Keluarga Curiga Sejak Awal, Jejak Kedekatan Korban dan Pelaku Terungkap di Kasus Pembunuhan Pelajar di Garut
- Pixabay
Garut, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan tragis terhadap seorang pelajar SMP berinisial ZAAQ mengguncang warga Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Di balik peristiwa tersebut, keluarga korban mengaku sudah lama menaruh kecurigaan terhadap salah satu pelaku karena riwayat hubungan yang dinilai tidak sehat.
Korban ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di area eks Kampung Gajah, wilayah Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (13/2/2026) malam. Jasad remaja itu pertama kali ditemukan warga yang tengah berada di lokasi, sebelum akhirnya kasus tersebut ditangani aparat kepolisian.
Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa korban diduga dibunuh oleh dua remaja, yakni YA (16) dan AP (17). Motif utama disebut dilatarbelakangi dendam pribadi pelaku terhadap korban.
Kecurigaan Keluarga Muncul Sebelum Kejadian
Pihak keluarga mengaku tidak sepenuhnya terkejut ketika polisi mengungkap identitas pelaku. Kerabat korban, Undang Supriatna, mengatakan bahwa korban dan YA telah saling mengenal sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Hubungan pertemanan itu, menurut keluarga, justru menimbulkan kekhawatiran. Mereka melihat adanya perilaku yang dianggap tidak wajar dari YA terhadap korban, hingga akhirnya keluarga memutuskan membawa ZAAQ pindah sekolah ke Bandung dengan harapan dapat menjauhkan dari lingkungan tersebut.
Namun, langkah itu ternyata tidak sepenuhnya berhasil.
“Setelah lulus SD, kami pindahkan ke Bandung agar jauh dari pelaku. Tapi ternyata pelaku masih rutin mendatangi korban,” ujar Undang.
Korban diketahui bersekolah di SMPN 26 Bandung setelah kepindahannya. Sementara para pelaku tetap tinggal di kampung halaman mereka di Garut.
Hilang Kontak, Keluarga Langsung Mengarah ke Pelaku
Kecurigaan keluarga semakin menguat ketika korban hilang kontak pada Senin (9/2/2026). Saat itu, keluarga langsung melakukan pencarian secara mandiri sambil mencoba menelusuri kemungkinan orang terakhir yang berhubungan dengan korban.
Menurut Undang, dugaan keluarga sejak awal sudah mengarah kepada YA. Bahkan, sehari setelah korban dinyatakan hilang, keluarga telah memberi informasi kepada pihak kepolisian mengenai kecurigaan tersebut.
“Karena kami sudah menyangka jika pelaku adalah dia. Temannya sendiri,” katanya.
Namun sebelum korban ditemukan, keluarga masih berharap ZAAQ dapat kembali dengan selamat. Harapan itu pupus setelah polisi memberi kabar bahwa korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Load more