Status PBI BPJS Tak Aktif Tetap Bisa Berobat di RSCM, Begini Skema Penanganannya
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Manajemen Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan bahwa akses pengobatan bagi masyarakat tetap terbuka lebar, terutama bagi pasien dalam kategori darurat.
Jaminan ini tetap berlaku meskipun status kepesertaan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) milik pasien sedang tidak aktif.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terkait isu penolakan pasien BPJS PBI yang nonaktif.
Direktur Medis dan Keperawatan RSCM, dr. Renan Sukmawan, menegaskan bahwa pihaknya memegang teguh prinsip kemanusiaan dalam setiap pelayanan.
"RSCM selalu menerapkan patient first. Layani pasiennya dulu, administrasi belakangan," ujar dr. Renan Sukmawan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/2).
Ia menjelaskan bahwa keselamatan pasien adalah segalanya. Oleh karena itu, tenaga medis di RSCM diinstruksikan untuk memberikan tindakan medis terlebih dahulu, sementara urusan kelengkapan administrasi bisa diselesaikan setelah kondisi pasien stabil.
Lebih lanjut, Renan memaparkan bahwa untuk pasien dengan penyakit katastropik atau kondisi yang mengancam nyawa, sistem kesehatan telah diatur sedemikian rupa sehingga aktivasi kepesertaan bisa dilakukan secara otomatis.
Hal ini diharapkan bisa memberikan rasa tenang bagi warga yang tengah menghadapi kendala kesehatan namun terbentur masalah biaya.
Renan mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut atau ragu datang ke rumah sakit jika membutuhkan pertolongan medis segera.
"Setiap saat kami akan layani. Jangan pikir administrasi. Bahkan kalau misalnya memang tidak ada dana sama sekali, tidak akan kami permasalahkan, yang penting nyawanya bisa tertolong," tegasnya.
Selain memberikan jaminan layanan tanpa hambatan administrasi, RSCM juga terus berbenah dalam hal infrastruktur.
Salah satunya adalah dengan menambah kapasitas daya tampung rumah sakit guna mengimbangi tingginya jumlah rujukan kasus berat dari berbagai daerah.
Dalam dua tahun terakhir, RSCM tercatat telah melakukan ekspansi besar-besaran pada jumlah fasilitas tempat tidur bagi pasien.
"RSCM terus mengembangkan kapasitasnya, dari sebelumnya dua tahun yang lalu, 900 tempat tidur, sekarang 1.280," ujar Renan Sukmawan. (ant/dpi)
Load more