News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Bunuh Diri Anak Disorot, DPR RI Minta Perkuat Deteksi Dini Kesehatan Mental di Sekolah dan Keluarga

Menangapi kasus bunuh diri pada anak, anggota Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah memperkuat sistem deteksi dini kesehatan mental anak di sekolah dan keluarga
Minggu, 15 Februari 2026 - 18:58 WIB
Polisi Beberkan Hasil Forensik Bocah SD di Demak Akhiri Hidupnya Usai Dimaki Sang Ibu
Sumber :
  • istimewa - istock photo

Jakarta, tvOnnews.com - Dua kasus anak bunuh diri sangat menyita perhatian public belakangan ini.

Pertama, kasus anak SD gantung diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), kedua, bocah SD akhiri hidup di Demak usai dimaki oleh sang ibu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menangapi kasus bunuh diri pada anak, anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina meminta pemerintah memperkuat sistem deteksi dini kesehatan mental anak di sekolah dan keluarga, sebagai salah satu langkah mencegah kasus bunuh diri pada anak.

“Reorientasi kebijakan perlindungan anak menuju pendekatan preventif, bukan reaktif. Selama ini, negara cenderung bertindak setelah tragedi terjadi. Padahal, perlindungan anak yang sejati adalah kemampuan negara untuk mengidentifikasi risiko sebelum menjadi krisis,” kata dia dikutip di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina
Sumber :
  • Istimewa

Menurutnya, peristiwa bunuh diri yang menimpa anak berusia 12 tahun di Demak, Jawa Tengah menunjukkan bukti jika negara gagal menjamin kesehatan mental generasi muda.

“Peristiwa ini bukan sekadar tragedi keluarga, melainkan alarm moral dan sosial bagi negara, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam sistem perlindungan anak nasional,” kata dia.

Seorang anak berusia 12 tahun yang duduk di bangku sekolah dasar ditemukan meninggal dunia di rumahnya, dengan dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri tanpa indikasi kekerasan fisik.

Ia mengatakan fenomena bunuh diri pada anak usia di bawah 12 tahun menurut psikologi perkembangan merupakan peristiwa yang kompleks karena pada usia tersebut anak belum memiliki pemahaman yang matang tentang finalitas kematian.

Selain itu, tindakan tersebut juga dipengaruhi oleh impuls emosional dan lingkungan sosial di sekitarnya.

“Tragedi ini menuntut kita untuk melihat persoalan secara jujur dan struktural. Anak yang seharusnya berada dalam fase tumbuh, belajar, dan merasakan perlindungan penuh, justru berada dalam posisi rentan secara emosional,” kata Selly.

Mantan Bupati Cirebon itu, menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi titik balik memperkuat paradigma perlindungan anak secara menyeluruh.

Menurut dia, negara tidak boleh hanya hadir sebagai pencatat statistik setelah tragedi terjadi, tetapi juga harus hadir secara aktif sebagai sistem perlindungan yang mencegah, mendeteksi, dan menangani kerentanan anak sejak dini.

Ia juga mendorong penguatan kapasitas keluarga sebagai lini pertahanan pertama.

Ia menilai keluarga harus dipandang sebagai institusi sosial yang memerlukan dukungan negara, baik melalui edukasi pengasuhan, literasi kesehatan mental, maupun akses layanan konseling keluarga.

“(Diperlukan pula) Pengawasan terhadap ekosistem digital yang memengaruhi psikologis anak. Paparan konten digital tanpa pendampingan dapat membentuk persepsi yang keliru tentang kematian, penderitaan, dan solusi atas tekanan emosional,” kata dia.

Ia juga menilai tragedi tersebut menunjukkan bahwa kerentanan anak tidak selalu berkorelasi dengan kemiskinan ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keluarga yang relatif berkecukupan, menurut Selly, kerentanan emosional tetap dapat terjadi.

Dengan demikian, ia mengingatkan bahwa kesejahteraan anak harus dipahami secara utuh meliputi kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial, bukan semata kesejahteraan material. (ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Milad ke-27, PBB Tekankan Dukung Program Prioritas Era Prabowo

Milad ke-27, PBB Tekankan Dukung Program Prioritas Era Prabowo

Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) resmi menutup kegiatan Rakernas dan Bimtek bagi anggota DPRD se-Indonesia.
Studi Ungkap Semaglutide Bantu Perbaiki Gangguan Metabolik pada Pasien Skizofrenia, Tanpa Perburuk Kondisi Mental

Studi Ungkap Semaglutide Bantu Perbaiki Gangguan Metabolik pada Pasien Skizofrenia, Tanpa Perburuk Kondisi Mental

Sebuah uji klinis acak menunjukkan bahwa penggunaan semaglutide pada pasien skizofrenia dengan prediabetes dan obesitas mampu memperbaiki berbagai indikator metabolik.
Dorong Kesejahteraan Petani Sawit, PKSPI Sodorkan Usulan ke Pemerintah

Dorong Kesejahteraan Petani Sawit, PKSPI Sodorkan Usulan ke Pemerintah

Petani Kelapa Sawit Produktif Indonesia (PKSPI) menyampaikan sejumlah usulan terkait upaya membantu pemerintah untuk melakukan pembinaan kepada petani kelapa sawit khususnya bagi petani swadaya.
Pemerintah Belgia Larang Impor Produk Israel dari Palestina

Pemerintah Belgia Larang Impor Produk Israel dari Palestina

Pemerintah Belgia telah memberikan pengumuman larangan impor produk yang berasal dari wilayah Palestina yang dijajah oleh Israel.
Iran Terus Luncurkan Rudal dan Drone ke Pangkalan AS

Iran Terus Luncurkan Rudal dan Drone ke Pangkalan AS

IRGC mengumumkan bahwa Angkatan Udara telah melakukan serangan besar dan berturut-turut dengan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone) kepada hanggar pesawat tempur dan landasan pacu pangkalan udara Amerika Serikat di Al Azraq, Yordania, dan pangkalan di Kuwait.
Wamen UMKM Tinjau PLUT KUMKM Kulon Progo, Perkuat Pendampingan Wirausaha

Wamen UMKM Tinjau PLUT KUMKM Kulon Progo, Perkuat Pendampingan Wirausaha

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza melakukan kunjungan kerja ke Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Trending

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI, Akui Bangga: Hari Ini Saya Bahagia

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI, Akui Bangga: Hari Ini Saya Bahagia

Presiden RI Prabowo Subianto mengaku sangat bahagia dan bangga dengan para petani dan nelayan di Indonesia dan menyebut mereka sebagai pahlawan sebenarnya.
Kasus Febrie Adriansyah Semakin Jadi Sorotan, Eks Kabareskrim sebut Kejagung Tak Akan Pertaruhkan Reputasinya

Kasus Febrie Adriansyah Semakin Jadi Sorotan, Eks Kabareskrim sebut Kejagung Tak Akan Pertaruhkan Reputasinya

Usai Don Ritto resmi diserahkan dari penyidik Kortastipidkor kepada Kejagung dan langsung ditahan di Rutan C7 Kejagung. Namun, Eks Jampidsus Febrie Adiransyah
Pelaku Pembacokan Samurai di Lumajang Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan Ojol

Pelaku Pembacokan Samurai di Lumajang Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan Ojol

Pelaku penganiayaan yang membacok seorang pemuda menggunakan samurai di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi tersangka dalam kasus pemerkosaan terhadap pengemudi ojol
AKBP Yunar Hotma Pamit dari Bumi Serepat Serasan, Resmi Bertugas di Kabag Wasdik Dirkrimsus Polda Jatim

AKBP Yunar Hotma Pamit dari Bumi Serepat Serasan, Resmi Bertugas di Kabag Wasdik Dirkrimsus Polda Jatim

AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait resmi berpamitan dengan masyarakat Bumi Serepat Serasan. Ia mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Penukal Abab Lematang Ili
Hotman Sebut Febrie Tangan Kanan Prabowo yang Dikriminalisasi: Ia Kembalikan Uang Negara Rp430 Triliun

Hotman Sebut Febrie Tangan Kanan Prabowo yang Dikriminalisasi: Ia Kembalikan Uang Negara Rp430 Triliun

Hotman sebut Febrie merupakan tangan kanan Presiden Prabowo di Satgas Penertiban Kawasan Hutan yang telah menyetor uang ke negara Rp430 triliun dari penegakkan hukum. 
Putra Sulung Hotman Paris Kecewa Berat usai Ayahnya Jadi Pengacara Febrie Jampidsus: Halah Kebanyakan Pencitraan

Putra Sulung Hotman Paris Kecewa Berat usai Ayahnya Jadi Pengacara Febrie Jampidsus: Halah Kebanyakan Pencitraan

Lewat unggahan di Stories Instagram pribadi miliknya, Frank melontarkan kritik tajam dan menyebut bahwa aksi Hotman Paris hanyalah sekadar pencitraan belaka.
Wakil Ketua Komisi III DPR Ingatkan Hotman Tidak Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Eks Jampidsus

Wakil Ketua Komisi III DPR Ingatkan Hotman Tidak Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Eks Jampidsus

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea, tidak membawa-bawa nama Presiden Prabowo
Selengkapnya

Viral