News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

LPDP Ungkap Fakta Mengejutkan Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas yang Viral Baru-baru ini

Belakangan ini viral video alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas yang menyinggung soal status WNI anaknya.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:48 WIB
Dwi Sasetyaningtyas penerima LPDP yang viral
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini viral video alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas yang menyinggung soal status WNI anaknya.

Pihak LPDP pun akhirnya membongkar fakta mengejutkan soal suami Tyas, Arya Iwantoro.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terkait suami Saudari DS, Saudara AP, yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumni LPDP, yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya menamatkan studi," tulis akun lpdp_ri.

"LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP tengah melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi," sambungnya.

Terkait hal tersebut, LPDP akan memberikan sanksi kepada Arya jika kontribusi dalam programnya tidak terpenuhi.

"Serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," lanjutnya.

"LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia," tutup pernyataan tersebut.

Diketahui, Tyas menjadi sorotan setelah memamerkan status anaknya yang kini memiliki paspor warga negara Inggris.

“Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ucap Tyas mengutip akun X @blaugrana1O. 

"Jujur, kalau aku sih memang capek jadi WNI. Tapi, sebagai penerima beasiswa uang rakyat, sudah seharusnya aku menyuarakan kepentingan rakyat," ucap Tyas.

Video tersebut langsung viral dan mendapatkan banyak kecaman dari netizen.

Banyak yang menyayangkan tindakan Tyas yang merupakan alumni LPDP namun dianggap justru menjelekkan status WNI.

Setelah video tersebut viral, Tyas akhirnya meminta maaf.

"Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," tulis Tyas. 

Lalu siapa sebenarnya Dwi Sasetyaningtyas? Berikut tvOnenews rangkum soal sosok Tyas.

Tyas bukanlah orang sembarangan, ia dikenal sebagai aktivis sosial di Indonesia.

Ia menempuh pendidikan di Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum akhirnya menerima beasiswa LPDP ke Delft University of Technology, Belanda mengambil jurusan Sustainable Energy Technology.

Dari tahun 2015 hingga 2017 Tyas menempuh pendidikan dengan beasiwa LPDP. Setelah lulus ia mengaku kembali ke Indonesia dan memberikan pengabdian.

"Selama enam tahun aku menetap di Indonesia untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa dan berkontribusi kembali untuk Indonesia dan masih berlangsung hingga hari ini," ungkap Tyas dalam akun Instagramnya.

Tyas diketahui membuat platfom pengembangan energi surya di Pulau Sumba secara gratis.

Ia juga memiliki bisnis untuk mendukung UMKM. Tyas juga dikenal sebagai pemilik platform Kawan Kompos untuk pengelolaan sampah organik.

Tak hanya itu, sosok Tyas diketahui sebagai orang yang menginisasi penanaman 10 ribu pohon bakau di berbagai pesisir pantai di Indonesia. 

Tyas juga berperan aktif dalam pembangunan sekolah di NTT.

Ia kemudian pergi ke Inggris karena mendampingi suaminya yang bekerja sebagai Research Consultant di University of Plymouth.

Ia dan suami dikaruniai seorang anak yang akhirnya memiliki hak sebagai WNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Anakku yang kedua memiliki hak dua warga negara karena lahir di Inggris sehingga memiliki dua paspor Indonesia dan Inggris yang sah diakui dan dilindungi secara hukum oleh dua negara," ucap Tyas.

"Saya masih bayar pajak di Indonesia seperti kalian semua," lanjut Tyas.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bak Bumi dan Langit, Begini Perbedaan Ranking 1 Dunia Tunggal Putri dan Putra: An Se-young Mendominasi, Jonatan Christie Bertahan 5 Minggu

Bak Bumi dan Langit, Begini Perbedaan Ranking 1 Dunia Tunggal Putri dan Putra: An Se-young Mendominasi, Jonatan Christie Bertahan 5 Minggu

An Se-young masih kokoh di peringkat satu dunia tunggal putri dengan 122.287 poin, sementara sektor tunggal putra diwarnai pergantian takhta usai Christo Popov.
Ada Demo di Jakarta Hari Ini, Simak Daftar Titik-Titik Lokasi Aksi Massa Berikut

Ada Demo di Jakarta Hari Ini, Simak Daftar Titik-Titik Lokasi Aksi Massa Berikut

Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Jakarta diprediksi mengalami kepadatan arus lalu lintas pada Rabu (28/10). 
Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan Hari Ini Rabu 28 Oktober 2026 Menurut Prakiraan Cuaca BMKG

Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan Hari Ini Rabu 28 Oktober 2026 Menurut Prakiraan Cuaca BMKG

Menurut prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, seluruh wilayah administratif DKI Jakarta pada hari ini Rabu 28 Oktober 2026 diguyur hujan ringan hingga sedang.
Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, menang dalam pemilihan Wali Kota Mississauga, Kanada, dengan 74.479 suara. Kenali profil dan perjalanan.
Wajib Disimak! Ini Jadwal KRL Relasi Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Rabu 28 Oktober 2026

Wajib Disimak! Ini Jadwal KRL Relasi Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Rabu 28 Oktober 2026

Berikut ini merupakan jadwal KRL Commuter Line untuk relasi Rangkasbitung-Tanah Abang pada hari ini, Rabu, 28 Oktober 2026 melansir dari aplikasi C-Access.
Imbas Dugaan Keracunan Massal, Dua Sekolah di Bogor Diberlakukan 2 Hari Belajar Jarak Jauh.

Imbas Dugaan Keracunan Massal, Dua Sekolah di Bogor Diberlakukan 2 Hari Belajar Jarak Jauh.

Dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Dramaga memaksa Pemkab Bogor mengambil langkah tegas di sektor pendidikan. 

Trending

Dendam atau Desakan Nikah? Terungkap Alasan Tersangka Mutilasi Istri Siri dan Anaknya di Madiun Usai Lakukan Pembunuhan

Dendam atau Desakan Nikah? Terungkap Alasan Tersangka Mutilasi Istri Siri dan Anaknya di Madiun Usai Lakukan Pembunuhan

Polda Jawa Timur mengungkap motif di balik aksi keji DBM (40) yang tega menghabisi nyawa istri sirinya, DH (30), dan anak korban usia 4 tahun (AG) di Madiun.
Islam Makhachev Akhirnya Buka Suara soal Alasan Menolak Duel Lawan Carlos Prates

Islam Makhachev Akhirnya Buka Suara soal Alasan Menolak Duel Lawan Carlos Prates

Juara kelas welter UFC, Islam Makhachev, akhirnya ungkap alasan menolak duel melawan Carlos Prates untuk mempertahankan gelarnya di UFC 336. Ia memilih menunggu
Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Pestisida, BPOM Turun Tangan dan Ingatkan Bahaya Residu Kimia

Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Pestisida, BPOM Turun Tangan dan Ingatkan Bahaya Residu Kimia

Video ikan asin diduga disemprot pestisida viral di media sosial. BPOM meminta produk berbahaya tidak diedarkan, ahli menjelaskan risiko residu kimia.
Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Siswa dari Dua Sekolah di Bogor Mengeluh Sakit, Pemkab Pastikan Beri Layanan Medis Terbaik

Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Siswa dari Dua Sekolah di Bogor Mengeluh Sakit, Pemkab Pastikan Beri Layanan Medis Terbaik

Pemerintah Kabupaten Bogor langsung mengambil langkah sigap merespons dugaan keracunan makanan yang menimpa 481 siswa dari SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga. 
Indonesia dan Singapura Sepakati Satgas Penegakan Hukum Karhutla

Indonesia dan Singapura Sepakati Satgas Penegakan Hukum Karhutla

Indonesia dan Singapura menyepakati pembentukan satgas penegakan hukum karhutla untuk menelusuri bukti lintas negara, aliran dana korporasi, dan menindak
Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia F1 Termuda dalam Sejarah

Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia F1 Termuda dalam Sejarah

Kimi Antonelli semakin dekat dengan gelar juara dunia F1 2026 setelah memenangi Grand Prix Amerika Serikat. Pembalap Mercedes itu hanya membutuhkan dua poin.
Laporan Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Berdiri, 45 Ribu Anak Jalanan Kini Kembali Bersekolah

Laporan Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Berdiri, 45 Ribu Anak Jalanan Kini Kembali Bersekolah

Pemerintah terus menunjukkan komitmen serius dalam membenahi akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa. 
Selengkapnya

Viral