News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Imbas Polemik Wakaf Taqy Malik, WNI di Arab Saudi Mengaku Dipenjara 4 Hari

Randy klaim pekerja Indonesia di Arab Saudi dipenjara 4 hari akibat dampak program wakaf Taqy Malik, ini kronologi dan polemiknya.
Minggu, 15 Februari 2026 - 08:25 WIB
Ayah Taqy Malik Diduga Lakukan Penyimpangan Seksual, Begini Kronologinya
Sumber :
  • Internet

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik yang melibatkan selebgram dan pendakwah Taqy Malik kembali memunculkan babak baru. Kali ini, sorotan tertuju pada pengakuan pekerja migran Indonesia di Arab Saudi yang disebut sempat dipenjara selama 3 hingga 4 hari akibat pengetatan aturan pembelian mushaf Alquran.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Randy Permana, WNI yang bermukim di Arab Saudi dan sebelumnya juga berseteru dengan Taqy terkait program wakaf. Dalam wawancara daring pada 13 Februari 2026, Randy mengklaim aksi pembelian ribuan mushaf oleh Taqy memicu kecurigaan aparat setempat terhadap aktivitas pembelian dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Gara-gara dia beli ribuan, sekarang kita beli 2-3 dus saja sudah dibatasi. Polisi mengira kita jualan,” ujar Randy.

Menurutnya, situasi tersebut berdampak langsung pada pekerja migran Indonesia di Makkah dan Madinah yang biasa membeli mushaf untuk keperluan wakaf pribadi atau komunitas.

Diklaim Ditahan 3–4 Hari

Randy menyebut, beberapa rekannya sempat diamankan aparat karena dicurigai melakukan aktivitas jual-beli ilegal. Padahal, menurut pengakuannya, tujuan mereka hanya untuk mewakafkan mushaf.

“Beberapa teman saya ditangkap polisi dan dipenjara 3-4 hari. Perkaranya hanya karena mau mewakafkan mushaf, tapi dikira jualan. Aturan benar-benar diperketat gara-gara ulah satu orang,” tuturnya.

Ia menilai pembelian dalam jumlah sangat besar yang dilakukan secara terbuka memicu perhatian otoritas setempat. Akibatnya, aparat memperketat pengawasan terhadap pembelian mushaf oleh warga asing, termasuk pekerja Indonesia.

Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Arab Saudi terkait klaim tersebut. Informasi yang beredar masih bersumber dari pernyataan Randy dan belum dikonfirmasi secara independen.

Peringatan yang Disebut Tak Digubris

Randy juga mengaku telah berulang kali mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati dalam menjalankan program wakaf di Arab Saudi. Ia menyarankan agar penyaluran dilakukan secara bertahap, bukan dalam jumlah besar sekaligus.

“Saya sudah ingatkan dia. Saya bilang, ‘Bro, hati-hati, jangan terang-terangan. Kalau mau wakafkan mushaf dicicil saja 50 atau 100 antar ke masjid. Jangan langsung ribuan seperti itu’,” ujarnya.

Menurutnya, pembelian ribuan mushaf dalam satu waktu dapat menimbulkan persepsi aktivitas komersial, apalagi jika tidak disertai koordinasi resmi dengan otoritas setempat.

Isu Donasi dan Pengawasan Aparat

Tak hanya soal mushaf, Randy juga kembali menyinggung program donasi makanan yang dijalankan Taqy di Arab Saudi. Ia mengklaim terdapat selisih harga dalam program sedekah makanan yang ditawarkan.

Randy menyebut harga rata-rata sedekah makanan di sana berkisar 8 hingga 15 Riyal, sementara program yang dijalankan Taqy disebut mematok sekitar Rp100.000 per boks.

Ia juga menyatakan bahwa pada 2025 lalu, Taqy sempat menjadi perhatian aparat setempat terkait dugaan penggalangan donasi online tanpa izin resmi. Randy mengklaim situasi tersebut membuat Taqy berpindah tempat tinggal.

Namun, kembali ditegaskan bahwa tudingan tersebut belum disertai dokumen resmi atau putusan hukum yang dipublikasikan ke publik.

Donasi Ramadan 2026 Kembali Dibuka

Di tengah polemik, Taqy Malik disebut kembali membuka donasi makanan dan wakaf Alquran untuk Ramadan 2026. Langkah ini dinilai Randy berpotensi memicu persoalan serupa jika tidak disertai koordinasi yang jelas dengan otoritas terkait.

Randy mengaku telah mencoba menasihati secara personal. Namun hubungan keduanya dikabarkan merenggang, bahkan Taqy disebut menyindir melalui media sosial dan tidak lagi mengikuti akun Randy.

Kasus ini pun memicu perdebatan di kalangan WNI di Arab Saudi. Sebagian menilai program wakaf merupakan bentuk kebaikan yang patut diapresiasi, sementara lainnya menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap regulasi setempat.

Dampak Sosial bagi Pekerja Migran

Isu yang paling menyita perhatian adalah klaim penahanan pekerja Indonesia selama beberapa hari. Jika benar terjadi, hal ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan dan kenyamanan diaspora Indonesia di luar negeri.

Arab Saudi dikenal memiliki regulasi ketat terkait aktivitas penggalangan dana dan distribusi barang keagamaan, khususnya jika melibatkan warga asing. Setiap kegiatan yang bersifat kolektif atau dalam jumlah besar umumnya memerlukan izin resmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polemik ini menunjukkan pentingnya transparansi dan kepatuhan hukum dalam menjalankan aktivitas sosial lintas negara. Terlebih, dampaknya bisa meluas hingga ke komunitas yang tidak terlibat langsung.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi langsung dari Taqy Malik terkait tudingan bahwa tindakannya menyebabkan pekerja Indonesia ditahan. Publik pun masih menunggu penjelasan lebih lanjut guna memastikan duduk perkara secara utuh. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ducati Kerepotan Hadapi Aprilia, Dall Igna Minta Timnya Putar Otak untuk Kembali ke Persaingan Podium

Ducati Kerepotan Hadapi Aprilia, Dall Igna Minta Timnya Putar Otak untuk Kembali ke Persaingan Podium

General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, mengakui performa timnya di MotoGP Amerika Serikat menjadi peringatan keras setelah gagal meraih podium pada balapan utama.
Niat Beli Makan, Wanita Muda di Jaksel Tewas Tertabrak KRL

Niat Beli Makan, Wanita Muda di Jaksel Tewas Tertabrak KRL

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menjelaskan insiden terjadi saat korban bersama rekannya hendak menyeberang rel untuk mencari makan.
Yeum Hye-seon Tiba di Surabaya Bersama Agen Korea, Misi Bujuk Megawati Hangestri ke Red Sparks Lagi Dilancarkan?

Yeum Hye-seon Tiba di Surabaya Bersama Agen Korea, Misi Bujuk Megawati Hangestri ke Red Sparks Lagi Dilancarkan?

Ajak mantan agen Megawati Hangestri di Korea Chris Kim ke Surabaya, apakah Yeum Hye-seon punya misi terselubung untuk bujuk Mega agar kembali ke Red Sparks?
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Iran Buru Pilot Jet Tempur AS yang Jatuh, Janjikan Hadiah Jika Warga Berhasil Tangkap

Iran Buru Pilot Jet Tempur AS yang Jatuh, Janjikan Hadiah Jika Warga Berhasil Tangkap

Langkah ini memperbesar tensi konflik yang sudah berlangsung selama lima pekan terakhir.
5 Dampak Cuaca Panas Bagi Tubuh, Waspada Bisa Picu Penyakit Berbahaya Ini

5 Dampak Cuaca Panas Bagi Tubuh, Waspada Bisa Picu Penyakit Berbahaya Ini

Deretan dampak cuaca panas bagi tubuh yang perlu diwaspadai, mulai dari panas dalam hingga heatstroke yang berbahaya bagi kesehatan. Simak selengkapnya di sini!

Trending

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Media Malaysia Tuduh 3 Pemain Timnas Indonesia Palsukan Dokumen: Mereka Akan Dihukum

Media Malaysia Tuduh 3 Pemain Timnas Indonesia Palsukan Dokumen: Mereka Akan Dihukum

Media Malaysia menuding tiga pemain Timnas Indonesia memalsukan dokumen dan terancam hukuman. Simak fakta sebenarnya di balik kasus yang kini diselidiki KNVB.
Oknum Polisi di Pacitan Diduga Aniaya Istri di Hadapan Mertua

Oknum Polisi di Pacitan Diduga Aniaya Istri di Hadapan Mertua

Oknum polisi  Bhabinkamtibmas yang bertugas di Polsek Ngadirojo Polres Pacitan Polda Jatim dilaporkan istrinya sendiri, Bella ke Propam Polres Pacitan lantaran diduga melakukan KDRT.
Selengkapnya

Viral