News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Isu Koalisi Permanen, PKS: Jangan Jadi Kepentingan Elit, Rakyat Harus Ikut

Terkait kemungkinan pembentukan koalisi permanen di parlemen untuk mendukung pemerintahan Prabowo, PKS menegaskan tidak ada pembahasan resmi dalam pertemuan sore ini.
Kamis, 19 Februari 2026 - 20:28 WIB
Presiden PKS, Al Muzammil Yusuf.
Sumber :
  • tvonenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com – Isu koalisi permanen untuk memperkuat pemerintahan Prabowo Subianto kembali mengemuka.

Namun Presiden PKS, Al Muzammil Yusuf, mengingatkan agar wacana tersebut tidak menyempit menjadi sekadar kepentingan elit politik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikannya usai menghadiri buka puasa bersama di NasDem Tower pada Kamis (19/2/2026).

Acara buka puasa bersama pada hari pertama itu juga dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Surya Paloh, Anies Baswedan, Jusuf Kalla, Sufmi Dasco dan Puan Maharani.

Muzammil menegaskan, pertemuan tersebut lebih bernuansa Ramadan ketimbang pembahasan politik praktis.

“Ini kan namanya Ramadan bulan dakwah bulan memperkokoh bangsa. Tadi disampaikan oleh Pak Ketua, Pak Surya Paloh tadi, saya kira sudah cocoklah. Nuansa Ramadan kita, kita isi dengan seperti itu,” ujar Muzammil.

Menurutnya, momen buka bersama menjadi sarana mempererat persatuan tanpa melihat latar belakang partai maupun ormas.

“Jadi kita datang pun ya tidak pandang partai, ormas, atau apa, tapi kita memperkokoh kekuatan bangsa,” katanya.

Terkait kemungkinan pembentukan koalisi permanen di parlemen untuk mendukung pemerintahan Prabowo, Muzammil menegaskan tidak ada pembahasan resmi dalam pertemuan tersebut.

“Kalau bicara resmi tidak ada ya. Tapi kalau semangat kita kan semangat gotong royong ya,” tegasnya.

Ia menekankan, semangat gotong royong tidak boleh menghilangkan fungsi kritik dan kontrol.

“Dalam gotong royong itu kan ada koreksi, ada kritik saran. Jadi tidak berarti kita semua koalisi menutup dialog, menutup masukan, menutup kritik saran, saya kira nggak,” ujarnya.

Muzammil juga menyinggung gelombang demonstrasi yang terjadi pada Agustus lalu, serta di negara lain seperti Nepal dan Bulgaria. Ia mengingatkan pemerintah harus tetap mendengar suara rakyat.

“Kalau koalisi permanen ditafsirkan menjadi yang sempit, saya kira kita belajar dari demo Agustus kemarin. Demo di Nepal, demo di Bulgaria, saya kira kita belajar bahwa pemerintah di mana pun di negara di dunia ini harus memperhatikan aspirasi publik,” katanya.

Ia menegaskan, koalisi permanen yang dimaksud seharusnya adalah koalisi antara kehendak elit dan rakyat.

“Koalisi permanen itu adalah mempertemukan antara kehendak rakyat dan keinginan elit itu bersatu. Nggak bisa elit koalisi sendiri, rakyat koalisi sendiri,” ucapnya.

Soal Dua Periode Prabowo, PKS Tunggu Majelis Syuro

Terkait isu dukungan dua periode untuk Prabowo, Muzammil menegaskan PKS tidak bisa gegabah. Ia menyebut keputusan strategis partai berada di tangan Majelis Syuro.

“PKS itu ada aturan AD/ART kita. AD/ART kita itu sampai pembicaraan kepada elit tertinggi negara, bahkan posisi-posisi tertentu itu hanya diputuskan di Majelis Syuro. Jadi saya nggak bisa mendahului Majelis Syuro,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk saat ini, kata dia, PKS memilih fokus mendukung pemerintahan yang berjalan.

“Saat ini kita fokus di koalisi, berjuang, mudah-mudahan Pak Prabowo sukses. Kesuksesan beliau adalah keberuntungan seluruh anak bangsa. Kita fokus di situ,” pungkasnya. (rpi/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal F1 GP Singapura 2026, Sabtu 10 Oktober: Ada Kualifikasi dan Sprint Race di Sirkuit Jalanan Marina Bay Hari Ini

Jadwal F1 GP Singapura 2026, Sabtu 10 Oktober: Ada Kualifikasi dan Sprint Race di Sirkuit Jalanan Marina Bay Hari Ini

Jadwal F1 GP Singapura 2026 hari ini Sabtu 10 Oktober akan menghadirkan dua agenda penting di Sirkuit Jalanan Marina Bay yakni Sprint Race dan juga kualifikasi.
Lama Tak Tersentuh, Polisi Temukan Barang Haram Ini di Eks Lokalisasi Prostitusi Saritem

Lama Tak Tersentuh, Polisi Temukan Barang Haram Ini di Eks Lokalisasi Prostitusi Saritem

Eks lokalisasi prostitusi Saritem, Kota Bandung, digerebek petugas Polrestabes Bandung, Jumat (9/10/2026) sore. Operasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kapolri sekaligus mendukung pelaksanaan Operasi Antik yang digelar Polda Jawa Barat.
Gelar Juara FIFA ASEAN Cup Jadi Pelipur Lara Joey Pelupessy Atas Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Gelar Juara FIFA ASEAN Cup Jadi Pelipur Lara Joey Pelupessy Atas Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Timnas Indonesia berhasil meraih gelar juara edisi pertama FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti dramatis pada Senin (5/10/2026) lalu. 
Efek Domino Bunuh Diri, Kenapa Satu Kasus Bisa Bayangi Kondisi Psikologis 30 Orang di Sekitarnya?

Efek Domino Bunuh Diri, Kenapa Satu Kasus Bisa Bayangi Kondisi Psikologis 30 Orang di Sekitarnya?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membahas besarnya efek domino kasus bunuh diri berdampak kondisi perasaan dan psikologis 30 orang di lingkungan sekitar korban.
17 Daftar Pemain Doctor X: Mafia in White, Drama Korea Kedokteran yang Dibintangi Kim Ji Won

17 Daftar Pemain Doctor X: Mafia in White, Drama Korea Kedokteran yang Dibintangi Kim Ji Won

Berikut daftar 17 pemain drama Korea Doctor X: Mafia in White, berlatar medis kedokteran yang dibintangi Kim Ji Won.
Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Pastikan Polri Bersama Masyarakat

Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Pastikan Polri Bersama Masyarakat

Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus dirasakan warga bukan hanya saat terjadi persoalan tetapi juga dalam memberikan rasa aman sehari-hari.

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Selengkapnya

Viral