News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

16 Tahun Mandek di DPR, Menteri HAM Ungkap Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Kunjung Disahkan

Enam belas tahun Rancangan Undang-undang (RUU) Masyarakat Adat mandek di DPR. Maraknya konflik agraria dan desakan pengakuan wilayah adat terus bergulir, namun rancangan undang-undang ini belum juga tembus menjadi payung hukum tetap.
Kamis, 19 Februari 2026 - 21:11 WIB
Menteri HAM Natalius Pigai akhirnya menyerahkan draft RUU Masyarakat Adat ke Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com - Enam belas tahun Rancangan Undang-undang (RUU) Masyarakat Adat mandek di DPR. Maraknya konflik agraria dan desakan pengakuan wilayah adat terus bergulir, namun rancangan undang-undang ini belum juga tembus menjadi payung hukum tetap.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai mengungkap alasan utama RUU Masyarakat Adat tak kunjung disahkan selama 16 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, tarik-menarik kepentingan dengan undang-undang sektoral menjadi salah satu penghambat terbesar.

Hal itu disampaikan Pigai usai menyerahkan draf RUU Masyarakat Adat ke Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Nusantara I, Kamis (19/2/2026).

“Kenapa undang-undang itu sudah 16 tahun tidak pernah disahkan? Itu salah satunya karena kepentingan ini. Dikhawatirkan begitu, ada undang-undang masyarakat adat, ada undang-undang kehutanan, undang-undang pertanian, undang-undang perkebunan, undang-undang agraria nanti tiba-tiba menyesuaikan itu kan jadi agak yang menghambat,” jelas Pigai.

Ia menjelaskan, selama ini muncul kekhawatiran jika RUU Masyarakat Adat disahkan, maka sejumlah undang-undang lain yang mengatur sektor tanah, hutan, dan sumber daya alam harus ikut disesuaikan.

"Satu yang paling terakhir pasti gini ketika ada undang-undang masyarakat adat pasti orang bicara gini: Ketika kita disahkan maka undang-undang lain disesuaikan, kan begitu? Maka pasti undang-undang terhadap tanah, Undang-undang terhadap lingkungan, Undang-undang agraria, Itu bagaimana? Itu akan jadi masalah besar," terangnya.

Oleh karena itu, pemerintah dan DPR sepakat menggunakan pendekatan “presisi” agar tidak terjadi benturan langsung antar-aturan.

“Kami dengan DPR sepakat undang-undang itu harus hadirkan presisi. Supaya tidak menabrak kemana-mana. Presisi itu artinya dengan adanya undang-undang masyarakat adat, jangan memaksakan undang-undang lain menyesuaikan dengan undang-undang masyarakat adat. Pasti akan konflik,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi jangan memaksakan untuk undang-undang agraria merubah atau meniadakan atau mengurangi setelah adanya undang-undang," imbuhnya.

Namun Pigai menegaskan, konsep presisi bukan berarti RUU Masyarakat Adat harus tunduk pada aturan lama.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rahasia Lulusan Cepat Kerja: Perpaduan Karakter Kuat dan Inovasi Digital

Rahasia Lulusan Cepat Kerja: Perpaduan Karakter Kuat dan Inovasi Digital

Universitas Binawan merayakan Dies Natalis ke-25 dengan mengusung tema "Anchored in Akhlaq, Driven by Digital Innovation, Positioned for the World." 
Kasus Febrie Adriansyah Berpotensi Gerus Kepercayaan Publik Terhadap Aparat Penegak Hukum

Kasus Febrie Adriansyah Berpotensi Gerus Kepercayaan Publik Terhadap Aparat Penegak Hukum

Pengungkapan dugaan kasus korupsi dan TPPU yang melibatkan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah terus menuai sorotan tajam publik.
Dukung B50 dan Ketahanan Pangan, PTPN IV PalmCo Perkuat PSR, Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani

Dukung B50 dan Ketahanan Pangan, PTPN IV PalmCo Perkuat PSR, Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani

PTPN IV PalmCo mendukung program B50 dan ketahanan pangan nasional melalui penguatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta peningkatan serapan TBS petani
Jari Putus Akibat Keributan di Pasar Sidikalang Berakhir Saling Lapor

Jari Putus Akibat Keributan di Pasar Sidikalang Berakhir Saling Lapor

Kasus keributan yang terjadi di Pasar Sidikalang beberapa waktu lalu, berakhir dengan saling lapor. Korban yang mengalami penganiayaan hingga menyebabkan putus
Realisasi Anggaran Capai 99,38 Persen, BNPP Pertahankan Opini WTP BPK

Realisasi Anggaran Capai 99,38 Persen, BNPP Pertahankan Opini WTP BPK

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan BNPP RI mampu merealisasikan anggaran sebesar Rp213,5 miliar atau mencapai 99,38 persen pada tahun anggaran 2025.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 17 Juli 2026: Gemini Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 17 Juli 2026: Gemini Panen Uang Kaget

Ramalan keuangan Jumat, 17 Juli 2026, menunjukkan sejumlah zodiak berpeluang menikmati kondisi finansial yang jauh lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya.

Trending

3 Shio yang Dihampiri Keberuntungan Besar pada 17 Juli 2026, Kuda Paling Hoki

3 Shio yang Dihampiri Keberuntungan Besar pada 17 Juli 2026, Kuda Paling Hoki

3 shio yang dihampiri keberuntungan besar pada 17 Juli 2026 sudah terungkap! Kuda paling hoki, cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Jumat sekarang!
4 Shio yang Hatinya Berbunga di Jumat 17 Juli 2026, Macan Paling Bikin Baper

4 Shio yang Hatinya Berbunga di Jumat 17 Juli 2026, Macan Paling Bikin Baper

Ramalan cinta 12 shio Jumat 17 Juli 2026 sudah hadir! Ada 4 shio yang hatinya berbunga besok, nomor tiga paling bikin baper. Cek shiomu dan siapkan hatimu!
Tiga Kendaraan Terlibat Laka Beruntun di Probolinggo

Tiga Kendaraan Terlibat Laka Beruntun di Probolinggo

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sementara penyebab kecelakaan diduga akibat sopir bus kehilangan konsentrasi saat berkendara.
Ramalan Zodiak 17 Juli 2026: Pisces Ketiban Rezeki, Gemini Harus Evaluasi Dulu

Ramalan Zodiak 17 Juli 2026: Pisces Ketiban Rezeki, Gemini Harus Evaluasi Dulu

Ramalan zodiak keuangan 17 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Pisces ketiban rezeki dan Gemini harus evaluasi dulu di Jumat penuh berkah ini.
Terbaru Ada Tim Geypens, Ini Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Hijrah ke Super League 2026-2027

Terbaru Ada Tim Geypens, Ini Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Hijrah ke Super League 2026-2027

‎Mayoritas pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang kini bermain di Super League sebelumnya berkarier di kompetisi Eropa, terutama Liga Belanda. Beberapa di antaranya juga datang dari liga di Belgia, Thailand, Australia, Malaysia, hingga Kosovo.
19 Tahun yang Lalu Digendong, Kini Lionel Messi Lawan Lamine Yamal di Final Piala Dunia Argentina Vs Spanyol

19 Tahun yang Lalu Digendong, Kini Lionel Messi Lawan Lamine Yamal di Final Piala Dunia Argentina Vs Spanyol

Lionel Messi dan Lamine Yamal dipastikan saling berhadapan saat Argentina menghadapi Spanyol di partai puncak, Senin (21/7/2026), tetapi ternyata keduanya pernah bertemu jauh sebelum menjadi lawan di final Piala Dunia.
Ucapan Guru Soal Seragam Berujung Teror Bom di Jaksel: 'Saya Tahu Kondisi Kamu Kan Begitu'

Ucapan Guru Soal Seragam Berujung Teror Bom di Jaksel: 'Saya Tahu Kondisi Kamu Kan Begitu'

Di balik aksi mencekam ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, terungkap fakta mengejutkan mengenai aktivitas pelaku berinisial MY (34). 
Selengkapnya

Viral