Anak Riza Chalid Dituntut 18 Tahun Penjara dan Rp 13,4 Triliun, Muhammad Kerry Adrianto Riza: Saya Tidak Terlibat
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Nama anak Riza Chalid kembali menjadi sorotan publik. Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara resmi menuntut anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza, dengan pidana penjara selama 18 tahun dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero).
Tak hanya pidana badan, anak Riza Chalid itu juga dituntut membayar ganti rugi dalam jumlah fantastis, yakni sebesar Rp 13,4 triliun.
Tuntutan terhadap anak Riza Chalid tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), subholding, serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023.
Rincian Tuntutan terhadap Anak Riza Chalid
Dalam persidangan, jaksa memaparkan tuntutan terhadap anak Riza Chalid sebagai berikut:
-
Pidana penjara selama 18 tahun
-
Ganti rugi sebesar Rp 13,4 triliun
Tuntutan terhadap anak Riza Chalid ini menjadi salah satu yang paling menyita perhatian dalam perkara dugaan korupsi di sektor energi nasional. Nilai ganti rugi Rp 13,4 triliun dinilai sangat besar dan mencerminkan dugaan kerugian negara dalam pengelolaan minyak mentah dan produk kilang.
Kasus yang menjerat anak Riza Chalid ini sendiri berkaitan dengan tata kelola minyak mentah di lingkungan PT Pertamina (Persero), termasuk subholding dan KKKS selama periode 2018 hingga 2023.
Anak Riza Chalid Buka Suara di Persidangan
Usai mendengarkan tuntutan jaksa, anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza, langsung memberikan tanggapan. Di hadapan awak media, anak Riza Chalid menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam perkara yang dituduhkan.
Ia menyebut seluruh saksi yang dihadirkan dalam persidangan telah menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus tersebut.
“Seperti yang sudah saya sampaikan, fakta persidangan bahwa semua saksi yang dihadirkan itu sudah bilang saya tidak terlibat dalam perkara ini,” ujar anak Riza Chalid di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat.
Pernyataan anak Riza Chalid ini menjadi bagian penting dalam dinamika persidangan. Ia menegaskan kembali bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatannya dalam praktik korupsi tata kelola minyak mentah sebagaimana didakwakan.
Minta Keadilan dan Soroti Presiden Prabowo
Dalam kesempatan yang sama, anak Riza Chalid juga secara terbuka meminta keadilan atas perkara yang tengah dihadapinya. Ia berharap proses hukum terhadap dirinya berjalan objektif dan tidak mengandung unsur kriminalisasi.
Anak Riza Chalid bahkan berharap Presiden Prabowo Subianto dapat melihat langsung kasus yang menjerat dirinya secara jernih dan objektif.
“Saya mohon keadilan untuk saya. Saya berharap sekali dalam situasi ini Bapak Presiden Prabowo bisa melihat kasus saya secara jernih dan objektif. Beliau adalah negarawan yang hebat dan bijaksana yang saya yakin tidak ingin ada kriminalisasi di negeri ini,” kata anak Riza Chalid.
Permintaan anak Riza Chalid tersebut menambah dimensi politik dalam perkara ini. Meski demikian, proses hukum tetap berjalan sesuai mekanisme peradilan yang berlaku.
Kasus Minyak Pertamina Jadi Sorotan
Kasus yang menyeret anak Riza Chalid merupakan bagian dari perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023.
Perkara ini tidak hanya melibatkan anak Riza Chalid. Sebelumnya, jaksa juga menuntut tiga mantan petinggi Pertamina dengan pidana 14 tahun penjara dalam perkara yang sama.
Sorotan publik terhadap kasus ini sangat besar, mengingat sektor minyak dan gas merupakan salah satu sektor strategis nasional. Tata kelola minyak mentah dan produk kilang memiliki dampak luas terhadap stabilitas energi, perekonomian, hingga keuangan negara.
Tuntutan 18 tahun penjara terhadap anak Riza Chalid menjadi titik penting dalam proses hukum yang masih bergulir. Sidang selanjutnya akan menentukan bagaimana majelis hakim menilai seluruh fakta persidangan, keterangan saksi, serta alat bukti yang diajukan.
Di akhir pernyataannya, anak Riza Chalid kembali menyampaikan harapan agar keadilan ditegakkan dalam perkara yang menjerat dirinya.
“Saya mohon agar keadilan bagi saya. Teman-teman, bismillah ya. Semoga Allah melindungi kita semua,” tutup anak Riza Chalid.
Persidangan anak Riza Chalid kini memasuki fase krusial menjelang putusan. Publik menanti bagaimana majelis hakim akan memutus perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang menyeret nama anak Riza Chalid tersebut. (nsp)
Load more