Pameran BIFHEX Digelar, UMKM di Jawa Barat Dukung Masuknya Produk Pangan Pertanian Halal Korea
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan produk pangan halal asal Korea Selatan semakin terstruktur di pasar Indonesia. Jawa Barat sebagai titik konsolidasi ekspansi, dengan Bandung menjadi pusat pertemuan antara eksportir dan distributor nasional.
Langkah ini terwujud melalui partisipasi resmi Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan Republik Korea bersama Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation dalam ajang Bandung International Food & HoReCa Expo (BIFHEX) di Bandung.
Salah satu perwakilan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat, bernama Agung mengaku pihaknya mendukung penyelenggaraan Paviliun Korea tersebut.
Dia menambahkan sekitar 88 persen konsumen di Jawa Barat merupakan konsumen muslim, sehingga status sertifikasi halal menjadi faktor penentu yang sangat penting dalam pembelian produk pangan.
“Lebih banyak produk pangan halal Korea baru yang diimpor dibandingkan perkiraan, sehingga kami mempertimbangkan perluasan kerja sama dan penambahan produk di jaringan kami,” ungkap dia.
”Data komposisi konsumen tersebut menjadi dasar perhitungan bisnis yang rasional. Sertifikasi halal tidak lagi menjadi pelengkap administratif, melainkan variabel utama dalam keputusan pembelian dan strategi penyediaan stok di jaringan ritel modern,” sambungnya.
Sementara, Direktur Ekspor Produk Pangan aT, Jeon Gi-chan, menilai minat dan konsumsi terhadap produk pangan pertanian halal Korea di kalangan generasi Muslim Indonesia berkembang pesat hingga ke daerah-daerah.
“Kami akan terus mendorong berbagai kegiatan pemasaran yang disesuaikan dengan pasar lokal, termasuk acara pengalaman konsumen, tidak hanya sebatas partisipasi dalam pameran, guna memperluas basis pasar dan memperkuat fondasi konsumsi yang berpusat pada kota-kota besar daerah,” tuturnya.
Adapun, pameran ini menjadi ruang negosiasi langsung antara produsen luar negeri dan importir, distributor, hingga pelaku usaha hotel, restoran, dan katering. Dengan populasi Jawa Barat yang mendekati 50 juta jiwa, potensi penetrasi pasar dinilai sangat besar.
Delapan perusahaan importir utama produk pangan Korea hadir secara langsung dalam pameran tersebut. Dari rangkaian sesi konsultasi dan negosiasi, tercatat 20 kontrak dagang dengan total nilai mencapai USD 15,6 juta. Angka ini memperlihatkan minat pasar yang konkret terhadap lini produk pangan halal dari Korea.
Load more