Ketua BEM UGM Ngaku Diteror, Natalius Pigai: Orang yang Menantang MBG Tak Punya Hati Nurani
- tvOnenews.com/Rika Pangesti
“Teror semacam ini, yang jelas saya menegaskan, pemerintah tidak pernah. Tidak akan pernah,” tegasnya.
Ia menyebut Presiden Prabowo telah menegaskan hukum tidak boleh digunakan untuk membungkam hak asasi manusia.
“Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa hukum tidak boleh dipakai oleh penguasa untuk kepentingan atau membungkam hak asasi manusia penduduk Indonesia,” katanya.
Pigai memastikan, jika benar ada teror, maka itu ranah kepolisian.
“Maka kita minta polisi cek, polisi tanya, lakukan penyelidikan. Menurut saya, memang polisi yang harus mengungkap sebenarnya siapa pelaku itu,” ujarnya.
Namun di sisi lain, Pigai mempertanyakan mengapa pernyataan mahasiswa tersebut mengaitkan program sosial dengan Pemilu 2029.
“Menurut saya kok dia bisa kaitkan dengan Pemilu 2029? Kok enggak tahu perasaan orang kecil yang membutuhkan makanan? Kenapa kaitkan Pemilu 2029?” katanya.
Pigai yang mengaku sebagai aktivis 98 mengingatkan pentingnya etika dalam menyampaikan kritik.
“Kalau Anda kritik boleh, anytime boleh kritik. Bebas negara kasih kesempatan memberi kritikan. Kalau hina, jangan,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut generasi 98 masih akan memimpin Indonesia dalam 30 tahun ke depan.
“Karena kami generasi 98 masih akan memimpin 30 tahun lagi. Berarti anak-anak generasi sekarang akan jadi catatan kami dong. Maaf aja ya,” tandasnya.(rpi/raa)
Load more