News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selasa, 17 Februari 2026 - 07:53 WIB
Ilustrasi pencabulan terhadap anak.
Sumber :
  • Antara

Artikel ini mengandung konten eksplisit kekerasan seksual atau pemerkosaan yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan meminta bantuan profesional.

Jepara, tvOnenews.com - Kasus dugaan pencabulan yang menyeret seorang pengasuh pondok pesantren di Jepara, Jawa Tengah, memicu perhatian publik. Peristiwa yang diduga berlangsung berulang kali itu kini telah dilaporkan ke aparat kepolisian dan tengah menunggu proses hukum lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini mencuat setelah keluarga korban mengungkap rangkaian kejadian yang disebut terjadi sejak April 2025. Dugaan tindakan asusila itu dilakukan oleh pengasuh pondok berinisial AJ terhadap santriwatinya sendiri, bahkan disebut terjadi hingga lebih dari 25 kali.

Bermula Usai Acara Wisuda Santriwati

Peristiwa bermula sehari setelah kegiatan wisuda kelas 3 Madrasah Aliyah di pondok pesantren yang berada di Kecamatan Tahunan pada 26 April 2025.

Pada hari yang sama, terdapat acara pernikahan seorang alumni pondok. Korban sebenarnya berencana menghadiri acara tersebut. Namun niat itu batal setelah ia mengalami keseleo pada bagian kaki.

Korban kemudian meminta izin kepada istri pengasuh pondok untuk tidak menghadiri acara. Permintaan itu disebut tidak mendapat respons. Saat meminta izin langsung kepada pengasuh, korban justru dianjurkan untuk melakukan pijat guna memulihkan kondisi kakinya.

Awalnya korban berencana menjalani pijat bersama rekan sesama santriwati, tetapi rencana itu batal. Pengasuh kemudian menawarkan untuk mengobati secara langsung.

Dipanggil Tengah Malam ke Ruang Gudang

Pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB, korban dipanggil ke sebuah kamar gudang di lingkungan pondok pesantren. Saat itu korban datang seorang diri dan hanya berdua dengan pengasuh.

Awalnya, pelaku benar-benar memijat bagian mata kaki korban yang mengalami cedera. Namun situasi berubah ketika pelaku mulai melakukan perabaan ke bagian tubuh lain disertai bujuk rayu.

Dalam kondisi relasi kuasa antara pengasuh dan santri, korban disebut tidak mampu menolak. Meski demikian, pada malam pertama itu belum terjadi persetubuhan.

Kirim Tautan Asusila dan Dalih “Diajari”

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 30 April 2025 pagi, pelaku kembali menghubungi korban melalui pesan singkat. Dalam komunikasi tersebut, pelaku mengirimkan sejumlah tautan video bermuatan asusila.

Korban sempat menolak dan mengingatkan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran agama. Namun pelaku justru berdalih akan “mengajari” agar perbuatan itu tidak dianggap haram.

Pada malam harinya sekitar pukul 24.00 WIB, korban kembali diminta datang ke rumah pelaku seorang diri. Di sana, korban diberikan secarik kertas berisi tulisan Arab yang tidak sepenuhnya dipahami.

Korban hanya menangkap sebagian makna yang mengarah pada kalimat ijab kabul. Dalam situasi membingungkan tersebut, pelaku diduga mengajak korban melakukan pernikahan secara diam-diam tanpa saksi. Korban juga diberi uang Rp100 ribu yang disebut sebagai uang jajan.

Dugaan Pelecehan Terjadi Berulang

Setelah peristiwa itu, dugaan tindakan asusila disebut terus berlanjut. Pelaku kerap meminta korban menuruti keinginannya dengan dalih agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah.

Tindakan tersebut tidak berhenti bahkan setelah korban lulus dari pondok pesantren. Pelaku meminta korban kembali datang untuk mengajar beberapa hari dalam sepekan.

Setiap kali korban datang, dugaan pelecehan kembali terjadi. Aktivitas mengajar dilakukan pada pagi hari, sementara tindakan asusila diduga berlangsung pada malam hari.

Keluarga menyebut korban semakin tertekan karena pelaku juga mendokumentasikan perbuatan tersebut. Dokumentasi itu bahkan dikirimkan kembali kepada korban, yang membuat kondisi psikologisnya semakin terpuruk.

Dalam kondisi tertentu, pelaku disebut tetap memaksa korban melayani keinginannya, termasuk saat korban sedang menstruasi.

Kasus Terbongkar dari Ponsel Korban

Kasus ini baru terungkap pada 24 Juli 2025. Saat itu, adik korban yang juga mondok di pesantren menemukan percakapan mencurigakan di ponsel korban yang berisi komunikasi bernada asusila dengan pengasuh.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada orang tua korban. Keluarga yang selama ini mengenal dekat pelaku mengaku sangat terpukul mengetahui dugaan perbuatan tersebut.

Setelah melalui proses pendampingan, keluarga akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Jepara pada 20 November 2025.

Sudah Dipanggil Penyidik, Keluarga Minta Penanganan Serius

Menurut keterangan keluarga, terduga pelaku telah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. Namun hingga kini, proses hukum masih berjalan.

Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat segera menuntaskan perkara tersebut secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut relasi kuasa di lingkungan pendidikan keagamaan, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri.

Masyarakat pun menunggu langkah tegas aparat dalam mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah Jawa Tengah tersebut. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cegah Perlambatan Ekonomi, Menkeu Purbaya Pilih Pertahankan Subsidi BBM

Cegah Perlambatan Ekonomi, Menkeu Purbaya Pilih Pertahankan Subsidi BBM

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan pertimbangan pemerintah di balik keputusan untuk tetap pertahankan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). 
Terobosan Baru Dedi Mulyadi untuk Warga Jawa Barat, dalam Waktu 3 Tahun Kedepan Punya Listrik dari Sampah

Terobosan Baru Dedi Mulyadi untuk Warga Jawa Barat, dalam Waktu 3 Tahun Kedepan Punya Listrik dari Sampah

Tidak lama lagi Jawa Barat punya listrik dari sampah ni. Berikut penjelasannya kang Dedi Mulyadi
Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

​​​​​​​Dedi Mulyadi menyentil siswa SMKN 2 Subang soal kebersihan meski sudah berbaris rapi. Ia tekankan cara menghormati bukan seremoni, tapi lingkungan bersih
Ramalan Karier Zodiak 9 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Karier Zodiak 9 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan karier zodiak untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Peluang kerja, rezeki, dan keberuntungan diprediksi meningkat.
Berubah Jadwal, Gubernur Pramono Kini Target Stasiun JIS Bakal Beroperasi pada Juni 2026

Berubah Jadwal, Gubernur Pramono Kini Target Stasiun JIS Bakal Beroperasi pada Juni 2026

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan pembangunan Stasiun Kereta JIS di Jakarta Utara diperkirakan selesai pada Mei 2026 dan beroperasi pada Juni.
Diiming-imingi Gaji Besar, Sherly Tjoanda Kaget Dengar Pengakuan Korban Soal Realita Pahit Kerja di Luar Negeri

Diiming-imingi Gaji Besar, Sherly Tjoanda Kaget Dengar Pengakuan Korban Soal Realita Pahit Kerja di Luar Negeri

Sherly Tjoanda kaget dengar pengakuan korban perdagangan manusia yang dijanjikan gaji besar di luar negeri, ternyata dipaksa jadi scammer.

Trending

Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Bayern Munich sukses mencuri kemenangan penting saat bertandang ke markas Real Madrid dalam leg pertama perempat final Liga Champions UEFA.
Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Nampaknya Megawati Hangestri buka peluang kembali ke Liga Voli Korea usai bertemu kapten Red Sparks. Tiga keinginan jadi penentu keputusan penting ini.
Warga Jabar Harus Tahu! Dedi Mulyadi Sampaikan Pesan Penting Usai Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Melonjak

Warga Jabar Harus Tahu! Dedi Mulyadi Sampaikan Pesan Penting Usai Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Melonjak

​​​​​​​Dedi Mulyadi sampaikan pesan penting untuk warga Jabar usai pembayaran pajak kendaraan bermotor melonjak. Warga diminta balik nama kendaraan demi kemudahan.
Tamparan Keras untuk Timnas Indonesia, Media Vietnam Heboh Pamer Ranking Liga, Super League Tertinggal Jauh

Tamparan Keras untuk Timnas Indonesia, Media Vietnam Heboh Pamer Ranking Liga, Super League Tertinggal Jauh

Timnas Indonesia kembali menjadi bahan perbincangan di Asia Tenggara, kali ini soal dampak dari perkembangan kompetisi domestik yang dinilai tertinggal jauh.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 9 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 9 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan keuangan zodiak 9 April 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces, lengkap dengan peluang rezeki dan strategi finansial.
Manchester United Cari Pengganti Maguire, Karim Coulibaly Muncul ke Permukaan

Manchester United Cari Pengganti Maguire, Karim Coulibaly Muncul ke Permukaan

Karim Coulibaly menjadi salah satu nama yang paling mencuri perhatian di bursa transfer musim panas Eropa.
Dedi Mulyadi di Sesko TNI: Indonesia Butuh Pemimpin Original, Bukan Hasil Framing atau Settingan

Dedi Mulyadi di Sesko TNI: Indonesia Butuh Pemimpin Original, Bukan Hasil Framing atau Settingan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan pembekalan soal kepemimpinan dan strategi komunikasi publik kepada para Perwira Siswa Pendidikan Reguler LXVII Sesko TNI Tahun Ajaran 2026. 
Selengkapnya

Viral