News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Suara Hati Ibu Fandi Ramadhan Minta Prabowo Turun Tangan, Bantah Anaknya Jadi ABK Sea Dragon Selundupkan 2 Ton Sabu

Nirwana (48), ibunda Fandi Ramadhan anak buah kapal (ABK) Sea Dragon harap Presiden Prabowo Subianto bebaskan anaknya usai dituduh ikut penyelundupan 2 ton narkoba jenis sabu.
Jumat, 20 Februari 2026 - 22:26 WIB
Nirwana, ibu Fandi Ramadhan ABK kapal Sea Dragon yang dituntut hukuman mati
Sumber :
  • Kolase tvOne & Ilustrasi Merindink

Jakarta, tvOnenews.com - Nirwana (48), ibunda Fandi Ramadhan anak buah kapal (ABK) Sea Dragon meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan.

Ia berharap kepada Presiden Prabowo setelah Fandi Ramadhan terancam hukuman mati akibat terjerat penyelundupan sabu seberat 1.995.130 gram atau sekitar 2 ton di perairan Batam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sambil berlinang air mata, Nirwana tak tahan nasib anaknya berakhir pilu setelah menjadi ABK. Ia meyakini Fandi Ramadhan tidak mengetahui isi muatan kapal tersebut.

Ibunda Fandi Ramadhan menyampaikan hal itu saat hadir dalam konferensi pers bersama Hotman Paris di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026).

"Saya berharap anak saya mohon dibebaskanlah. Kepada Ibu Ketua Hakim, Bapak Jaksa, Bapak Presiden, tolonglah bantu anak saya. Anak saya tidak mengetahui barang itu apa isinya," ujar Nirwana saat didampingi pengacara dan Hotman Paris.

Tidak Ikhlas Fandi Ramadhan Dituntut Hukuman Mati

Nirwana menjelaskan perjuangan dirinya bersama sang suami membesarkan putra sulungnya. Kedua orang tua ABK Sea Dragon itu banting tulang bekerja keras demi menghidupi Fandi.

Nirwana dan sang suami harus bekerja sebagai nelayan. Ia menginginkan agar Fandi menjadi anak yang memiliki kepribadian pekerja keras.

Ia membantah ABK asal Medan berusia 26 tahun itu terlibat dalam penyelundupan 2 ton narkoba jenis sabu. Putranya bekerja demi menjadi tulang punggung keluarga.

Bahkan setiap mendapat pekerjaan dan penghasilan, Fandi selalu menyisihkan gajinya demi keluarga. Kelima adiknya juga selalu dibiayai olehnya.

Nirwana selaku ibunda Fandi tentu tidak ikhlas anaknya dituntut hukuman mati. Sebab, Fandi baru menjadi ABK Sea Dragon beberapa hari dan tidak mengetahui setiap jenis barang diangkut ke kapal.

Ia rela menggantikan posisi anaknya jika dinyatakan bersalah di mata hukum. Menurutnya, Fandi telah dijebak sehingga ikut terlibat dalam penyelundupan narkoba melalui kapal Sea Dragon.

"Saya tidak ikhlas anak saya dituntut mati! Dia tidak mengetahui barang itu, tidak terlibat dalam jaringan narkoba apa pun!," tegasnya sambil bergetar.

"Saya tidak mau anak saya dihukum mati, biar saya yang gantinya! Saya ikhlas demi anak saya," sambungnya sambil menahan isak tangisnya.

Kronologi Fandi Ramadhan ABK Ditangkap di Kapal Sea Dragon

Kapal Sea Dragon yang membawa 2 ton narkoba jenis sabu
Kapal Sea Dragon yang membawa 2 ton narkoba jenis sabu
Sumber :
  • tvOneNews

Nirwana selaku ibunda Fandi kemudian mengungkapkan kronologi penangkapan anaknya yang sebenarnya. Kala itu, Fandi ingin menuju Thailand per 1 Mei 2025.

Setelah tiba di Thailand, ABK asal Medan tersebut menginap di hotel. Nirwana memperkirakan Fandi menginap sekitar 10 hari sambil menunggu kapal benar-benar siap.

Fandi pun bertemu kapten dan rombongan ABK lainnya pada 13 Mei 2025. Saat itu mereka memasuki kapal untuk menjalani tugas sesuai bagiannya masing-masing.

Ia menambahkan, karena anak sulungnya baru bekerja, Fandi tentu baru pertama kali mengenal kapten kapal dan ABK di tempat kerjanya.

"Dia baru kenal kapten. Jadi di mana salahnya? Makanya saya tidak terima tuntutan seberat itu," ucapnya dengan lirih.

Lagi pula, Fandi direkrut hanya menjadi ABK. Ia sama sekali tak mempunyai tugas untuk pengambilan keputusan apa pun di kapal Sea Dragon.

Kemudian, kecurigaan Fandi mulai muncul setelah lima hari berlayar. Saat itu terdapat sebuah kapal nelayan merapat ke kapal Sea Dragon di tengah laut.

Kapal nelayan itu menurunkan sekitar 67 kardus yang dibawa Sea Dragon. Ia menduga isi puluhan kardus itu adalah narkoba jenis sabu.

Kapten kapal Sea Dragon coba mengalihkan kecurigaan Fandi. Ia menyampaikan isi kardus yang dibawa adalah uang dan emas.

"Dia sempat bilang ke kawan-kawannya, 'Ini barang apa? Tak betul ini barang'. Lalu dia tanya ke kapten, tapi dijawab malah isinya uang dan emas," tutur Nirwana sambil meniru curhatan Fandi.

Pada 21 Mei 2025, tim dari Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tiba-tiba melakukan penyergapan di perairan Tanjung Balai Karimun. Pilunya, Fandi baru bekerja selama beberapa hari saat kondisi penyergapan.

Isi 67 kardus tersebut pun berlanjut ke tahap pemeriksaan. Dari hasilnya, tim gabungan menemukan sabu seberat 1.995.130 gram.

Jadwal Pembacaan Pleidoi Minggu Depan

Pendamping hukum terdakwa, Salman Sirait menyampaikan, kasus ini akan berlanjut dalam agenda sidang pembacaan nota pembelaan (pleidoi). Rencananya akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam pada Senin (23/2/2026).

Ia berharap majelis hakim mendengar pleidoi dari pihak terdakwa. Pasalnya, Fandi menghadapi tuntutan hukuman mati.
.
Merujuk dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Batam, tuntutan itu buah dari hasil persidangan yang mulai berlangsung pada 23 Oktober 2025.

Sementara, persidangan tersebut terus berlanjut untuk menindaklanjuti nomor perkara 863/Pid.Sus/2025/PN Btm.

Jaksa mendakwa pihak-pihak terlibat dalam peredaran narkoba. Beberapa di antaranya ada Fandi Ramadhan, Hasiholan Samosir, Leo Chandra Samosir, Richard Halomoan Tambunan, Teerapong Lekpradub, dan Weerapat Phongwan atau Mr. Pong.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam dakwaan tersebut, pelaku lainnya yang masih masuk daftar pencarian orang (DPO) ialah Mr Tan alias Jacky Tan.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Dipicu Dendam Lama? Terkuak Fakta di Balik Motif Kasus Bullying Mahasiswa Telkom University

Bukan Dipicu Dendam Lama? Terkuak Fakta di Balik Motif Kasus Bullying Mahasiswa Telkom University

Pihak Telkom University (Tel-U) bergerak cepat memberikan pendampingan intensif kepada mahasiswa yang menjadi korban dugaan perundungan (Bullying).
Cristiano Ronaldo Terancam Skorsing 6 Bulan usai Tinggalkan Timnas Portugal Tanpa Izin

Cristiano Ronaldo Terancam Skorsing 6 Bulan usai Tinggalkan Timnas Portugal Tanpa Izin

Cristiano Ronaldo mendapat sanksi disiplin sementara dari Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) setelah meninggalkan tim nasional tanpa izin. CR7 terancam hukuman.
Buntut Dugaan Intimidasi Terhadap Jurnalis, Dua Oknum Polisi di Baubau Ditahan di Propam Polda Sultra

Buntut Dugaan Intimidasi Terhadap Jurnalis, Dua Oknum Polisi di Baubau Ditahan di Propam Polda Sultra

Polda Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) mengambil tindakan tegas terhadap dua anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Baubau. 
Bursa Transfer AC Milan: Vangelis Pavlidis Masuk Radar Rossoneri, Barcelona dan Tottenham Ikut Bersaing

Bursa Transfer AC Milan: Vangelis Pavlidis Masuk Radar Rossoneri, Barcelona dan Tottenham Ikut Bersaing

AC Milan dikaitkan dengan striker Benfica, Vangelis Pavlidis, yang sedang tampil tajam pada musim ini. Penyerang Yunani itu menarik perhatian klub besar Eropa.
Bursa Transfer Liverpool: Masih Cari Penerus Salah, The Reds Incar Wonderkid FC Porto yang Dibanderol Rp1,7 Triliun

Bursa Transfer Liverpool: Masih Cari Penerus Salah, The Reds Incar Wonderkid FC Porto yang Dibanderol Rp1,7 Triliun

Liverpool dikabarkan masih tertarik merekrut penyerang muda Brasil, William Gomes, dari FC Porto. Namanya masuk dalam daftar target untuk memperkuat The Reds.
Geger Kasus Asusila Oknum Pembina Pramuka SMP di Palembang, Korban Diduga Capai 8 Siswa, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Geger Kasus Asusila Oknum Pembina Pramuka SMP di Palembang, Korban Diduga Capai 8 Siswa, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Polda Sumatera Selatan (Polda Sumsel) mengimbau masyarakat tidak ragu melaporkan segala bentuk tindak kekerasan seksual yang menyasar anak atau siswa di lingkungan sekitar.

Trending

Terungkap Alasan Pelaku dalam Kasus Perundungan Mahasiswa Telkom University yang Viral

Terungkap Alasan Pelaku dalam Kasus Perundungan Mahasiswa Telkom University yang Viral

Kasus dugaan perundungan mahasiswa Telkom University di Bandung menjadi sorotan usai videonya viral di media sosial. Alasan di balik tindakan pelaku terungkap.
Media Korea Soroti Shin Tae-yong usai Bawa Persija Jakarta Menang 4 Kali Beruntun

Media Korea Soroti Shin Tae-yong usai Bawa Persija Jakarta Menang 4 Kali Beruntun

Shin Tae-yong mendapat sorotan media Korea Selatan setelah membawa Persija Jakarta meraih empat kemenangan beruntun di Super League 2026/2027. Menang telak.
Meski Sudah Punya Pelatih Baru, Red Sparks Kini Hadapi Masalah Serius di KOVO Cup 2026

Meski Sudah Punya Pelatih Baru, Red Sparks Kini Hadapi Masalah Serius di KOVO Cup 2026

Red Sparks menghadapi masalah serius jelang Liga Voli Korea meski sudah memiliki pelatih baru, Kwon Soon-chan. Cedera Vanja Bukilic menjadi tantangan tersendiri
Perempuan WNA Brasil Diciduk di Bali, Nekat Bawa Kokain Cair Demi Upah 50.000 USD

Perempuan WNA Brasil Diciduk di Bali, Nekat Bawa Kokain Cair Demi Upah 50.000 USD

Polda Bali membongkar upaya penyelundupan narkoba jaringan internasional yang melibatkan seorang perempuan berkebangsaan Brasil berinisial TCDS (36). 
Reaksi Kagum Igor Tolic Usai Persib Bisa Kejar Defisit 2 Gol dan Raih Poin Lawan Dewa United: Luar Biasa

Reaksi Kagum Igor Tolic Usai Persib Bisa Kejar Defisit 2 Gol dan Raih Poin Lawan Dewa United: Luar Biasa

Persib harus puas bermain imbang dengan Dewa United. Namun, sang pelatih, Igor Tolic, merasa cukup puas karena anak asuhnya sukses menyamakan skor menjadi 2-2.
Marc Klok Tak Terima Kakang Rudianto Dihujat Bobotoh, Kapten Persib Beri Pembelaan Menohok

Marc Klok Tak Terima Kakang Rudianto Dihujat Bobotoh, Kapten Persib Beri Pembelaan Menohok

Kapten Persib, Marc Klok, membela Kakang Rudianto yang menjadi sasaran kritik Bobotoh. Bek kanan Maung Bandung itu dihujat sepanjang laga melawan Dewa United.
Namanya Dicatut Dalam Seruan Provokasi Duduki DPR, Pondok Pesantren Lirboyo Bakal Seret Pelakunya ke Polisi

Namanya Dicatut Dalam Seruan Provokasi Duduki DPR, Pondok Pesantren Lirboyo Bakal Seret Pelakunya ke Polisi

Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, mengeluarkan peringatan tegas menyusul beredarnya selebaran digital dan meme provokatif yang mencatut identitas resmi lembaga. 
Selengkapnya

Viral