Menag Ajak PNM Jadikan Ramadan Momentum Perbaikan Diri dan Penguatan Ekonomi Umat
- Kemenag
Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penuh harapan kepada keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Dalam kunjungannya ke Menara PNM, Jakarta, ia menekankan pentingnya menjadikan bulan suci sebagai titik balik perbaikan diri sekaligus penguatan peran sosial dan ekonomi.
Di hadapan jajaran manajemen dan insan PNM, Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan. Menurutnya, Ramadan harus dimaknai sebagai momentum peningkatan kualitas pribadi yang tercermin dalam cara bekerja, melayani, serta mengambil peran di tengah masyarakat.
“Semoga Ramadan kali ini menjadi Ramadan yang lebih baik, termasuk dalam mendapatkan pertobatan yang juga lebih baik, sehingga masa depan dunia dan akhirat pun menjadi lebih baik,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia mengajak seluruh insan PNM meneladani perjalanan Rasulullah dalam setiap aktivitas kehidupan, termasuk dalam menjalankan amanah profesional. Nilai spiritual, kata dia, tidak boleh berhenti pada ibadah personal, melainkan harus terwujud dalam etos kerja, integritas, dan kepedulian sosial.
Santunan untuk Anak Nasabah Mekaar
Pesan tersebut diwujudkan dalam aksi nyata melalui penyerahan santunan kepada anak-anak nasabah PNM Mekaar yang telah menjadi yatim. Penyerahan bantuan itu disertai doa agar mereka diberikan kekuatan, perlindungan, serta masa depan yang lebih baik.
Momen ini sekaligus menjadi simbol bahwa penguatan spiritual harus berjalan beriringan dengan keberpihakan kepada kelompok rentan. PNM Mekaar sendiri dikenal sebagai program pembiayaan ultra mikro yang menyasar perempuan prasejahtera di berbagai daerah.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan Menteri Agama. Ia berharap sinergi antara PNM dan Kementerian Agama dapat terus diperluas, terutama dalam optimalisasi penyaluran dana sosial untuk mendukung nasabah Mekaar yang mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera.
Menurut Arief, dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.
73 Persen Pembiayaan Berbasis Syariah
Arief juga memaparkan bahwa PNM terus memperkuat ekosistem bisnis berbasis prinsip syariah. Hingga saat ini, sekitar:
-
73 persen penyaluran pembiayaan PNM berbasis syariah
-
Lebih dari 80 persen sumber pendanaan berasal dari sukuk dan obligasi
-
Pendanaan tersebut didukung oleh 46 bank di Indonesia
-
PNM membiayai sekitar 16 juta nasabah aktif
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar nasabah PNM merupakan kelompok mustadhafin atau masyarakat ekonomi lemah yang membutuhkan dukungan permodalan dan pendampingan usaha.
“Visi Menteri Agama dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana sosial, termasuk zakat dan wakaf, mudah-mudahan memiliki potensi untuk dimanfaatkan bagi nasabah PNM. Secara praktis, 16 juta nasabah aktif yang kami biayai saat ini merupakan kelompok mustadhafin,” kata Arief.
Optimalisasi dana sosial keagamaan seperti zakat dan wakaf dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat akses permodalan bagi masyarakat kecil. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan dampak berkelanjutan, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan spiritual.
Ramadan sebagai Penguat Etos Kerja dan Kepedulian
Kunjungan Menteri Agama ke PNM menjadi momentum reflektif menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika sosial, penguatan nilai spiritual dinilai penting untuk menjaga optimisme dan arah pembangunan yang berkeadilan.
Pesan yang disampaikan Nasaruddin Umar menegaskan bahwa spiritualitas dan profesionalitas bukan dua hal yang terpisah. Justru keduanya harus berjalan seiring agar lembaga keuangan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat kecil dapat terus tumbuh dengan integritas dan keberpihakan.
Bagi PNM, Ramadan tahun ini diharapkan menjadi penguat komitmen dalam membangun ekosistem pembiayaan yang inklusif, berkelanjutan, dan sesuai prinsip syariah, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi jutaan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia. (nsp)
Load more