News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Viral bayi tertinggal usai delay 5 jam Super Air Jet. Susu di bagasi ikut terbang, orang tua protes keras, maskapai akhirnya beri klarifikasi resmi.
Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:29 WIB
Ilustrasi - Pramugari maskapai Super Air Jet menyapa penumpang sebelum melakukan penerbangan Jakarta - Batam.
Sumber :
  • ANTARA FOTO

Jakarta, tvOnenews.com - Insiden delay panjang kembali mencoreng layanan penerbangan. Kali ini, sorotan tertuju pada maskapai Super Air Jet setelah seorang bayi disebut tertinggal pesawat usai keterlambatan hingga lima jam dalam penerbangan rute Jakarta–Denpasar.

Peristiwa ini viral di media sosial setelah orang tua sang bayi mengunggah sejumlah video yang memperlihatkan detik-detik kepanikan mereka. Bukan hanya soal delay, tetapi karena pesawat disebut terbang lebih dulu saat mereka tengah menunggu, sementara seluruh perlengkapan bayi—including susu—berada di bagasi yang sudah masuk pesawat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kronologi: Delay 5 Jam hingga Pesawat Terbang Tanpa Penumpang

Penerbangan Super Air Jet dengan nomor IU-742 rute Jakarta menuju Denpasar awalnya dijadwalkan berangkat siang hari. Namun pesawat mengalami keterlambatan sekitar lima jam.

Selama menunggu, para penumpang mengaku tidak mendapat kepastian informasi yang jelas. Orang tua bayi tersebut memilih menunggu di lounge setelah berjam-jam berada di ruang tunggu tanpa kejelasan.

Menurut pengakuan sang ayah dalam video yang beredar, boarding pass sempat dipegang petugas. Ia mengaku diminta menunggu istrinya. Namun saat kembali, pesawat sudah berangkat.

“Saya sudah nunggu 6 jam, tiba-tiba saya ditinggal 5 menit. Hanya menunggu istri saya. Boarding pass saya tadi dipegang. Saya disuruh panggil istri saya, tapi setelah saya sampai, mereka pergi,” ujarnya dalam video yang viral.

Pesawat pun terbang, sementara koper mereka—yang berisi botol susu dan persediaan susu bayi—sudah berada di bagasi.

Tangis Ibu Pecah, Bayi Hanya Minum Air Putih

Video lain memperlihatkan seorang ibu menangis sambil menggendong bayinya yang sudah mengantuk dan rewel karena ingin minum susu sebelum tidur.

“Cempaka cuma bisa minum air putih buat tidur. Malah air putihnya tinggal segini. Ya Allah. Waduh susunya nggak ada. Nggak apa-apa ya Nak ya? Bisa bobo ya? Udah ada susu ya?” ucap sang ibu dengan suara bergetar.

Karena tidak ada susu, orang tua bayi tersebut terpaksa memberikan air putih agar anaknya bisa tidur. Dalam video lanjutan, sang bayi terlihat meminum obat karena dalam kondisi kurang sehat.

“Bismillah, mau makan ya nak ya. Minum obatnya anak mami nih. Ya Allah kasihan amat ya. Nanti pulangnya Garuda aja ya. Maafin papi ya sama mami ya,” ucap orang tuanya sambil menahan emosi.

Video tersebut memantik simpati luas dari warganet. Banyak yang mempertanyakan prosedur boarding dan koordinasi maskapai hingga penumpang bisa tertinggal, terlebih membawa bayi.

Protes Keras: “Saya Cuma Butuh Tanggung Jawab!”

Dalam rekaman percakapan dengan petugas maskapai, sang ayah terdengar emosi menuntut tanggung jawab.

“Saya mikirin anak saya! Tanggung jawab! Ada susu anak saya di bagasi, anak saya gimana? Bagasi jam berapa sampainya?” ujarnya.

Ia juga menyebut tidak mendapat solusi konkret selain tawaran pengalihan tiket. Sementara kondisi penerbangan berikutnya disebut penuh.

“Kalian cuma bisa bantuan tiket saja. Itu pun kondisinya full. Saya nggak mau sampai saya emosi. Saya sudah nahan banget ini karena saya mikirin anak saya,” katanya.

Orang tua bayi itu juga mempertanyakan kompensasi hotel dan penggantian kerugian waktu serta tenaga. Dalam percakapan tersebut, ia menyatakan merasa ditinggalkan dan tidak mendapat tanggung jawab yang memadai.

“Balikin duitnya. Saya sudah rugi waktu, rugi tenaga. Mana tanggung jawabnya?” tegasnya.

Klarifikasi Super Air Jet

Menanggapi viralnya insiden ini, pihak Super Air Jet akhirnya memberikan klarifikasi resmi pada Sabtu (14/2/2026).

Maskapai menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang penerbangan IU-742 rute Jakarta menuju Bali.

Menurut keterangan resmi, keterlambatan terjadi karena pesawat yang dijadwalkan beroperasi harus menjalani pemeriksaan teknis tambahan yang tidak terjadwal.

“Keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan mengoperasikan penerbangan tersebut perlu menjalani pemeriksaan teknis tidak berjadwal. Proses ini merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan,” jelas pihak maskapai.

Super Air Jet menyebut proses pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu sehingga berdampak pada rotasi pesawat berikutnya. Maskapai juga mengklaim seluruh penumpang terdampak telah menerima kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebagai bentuk perhatian, kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku telah dijalankan dan diberikan kepada para tamu. Kami juga terus menyampaikan perkembangan informasi selama proses penanganan berlangsung. Keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama kami,” demikian pernyataan resmi Super Air Jet.

Publik Soroti Prosedur dan Koordinasi

Meski sudah ada klarifikasi, publik masih mempertanyakan bagaimana prosedur boarding dapat berjalan hingga ada penumpang yang tertinggal sementara bagasi sudah terangkut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini bukan lagi sekadar soal delay lima jam, tetapi menyangkut koordinasi, komunikasi, dan perlindungan terhadap penumpang, terutama bayi yang bergantung pada kebutuhan dasar seperti susu.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa dalam industri penerbangan, manajemen krisis dan transparansi informasi sama pentingnya dengan keselamatan teknis. Ketika salah satunya terabaikan, dampaknya bisa meluas—bahkan menyentuh sisi paling sensitif: tangis seorang bayi di bandara. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lima Oknum Polda Jambi Dipecat Buntut Tewasnya Brigadir EWS

Lima Oknum Polda Jambi Dipecat Buntut Tewasnya Brigadir EWS

Polda Jambi menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada lima personel Polri terkait kasus tewasnya Brigadir EWS di wilayah hukum Polres Tanjung Jabung Timur.
Dinkes DKI Tegaskan Tak Ada Nakes Jakarta Mencibir Curhatan Pasien BPJS Yurizal

Dinkes DKI Tegaskan Tak Ada Nakes Jakarta Mencibir Curhatan Pasien BPJS Yurizal

Media sosial beberapa waktu lalu viral dengan curhatan pasien BPJS Kesehatan Yurizal. Lalu dicibir oleh oknum tenaga kesehatan (Nakes).
AC Milan Main di Jakarta, Erick Thohir Kagum Banyak Klub-klub Dunia Pilih Indonesia untuk Gelar Pramusim: Dampaknya Positif

AC Milan Main di Jakarta, Erick Thohir Kagum Banyak Klub-klub Dunia Pilih Indonesia untuk Gelar Pramusim: Dampaknya Positif

Indonesia menarik perhatian klub-klub sepak bola dunia termasuk AC Milan sebagai destinasi tur pramusim. Menpora Erick Thohir menyambut positif fenomena itu.
Ulasan Menyakitkan Jurnalis Vietnam Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026: Memalukan!

Ulasan Menyakitkan Jurnalis Vietnam Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026: Memalukan!

Timnas Indonesia harus mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2026 setelah gagal menembus semifinal. Skuad Garuda hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura.
Mantan Penyidik KPK Ajak Publik Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Agar Penyidik Objektif

Mantan Penyidik KPK Ajak Publik Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Agar Penyidik Objektif

Yudi mengatakan penyidik perlu menelusuri seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut tanpa memandang jabatan maupun latar belakang.
3 Fakta Kasus Mutilasi di Depok: Polisi Masih Cari Potongan Tubuh Korban

3 Fakta Kasus Mutilasi di Depok: Polisi Masih Cari Potongan Tubuh Korban

Berikut 3 fakta kasus mutilasi di Depok: Terbaru, hingga kini polisi masih mencari potongan tubuh korban.

Trending

Ini Respons Kepala BGN Usai Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi

Ini Respons Kepala BGN Usai Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kembali terjadinya kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Perguruan tinggi terus berperan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan berbagai program yang direalisasikannya.
Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menilai perjalanan hidup dan kiprah Bahlil Lahadalia merupakan gambaran nyata tentang 'Indonesian Dream' yakni terbukanya kesempatan bagi setiap anak Indonesia untuk menggapai prestasi, meraih cita-cita, dan menjadi tokoh di tingkat nasional.
Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Upaya memperkuat ketahanan air, sanitasi, pengelolaan sampah, energi bersih, hingga transformasi kota cerdas menjadi salah satu fokus utama yang mengemuka.
Putra Kelahiran Pacitan Sukses Jegal Langkah Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026

Putra Kelahiran Pacitan Sukses Jegal Langkah Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026

Putra Kelahiran Pacitan, Jawa Timur, sukses menjegal langkah Timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar. Sosok tersebut adalah Ilhan Fandi.
Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Polisi masih mencari kaki milik K (51) yang menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi oleh Saepullah (26) di kawasan Tanah Merah, Jalan Kapling Depkes, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Selasa (4/8).
80 Ribu Air Bersih Disalurkan AHY di Madura

80 Ribu Air Bersih Disalurkan AHY di Madura

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) salurkan 80.000 liter air bersih untuk masyarakat dan pondok pesantren di Madura.
Selengkapnya

Viral