News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

OKI Dinilai Lebih Mumpuni Bagi Indonesia Serukan Kemerdekaan Palestina

Kebijakan pemerintah Indonesia dengan bergabung menjadi anggota Board of Peace atau Dewan Kedamaian untuk mendukung kemerdekaan Palestina terus menuai polemik.
Senin, 16 Februari 2026 - 00:59 WIB
Ekonom Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED), Farouk Abdullah Alwyni
Sumber :
  • Istimew

Jakarta, tvOnenews.com - Kebijakan pemerintah Indonesia dengan bergabung menjadi anggota Board of Peace atau Dewan Kedamaian untuk mendukung kemerdekaan Palestina terus menuai polemik.

Ekonom Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED), Farouk Abdullah Alwyni mengungkap semestinya Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina lebih memilih jalur diplomasi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya menegaskan bahwa jalur utama diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina seharusnya dilakukan melalui OKI, bukan melalui forum non-multilateral seperti Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,” kata Farouk kepada awak media, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Farouk menuturkan Indonesia lebih meiliki dominan pengaruh melalui OKI mengingat sebagai negara muslim terbesar.

Ditambah, kata Farouk, OKI merupakan forum internasional dunia Islam yang sejak didirikannya telah mengangkat upaya memerdekakan Palestina sebagai isu utamanya.

Menurutnya Indonesia dapat lebih mendorong negara-negara muslim lainnya seperti Iran, Turki, Arab Saudi, Qatar, Malaysia, dan Mesir untuk menekan Amerika Serikat dan Eropa untuk bergerak menghentikan kependudukan Israel di Palestina.

Tak hanya itu, Farouk menilai jika BoP tak memiliki mekanisme yang jelas dalam dan tak menyebut secara pasti kemerdekaan Palestina atau Gaza sejak perdana kali dibentuk.

“Dalam kondisi seperti ini, inisiatif geopolitik Trump, termasuk BoP, sulit dilepaskan dari kepentingan politik personal dan manuver pencitraan global, bukan dari desain arsitektur perdamaian yang sungguh-sungguh matang,” tulis Farouk.

Di sisi lain, Farouk turut serta menyorot tajam mengenai wacana pembayaran iuran anggota BoP yang ditaksir mencapai Rpp16 triliun.

Menurutnya rencana tersebut tidak sensitif terhadap kondisi domestik Indonesia yang masih menghadapi ketimpangan sosial, stunting, serta keterbatasan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

“Iuran USD 1 miliar adalah pemborosan yang tidak perlu,” tulisnya. Ia menilai dana tersebut seharusnya dialokasikan untuk pengentasan kemiskinan, perluasan akses pendidikan berkualitas, perbaikan layanan kesehatan, serta penguatan ketahanan pangan dan sosial nasional," kata Farouk.

“Menjadi tidak masuk akal jika dana publik justru dihabiskan untuk forum internasional yang tidak memiliki legitimasi, tidak jelas hasilnya, dan tidak menjamin kemajuan bagi Palestina,” sambungnya.

Kendati demikian, Farouk mengungkap seharusnya keanggotaan Indoneis hanya bersifat sementara, terbatas, dan bersyarat jika seutuhnya menjadi anggota BoP.

Ia meminta Indonesia harus bersikap vokal, kritis, dan tegas secara diplomatik, bukan sekadar hadir secara simbolik jika tetap memilih bergabung dengan BoP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Keanggotaan sementara penting sebagai bentuk risk mitigation, strategic hedging, dan perlindungan legitimasi politik luar negeri Indonesia,” kata Farouk.

“Indonesia wajib secara terbuka menuntut pengakuan eksplisit terhadap kemerdekaan Palestina,” pungkasnya.(raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Indonesia–Korea Selatan Kerja Sama Energi Laut, Anjungan Migas Bekas Disulap Jadi LNG dan CCS

Indonesia–Korea Selatan Kerja Sama Energi Laut, Anjungan Migas Bekas Disulap Jadi LNG dan CCS

Kerja sama ini juga membuka ruang besar bagi keterlibatan pelaku industri nasional, termasuk Pertamina dan perusahaan swasta
Belum Juga Dimulai, Media Vietnam Sudah Sumringah Lihat Timnas Indonesia Berpotensi ‘Pincang’ di Piala AFF 2026

Belum Juga Dimulai, Media Vietnam Sudah Sumringah Lihat Timnas Indonesia Berpotensi ‘Pincang’ di Piala AFF 2026

Sorotan datang dari Vietnam terkait persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026. Mereka akui dapat kabar baik jika nanti lawan Garuda di fase grup.
Hujan Deras Guyur Jakarta Semalam, 12 RT Serta 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Hujan Deras Guyur Jakarta Semalam, 12 RT Serta 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Wilayah terdampak seluruhnya berada di Jakarta Barat.
Sertu Muhammad Nur Ichwan Gugur di Lebanon, Kodam Udayana Sampaikan Belasungkawa

Sertu Muhammad Nur Ichwan Gugur di Lebanon, Kodam Udayana Sampaikan Belasungkawa

Kodam IX/Udayana menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya salah satu prajurit terbaik mereka, Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Nasib Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Terancam, Petinggi Eredivisie Akhirnya Bereaksi

Nasib Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Terancam, Petinggi Eredivisie Akhirnya Bereaksi

Polemik administrasi yang membelit sejumlah pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda kian memanas. Otoritas kompetisi melalui Direktur Eredivisie, Jan de Jong.
Gubernur Dedi Mulyadi Sidak SMA Negeri Subang, Lingkungan Kotor dan Faslitas Rusak Parah

Gubernur Dedi Mulyadi Sidak SMA Negeri Subang, Lingkungan Kotor dan Faslitas Rusak Parah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan sidak ke sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Subang yang kondisinya memprihatinkan. Simak selengkapnya!

Trending

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Media Malaysia Tuduh 3 Pemain Timnas Indonesia Palsukan Dokumen: Mereka Akan Dihukum

Media Malaysia Tuduh 3 Pemain Timnas Indonesia Palsukan Dokumen: Mereka Akan Dihukum

Media Malaysia menuding tiga pemain Timnas Indonesia memalsukan dokumen dan terancam hukuman. Simak fakta sebenarnya di balik kasus yang kini diselidiki KNVB.
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Lama Hilang dari Hingar-bingar Timnas Indonesia, Pratama Arhan Sebentar Lagi Menyandang Gelar Sarjana

Lama Hilang dari Hingar-bingar Timnas Indonesia, Pratama Arhan Sebentar Lagi Menyandang Gelar Sarjana

Menghilang dari radar Timnas Indonesia era John Herdman, Pratama Arhan yang jadi andalan Shin Tae-yong kini datang bawa kabar gelar Sarjana bidang Manajemen.
Selengkapnya

Viral