Warga Tionghoa Lepas Burung Pipit di Vihara, Tradisi Tahun Baru Imlek untuk Buang Sial
- Syifa Aulia/tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Vihara Dharma Bhakti di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, mulai dipadati masyarakat Tionghoa sejak pagi pada Selasa (17/2/2026).
Ramai-ramai mereka beribadah dalam rangka Tahun Baru Imlek 2026. Kelenteng tertua di Jakarta ini semakin ramai saat siang hari.
Sejumlah wisatawan asing dan domestik juga turut datang melihat langsung bagaimana umat Konghucu berdoa.
Sementara di luar Vihara, empat laki-laki berbaju merah tampak sedang bersiap untuk menerbangkan sekotak burung pipit.
Jube (25)—anggota dari kelompok tersebut—mengungkapkan bahwa menerbangkan burung pipit saat Imlek sudah menjadi tradisinya setiap tahun.
Adapun total burung pipit yang dia terbangkan bersama rekannya sebanyak 100 ekor. Meskipun tidak ada ketentuan khusus, Jube menilai bahwa angka 100 adalah angka yang bagus.
“Enggak ada (jumlah khusus) sih, bebas. (Pilih 100 burung) angka bagus aja. Pokoknya jangan angka 4,” kata Jube saat ditemui di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).
Bagi warga Tionghoa, Jube menjelaskan bahwa tradisi menerbangkan burung pipit sebagai lambang kebebasan. Tradisi ini juga memiliki makna untuk membuang sial dan membawa hoki.
“Melambangkan kebebasan sebenarnya, buang sial, bawa hoki,” tuturnya.
Usai beribadah, Jube mengatakan akan berkumpul bersama keluarga untuk bagi-bagi angpao dan makan bersama.
Dia pun berharap Imlek tahun ini dapat membawa rezeki dan kesehatan bagi dirinya dan keluarga.
“Yang pasti kesehatan buat keluarga, sama rezeki. Ya itu aja. Yang penting kesehatan buat keluarga deh semuanya,” tutup Jube. (saa/muu)
Load more