Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!
- ANTARA FOTO
“Bismillah, mau makan ya nak ya. Minum obatnya anak mami nih. Ya Allah kasihan amat ya. Nanti pulangnya Garuda aja ya. Maafin papi ya sama mami ya,” ucap orang tuanya sambil menahan emosi.
Video tersebut memantik simpati luas dari warganet. Banyak yang mempertanyakan prosedur boarding dan koordinasi maskapai hingga penumpang bisa tertinggal, terlebih membawa bayi.
Protes Keras: “Saya Cuma Butuh Tanggung Jawab!”
Dalam rekaman percakapan dengan petugas maskapai, sang ayah terdengar emosi menuntut tanggung jawab.
“Saya mikirin anak saya! Tanggung jawab! Ada susu anak saya di bagasi, anak saya gimana? Bagasi jam berapa sampainya?” ujarnya.
Ia juga menyebut tidak mendapat solusi konkret selain tawaran pengalihan tiket. Sementara kondisi penerbangan berikutnya disebut penuh.
“Kalian cuma bisa bantuan tiket saja. Itu pun kondisinya full. Saya nggak mau sampai saya emosi. Saya sudah nahan banget ini karena saya mikirin anak saya,” katanya.
Orang tua bayi itu juga mempertanyakan kompensasi hotel dan penggantian kerugian waktu serta tenaga. Dalam percakapan tersebut, ia menyatakan merasa ditinggalkan dan tidak mendapat tanggung jawab yang memadai.
“Balikin duitnya. Saya sudah rugi waktu, rugi tenaga. Mana tanggung jawabnya?” tegasnya.
Klarifikasi Super Air Jet
Menanggapi viralnya insiden ini, pihak Super Air Jet akhirnya memberikan klarifikasi resmi pada Sabtu (14/2/2026).
Maskapai menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang penerbangan IU-742 rute Jakarta menuju Bali.
Menurut keterangan resmi, keterlambatan terjadi karena pesawat yang dijadwalkan beroperasi harus menjalani pemeriksaan teknis tambahan yang tidak terjadwal.
“Keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan mengoperasikan penerbangan tersebut perlu menjalani pemeriksaan teknis tidak berjadwal. Proses ini merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan,” jelas pihak maskapai.
Super Air Jet menyebut proses pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu sehingga berdampak pada rotasi pesawat berikutnya. Maskapai juga mengklaim seluruh penumpang terdampak telah menerima kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sebagai bentuk perhatian, kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku telah dijalankan dan diberikan kepada para tamu. Kami juga terus menyampaikan perkembangan informasi selama proses penanganan berlangsung. Keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama kami,” demikian pernyataan resmi Super Air Jet.
Load more