GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terbongkar! KPK Temukan Safe House Jadi Gudang Uang Suap Impor, Rp5 Miliar Disimpan dalam Koper

KPK ungkap modus safe house untuk menyimpan uang suap impor. Rp5 miliar ditemukan dalam koper di Tangerang Selatan, penyidikan kasus Bea Cukai terus berkembang.
Jumat, 20 Februari 2026 - 13:13 WIB
Jubir KPK, Budi Prasetyo
Sumber :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com - Praktik penyimpanan uang hasil suap menggunakan “safe house” kembali terungkap dalam penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang. Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan modus tersebut dalam perkara yang berkaitan dengan aktivitas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Temuan ini mencuat setelah penyidik mengamankan uang tunai senilai sekitar Rp5 miliar dari sebuah rumah yang diduga dijadikan lokasi penyimpanan dana ilegal di wilayah Tangerang Selatan, Banten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa penggunaan safe house merupakan salah satu pola yang kerap digunakan dalam praktik suap terkait importasi barang.

“Memang modus-modus dengan menggunakan safe house untuk penempatan uang ini masif terjadi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Uang Disimpan dalam Lima Koper

Pengungkapan kasus ini berawal dari kegiatan penggeledahan yang dilakukan penyidik di kawasan Ciputat pada Jumat (13/2/2026). Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Dalam operasi itu, tim penyidik menemukan lima koper yang berisi uang tunai dengan total mencapai Rp5 miliar. Uang tersebut terdiri dari berbagai mata uang, mulai dari rupiah hingga valuta asing seperti dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, dolar Hong Kong, dan ringgit Malaysia.

Selain uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan aliran dana dan komunikasi para pihak yang terlibat.

“Selain itu penyidik juga mengamankan barang bukti dalam bentuk dokumen dan barang bukti elektronik lainnya. Penyidik akan mendalami setiap barang bukti yang diamankan,” kata Budi.

Safe House Jadi Pola Baru Penyembunyian Uang Suap

KPK menilai penggunaan safe house bukan sekadar tempat transit, tetapi telah menjadi bagian dari strategi sistematis untuk menyembunyikan uang hasil praktik suap agar tidak mudah terdeteksi aparat penegak hukum maupun sistem pelacakan transaksi keuangan.

Rumah-rumah yang dijadikan safe house umumnya disewa atau dipinjam atas nama pihak tertentu, sehingga tidak langsung terhubung dengan pelaku utama. Lokasi tersebut kemudian difungsikan sebagai tempat penyimpanan uang sebelum didistribusikan atau dialihkan ke jalur lain, termasuk melalui jaringan keuangan informal.

Modus ini dinilai lebih “aman” bagi pelaku dibandingkan menyimpan dana di rekening bank, karena tidak meninggalkan jejak digital yang dapat ditelusuri penyidik melalui sistem perbankan.

KPK kini mendalami kemungkinan adanya safe house lain yang digunakan dalam jaringan perkara yang sama.

Diduga Terkait Pengurusan Importasi Barang

Kasus ini diduga berkaitan dengan praktik suap dalam proses importasi barang, termasuk pengurusan administrasi, percepatan layanan, hingga penghindaran kewajiban tertentu di bidang kepabeanan.

Praktik suap dalam sektor impor menjadi perhatian serius karena berpotensi merugikan negara, merusak sistem pengawasan barang masuk, serta menciptakan ketidakadilan bagi pelaku usaha yang mematuhi aturan.

Selain itu, korupsi dalam proses kepabeanan juga dapat berdampak pada:

  • Hilangnya potensi penerimaan negara.

  • Terganggunya sistem perdagangan yang sehat.

  • Meningkatnya risiko masuknya barang ilegal atau tidak sesuai ketentuan.

Penyidikan Masih Berjalan

KPK menegaskan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan yang masih terus berkembang. Penyidik akan menelusuri asal-usul uang, pihak yang menyimpan, serta kaitannya dengan keputusan atau layanan tertentu di sektor kepabeanan.

Lembaga antirasuah itu juga akan menganalisis dokumen dan barang bukti elektronik untuk memetakan aliran dana, komunikasi antar pihak, dan kemungkinan keterlibatan aktor lain.

“Nanti akan kami dalami termasuk penggunaan lain dari safe house tersebut,” ujar Budi.

KPK Soroti Pola Korupsi yang Semakin Kompleks

Penggunaan safe house menunjukkan bahwa pola korupsi terus berkembang dengan cara-cara yang semakin tersembunyi. Jika sebelumnya pelaku banyak memanfaatkan transaksi perbankan atau perusahaan perantara, kini penyimpanan fisik uang kembali menjadi pilihan untuk menghindari pelacakan.

KPK menilai pola seperti ini membutuhkan pendekatan penindakan yang lebih adaptif, termasuk penguatan intelijen penelusuran aset dan kerja sama lintas lembaga.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa praktik korupsi di sektor strategis seperti kepabeanan memiliki dampak luas terhadap ekonomi nasional, sehingga penanganannya menjadi prioritas.

Komitmen Penegakan Hukum

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPK memastikan akan terus mengusut perkara ini hingga tuntas dan menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat. Penanganan kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus memperkuat integritas sistem pelayanan publik, khususnya di bidang perdagangan dan kepabeanan.

Pengembangan perkara masih berlangsung, dan KPK membuka kemungkinan adanya pengungkapan baru seiring analisis terhadap barang bukti yang telah diamankan. (aha/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Tengah Konflik, Iran Temukan Ladang Gas Baru

Di Tengah Konflik, Iran Temukan Ladang Gas Baru

Di tengah konflik yang berkepanjangan dengan Amerika Serikat, Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan pihaknya menemukan ladang gas baru dengan cadangan yang diperkirakan melebihi 200 miliar meter kubik (m3).
Jika AS Lanjutkan PErang Ekonomi, Iran Akan Tutup Selat Hormuz

Jika AS Lanjutkan PErang Ekonomi, Iran Akan Tutup Selat Hormuz

Jika Amerika Serikat melanjutkan perang ekonominya terhadap Teheran, Iran akan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Hal ini diktakan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei, Ahad.
Di Tengah Konflik Dengan AS, Trump: Iran "Runtuh Total"

Di Tengah Konflik Dengan AS, Trump: Iran "Runtuh Total"

“IRAN RUNTUH TOTAL!!! Presiden DJT (Donald J. Trump),” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Nasib Keuangan Shio Kelinci 25 Agustus 2026: Banjir Rezeki Melimpah atau Tabungan Malah Ludes?

Nasib Keuangan Shio Kelinci 25 Agustus 2026: Banjir Rezeki Melimpah atau Tabungan Malah Ludes?

Tanggal 25 Agustus 2026 bakal menjadi momen kelembutan dan kejelian Shio Kelinci sanggup mendatangkan keajaiban rezeki atau tergelincir ke lubang kerugian.
Nasib Finansial Zodiak Leo 25 Agustus 2026: Rekening Dipenuhi Rezeki atau Malah Sial karena Gaya Hidup?

Nasib Finansial Zodiak Leo 25 Agustus 2026: Rekening Dipenuhi Rezeki atau Malah Sial karena Gaya Hidup?

Apakah rekening Anda akan makin tebal atau justru jebol karena dorongan gengsi? Berikut ramalan nasib finansial pemilik zodiak Leo pada tanggal 25 Agustus 2026.
Aliansi BEM Persatuan se-DKI Rilis 5 Sikap: Dorong AMPB Kedepankan Dialog

Aliansi BEM Persatuan se-DKI Rilis 5 Sikap: Dorong AMPB Kedepankan Dialog

Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta merespons rencana aksi yang akan dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI pada

Trending

Di Tengah Konflik Dengan AS, Trump: Iran "Runtuh Total"

Di Tengah Konflik Dengan AS, Trump: Iran "Runtuh Total"

“IRAN RUNTUH TOTAL!!! Presiden DJT (Donald J. Trump),” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Polisi menegaskan tindakan yang dilakukan penyelidik Ditreskrimsus bukan pemblokiran rekening, melainkan permohonan penundaan transaksi terkait penyelidikan dugaan penghimpunan dana yang dikaitkan dengan kegiatan AMPB.
Viral Lylia dan Link Video 7 Menit "Kasir Minimarket" di X-Telegram, Fakta Terbarunya Ternyata Begini

Viral Lylia dan Link Video 7 Menit "Kasir Minimarket" di X-Telegram, Fakta Terbarunya Ternyata Begini

Nama Lylia ramai dikaitkan dengan video viral kasir minimarket berdurasi 7 menit di TikTok, X, dan Telegram. Simak fakta terbaru dan risiko link palsu.
Pengakuan Wanita Pelaku Tabrak Lari Maut di Surabaya: Namanya Orang Mabuk, Saya Enggak Sadar

Pengakuan Wanita Pelaku Tabrak Lari Maut di Surabaya: Namanya Orang Mabuk, Saya Enggak Sadar

Kelanjutan kasus kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, menemui titik terang. 
Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Pencarian video viral kasir Minimarket 7 menit terus ramai. Simak fakta, pola penyebaran link, serta perbandingannya dengan isu “Yank Uwes Yank Part 2”.
Pasar Bintara Terbakar, Puluhan Kios dan Lapak Pedagang Ludes Dilahap Api

Pasar Bintara Terbakar, Puluhan Kios dan Lapak Pedagang Ludes Dilahap Api

Peristiwa kebakaran hebat terjadi di area kawasan Pasar Bintara, Kota Bekasi, tepatnya di depan Stasiun Cakung pada Minggu (24/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Viral Calon Mahasiswi Kedokteran Unhan Mundur Usai Dilarang Pakai Hijab, Kemhan Klarifikasi

Viral Calon Mahasiswi Kedokteran Unhan Mundur Usai Dilarang Pakai Hijab, Kemhan Klarifikasi

Klarifikasi tersebut sebagai respons berita viral terkait calon mahasiswa kedokteran Unhan yang mengundurkan diri setelah adanya larangan penggunaan hijab.
Selengkapnya

Viral