News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Emak-Emak di Makassar Curi Perhiasan Senilai Rp2 Miliar Lalu Bakar Toko Emas Karena Terlilit Utang, "Bom Molotov" Disiapkan dari Rumah hingga Roknya Sempat Terbakar

Kronologi emak-emak di Makassar mencuri perhiasan senilai Rp2 miliar lalu membakar toko emas tersebut karena terlilit utang akhirnya diungkap pihak kepolisian. 
Jumat, 13 Februari 2026 - 10:36 WIB
Ilustrasi - Emas batangan
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com - Kronologi emak-emak di Makassar mencuri perhiasan senilai Rp2 miliar lalu membakar toko emas tersebut karena terlilit utang akhirnya diungkap pihak kepolisian. 

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengatakan aksi yang terjadi sebuah toko emas di Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 13.30 WITA itu sudah direncanakan dengan matang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rencananya, setelah mengambil emas, toko tersebut dibakar untuk menimbulkan kepanikan hingga jalan untuk kabur bisa terbuka dengan mudah. 

Arya menyebut emak-emak itu telah menyiapkan botol plastik isi bensin yang dirakit seperti bom molotov.

Dia berjalan dari rumahnya di kawasan Bantaeng menuju toko emas tersebut. 

Sesampainya di sana, dia berpura-pura menjadi pembeli. Dia melihat-lihat dan memilih emas lalu meminta pegawai untuk mengeluarkan sejumlah perhiasan yang seolah-olah hendak dibeli.

"Pelaku datang karena ingin membeli emas tujuannya lalu diterima pegawai sana. Setelah itu emas terkumpul ke wadah lalu difoto. Katanya fotonya ingin dikirim ke suaminya," kata dia, Kamis (12/2/2026). 

Arya menyebut pegawai toko emas mulai curiga saat emak-emak itu meminta untuk memfoto perhiasan itu. 

Pihak toko melarangnya hingga situasi berubah. Emak-emak itu akhirnya mengeluarkan “bom molotov” itu.

"Ketika (perhiasan emas) terkumpul dalam satu wadah lalu dibakarlah di tempat tersebut. Ketika api sudah muncul, orang-orang di toko emasnya panik lalu barang itu dibawa lari oleh pelaku," ujarnya.

Situasi ini dimanfaatkan emak-emak itu untuk kabur. Terburu-buru, rok milik pelaku sempat terbakar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga sekitar lokasi langsung melakukan pengejaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pada akhirnya, perhiasan yang dicuri emak-emak tersebut diamakan sebagai barang bukti. (nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral