah masyarakat adat dalam satu ruang dialog. Ia terkesan dengan prosesi  sidang tersebut yang menunjukkan kekuatan masyarakat adat menyelesaikan masalah ini.

"Ini sangat otentik sekali. Mas Panji punya dua domisili, tidak hanya di Jakarta, tapi juga di Amerika bisa sampai di Toraja ini. Tadi, Panji mendengarkan dari 32 wilayah ada, ada 13 masukan. Saya yakin kupingnya dibuka lebar-lebar. Hati dan pikirannya mencoba menyatu dengan masukan itu.  Beginilah cara warga menyelesaikan masalah," paparnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pandji sendiri merasa terhormat menjadi bagian dari prosesi keharmonisan yang begitu tinggi dan luhur nilainya. Ia dapat melihat langsung seperti apa tradisi di Toraja yang adil dan demokratis dalam penyelesaian permasalahan. Pandji merasa tersanjung atas kebersamaan banyak perwakilan adat yang diasumsikannya bukan hal mudah mengumpulkan mereka dalam suatu penyelesaian perkara. 

"Saya tadi sudah mengikuti dan mendengar pernyataan dari perwakilan wilayah adat. Saya terima dan saya mengerti. Saya rasa ini akan membantu menjadi lebih baik lagi dan semoga saya masih diterima untuk kembali lagi. Karena saya betul-betul sangat menikmati momen berada di sini dan keluarga," kata pendiri Comika Company ini.(ant)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral